Nuclear Battery

Anda masih membahas seputar plat tipis atau tebal wkkkkk mungkin akan ketinggalan because teknologi itu akan segera usang, smartphone/ kendaraan listrik berikutnya mungkin ditenagai oleh Nuclear Battery seperti sel lithium-ion biasa ini berkat terobosan yang dibuat oleh para peneliti University of Missouri.

Baterai nuklir ini tidak mengandung reaktor fisi nuklir mini – yang akan terdengar gila jika anda mendengar kata nuklir. Sebaliknya, baterai ini, yang dikembangkan oleh Baek Kim dan Jae Kwon di University of Missouri, menggunakan proses betavoltaic untuk menghasilkan listrik. Perangkat betavoltaic, seperti namanya, lebih mirip perangkat fotovoltaik – tetapi alih-alih menghasilkan listrik dari foton, battery ini menghasilkan listrik dari radiasi beta – mis. Elektron berenergi tinggi yang dipancarkan oleh unsur radioaktif. Perangkat betavoltaic dibangun dalam cara yang hampir sama persis dengan sel fotovoltaik: sepotong silikon (atau semikonduktor lain) yang terjepit di antara dua elektroda, dan ketika radiasi mengenai semikonduktor itu menghasilkan aliran elektron (tegangan, listrik). Mantappp bukan.

Apakah battery ini aman?

Baterai betavoltaic cukup aman karena bahwa radiasi beta dapat dengan mudah dihentikan dengan selembar aluminium tipis; radiasi gamma, di sisi lain, memiliki kekuatan penetrasi yang begitu besar sehingga hanya dapat dihentikan oleh benjolan besar timbal (atau logam padat lainnya). Ini tidak berarti bahwa radiasi beta itu sendiri aman – tetapi dalam kata lain jauh lebih mudah untuk dikendalikan. Pada dasarnya, baterai nuklir Kim dan Kwon terdiri dari elektroda titanium dioksida berlapis platinum, air, dan sepotong radioaktif strontium-90. Strontium-90 (Sr-90) meluruh secara radioaktif dengan waktu paruh 28, 79 tahun, menghasilkan elektron (radiasi beta), anti-neutrino, dan isotop yttrium-90. Y-90 sendiri memiliki waktu paruh hanya 64 jam, membusuk menjadi lebih banyak elektron, anti-neutrino, dan zirkonium (yang stabil). Hal terbaik tentang menggunakan strontium-90 sebagai bahan bakar adalah ia menghasilkan hampir tidak ada radiasi gamma – jadi, sejauh bahan radioaktif digunakan, bahan ini cukup aman dan mudah ditangani.

Berapa lama umur Battery ini ?

Dalam penelitian bisa dipastikan bertahan hingga 100 tahun, keren banget kan.

Siapa yg sudah memakai battery Nuclear ini ?

Untuk sementara battery digunakan dalam kalangan militer dan proyek luar angkasa, jadi kendaraan luar angkasa banyak yg sudah memakai jenis battery ini. Jossss.

Kita bisa bayangkan seandainya ada penemuan terbaru dg pengujian pling muthahir, safe, bisa membenamkan battery Nuclear ini kedalam smartphone, bisa 100tahun gak ganti Baterai, YouTube pan sampai bosennnnn….. Hahahahahaha mantapp kali lahh…

Desamu berpotensi berpenghasilan 100juta rupiah dari panel surya begini caranya baca disini

Ingin memulai listrik tenaga surya 100Owatt dengan modal 5jutaan untuk menghemat biaya bulanan PLN bisa baca disini artikelnya.

membuat system hidroponik  tenaga surya dengan penghasilan jutaan perbulan bisa baca disini

membuat alat perangkap hama dengan tenaga surya bisa baca disini

ingin memulai listrik tenaga surya, apa yang perlu disiapkan, dana dan perlengkapnya bisa baca disini


ingin punya Peralatan solar panel https://www.bukalapak.com/u/temonsujadi

Sekian pembahasan kali ini, kita akan bahas hal-hal menarik lainnya mengenai renewable energy
semoga bermanfaat semoga sehat selalu.

temonsoejadi
Pegiat Renewable energy