Beranda

Don’t cry, don’t be sad

5 Komentar


bismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang baik hatinya, alam dengan semua keindahannya, andai kita paham kiasan yang Allah ingin sampaikan kepada kita pasti kita menjdi pribadi yang sangat baik, contohnya saja daun -daun yang jatuh dari pepohonan, sekilas memang tak ada yang menarik, tak ada yang istimewa bahkan terkesan lumrah, namun coba kiaskan saat kamu kehilangan orang yang kamu sayang, ibarat daun yang jatuh maka setelah berguguran akan muncul tunas-tunas daun yang baru sebagai penggantinya. andai semua orang bisa memahami makna yang tersirat dari sebuah penciptaan alam tentunya tidak akan orang yang bersedih hatinya…

bagaimana denganmu kawan? apakah engkau bisa seperti itu?

sebuah kisah menarik semoga bermanfaat…

Seorang pemuda berjalan lunglai di trotoar di pinggir jalanan yang ramai dilalui kendaraan. Dia sedang bersedih karena rasa kecewa dalam hatinya akibat diputus oleh kekasih yang sangat dia cintai. Kekasihnya menemukan seseorang yang memiliki kelebihan jauh di atas dirinya, baik dalam ketampanan fisik maupun kekayaan materi.

dia merasa seakan dunia sudah runtuh dan hatinya hancur berkeping-keping. Ramainya jalanan terasa sepi dan sejuknya pagi terasa panas. Tidak ada keceriaan dan keindahan yang dilihat oleh matanya. Hijau pepohonan yangrindang menaungi jalanan itu seakan tidak ada artinya. Hatinya telah hancur.

baca kisah selengkapnya…

Arti 100.000 buatmu

3 Komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, andai didompetmu cuma ada uang 100 ribu saja, apa yang akan kamu perbuat dengan uang tersebut? mau dibuat beli pulsa? mau buat makan? atau mau sedikit diamalkan ke masjid to panti asuhan? ato mau diapain? jika hidup di kota-kota besar 100ribu tidaklah ada artinya dalam beberapa hari saja pasti habis, misal makan 3x sehari dengan asumsi makan nasi + pecel ayam + es teh manis berpa coba ? Rp 12ribu kan, terus di kali 3 jadi sama dengan 36ribu, berarti dalam waktu 3 hari uang tersebut sudah habis ya to tidak kawan, tapi coba bayangkan uang seratus ribu untuk para tukang becak, bayangkan arti 100ribu buat kuli bangunan, bayangkan 100ribu buat pelayan restoran, bayangkan 100ribu buat karyawan bawahan, bayangngkan berapa berartinya uang tersebut. ada yang bilang “uang susah dicari namun lancar sekali buangnya” apa arti 100ribu buatmu kawan? semoga engkau bisa menggunakannya dengan sebaik-baiknya dan sebijak-bijaknya, sungguh diluar sana masih banyak yang susah daripada kamu..

sebuah kisah menarik, bagi yang sudah pernah baca diambil hikmahnya saja.

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik.

Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

baca kisah selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: