Selasa, 18 Maret 2014 /17 Jumadil awal 14Ulama Kharismatik, Ulama’ Sepuh Pengasuh PP Darul Falah Jekulo Kudus, Mu’jiz Dala’ilul Khoirot Wafat, dini hari tadi Selasa, 18 Maret 2014 jam 00.15 Waktu Kudus , kudus dan sekitarnya kehilangan lagi salah satu Ulama’ kharismatiknya
Innalillahi wa innailaihi rajiun Innalillahi wa innailaihi rajiun 3x……………..“engkau ambil lagi ya Allah, tiang-tiang penyangga bumimu ini, Engkau Angkat kembali ilmu-ilmu mereka kelangit, Ya Allah muliakan beliau dalam bagian terindah disisimu”
Selamat jalan wahai guru-guru kami. Selamat menikmati kehidupan baru dalam taman surga. Air mata penuh cinta mengiringi senyumanmu menghadap Tuhanmu. Engkau rawat kami dengan teladan yg indah. Mohon maaf jika kami tdk tumbuh seindah yg engkau bayangkan….Canda tawamu akan selalu terkenang. Istirahatlah senyaman pengantin… Semoga Allah selalu menyayangimu. Lahumul fatehah…
Biografi KH. Ahmad Basyir, Ngaji Riwayah dan Diroyah
بدلائل الخيرات كن متمسكا والزم قرأتها تنل ما تبتغى
Ulama’ adalah pewaris para nabi. Ia mamainkan peran yang tidak sedikit dalam masyrakat. Sebagai center of attention in Islamic civilization (figure sentral dalam masyarakat Islam ) ulama’ tak obahnya pengayom masyarakat yang perannya selalu dirindukan.
Sahabatku semua yang dirahmati Allah. setiap manusia memiliki kelemahan dan kekurangan, lihatlah orang lain karna kelebihanya dan lihatlah dirimu karena kekuranganmu, jadilah orang baik tapi jangan merasa baik. jadilah manusia yang selalu berfikir baik tentang seseorang, begitulah pentingnya “memahami daripada mengkritisi”, jika setiap orang mau berfikir sekaligus memahami dengan meluangkan sedikit waktu untuk dirinya, sungguh problematika sebesar apapun akan mudah terpecahkan, kok bisa gitu ?
karena kita punya Allah, yang maha besar, mahakaya, maha bijaksana, yang maha memungkinkan segala sesuatu yang seringkali kita anggap tidak mungkin. betul tidak kawan ?
“Apabila manusia melakukan pendekatan diri kepada tuhan pencipta mereka dengan bermacam-macam kebaikan, maka mendekatlah engkau dengan AKALMU, niscaya engkau akan merasakan nikmat yang lebih banyak, yaitu dekat dengan manusia dan dekat dengan Allah di akherat ( Al hadist)”
jarang sekali manusia akan berfikir dan mensyukuri apa yang ada pada dirinya, tetapi tiada pada diri orang lain. Dan jarang sekali manusia akan menghitung nikmat yang ALLAh berikan pada dirinya, sebaliknya dia tegar menghitung nikmat-nikmat yang Allah berikan pada orang lain.
لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا
وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ
“…mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.” (QS Al-A’raf 179)
Berfikirlah hari ini demi hari esok yang lebih baik. Pikirkan apa yang seharusnya kita pikirkan dan jangan pikirkan apa yang semestinya tidak perlu kita pikirkan, karena waktu sangat berharga untuk memikirkan sesuatu. Berpikirlah positif karena ia akan menjadi motivasi terkuat dalam diri dan hidup kita. Jangan pernah berfikir negatif karena ia akan menjadi penghambat rencana kita. Tapi pikirkanlah dampak terburuk dari apa yang akan kita lakukan agar kita selalu berhati hati dalam bertindak.
sahabatku semua yang dirahmati, pagi-pagi buta ditemani lantunan maulid simtud dhurror yang dibacakan dg indah oleh alhabib syech bin abdul qodir assegaff memenuhi seisi rumahku, bulan maret menuju april 2014, masyarakat indonesia gempar dengan pemilihan pemimpin, sungguh ramai dibicarakan dimedia-media baik media elektronik maupun cetak agar tak lupa memilih pemimpin bulan april besok, beragam cara dan upaya pun ditebar ke masyarakat, pamlet-pamlet dengan gambar diri, misi, visi pun meramaikan pingir2 jalan, iklan-iklan janji-janji mengisi kekosongan disela-sela iklan televisi, bahkan foto pass bisa mencium tangan ulama’ pun dijadikan senjata dengan motif katanya “sudah diberkahi diridho’i para ulama” maka tak heran tak ayal… kekuasaan memang melenakan sesorang untuk masuk didalamnya..
Mengambil bagian dalam politik adalah satu tindakan yang mulia dan berfaedah sekiranya penglibatan ini diniatkan untuk mencari keredaan Allah SWT.
“Kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal kekuasaan itu adalah penyesalan di hari Kiamat, nikmat di awal dan pahit di ujung. (Riwayat Imam Bukhori).
sebuah kisah mengawali pembahasan kali ini, semoga dapat diambil manfaatnya…
Ketika Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu menengok hartanya di ‘Aliyah di sat hari yang sangat panas, dia melihat seorang laki-laki menggiring dua ekor unta muda, sedangkan panas terhampar di permukaan bumi seperti permadani, maka Utsman berkata, “Mengapa orang itu tidak tinggal saja di Madinah sampai panas ini berlalu kemudian dia berangkat?”
Kemudian laki-laki itu mendekat. Utsman berkata kepada pembantunya, “Lihat orang itu, siapa dia?”
sahabatku semua yang dirahmati Allah. tulisan ini sebenarnya sambungan dari tulisan yang dulu dengan judul “saatnya generasi muda yang bicara”cobalah dibaca sejenak, sahabatku, jika berbicara tentang “Pemimpin” maka orang akan mengacu pada pesta demokrasi yang akan digelar bulan april yang akan datang, terlepas dari pemilihan umum, Pada hakikatnya, kita sebagai generasi muda adalah calon pemimpin masa depan kita dituntut untuk kreatif, Inovatif, Prestatif dan Soleh sholehah. Karena banyak hal yang harus kita hadapi, yang harus kita jalani di bumi ini, tentunya kita tidak akan bisa selalu menggantungkan diri kepada siapapun. Sebuah negara akan menjadi besar apabila didukung oleh para pemuda yang sadar bahwa pendidikan dan akhlak itu penting bagi mereka. Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada generasi penerus bangsa yang tidak lain adalah para pemuda. Suatu bangsa yang besar harus mampu bersaing dengan bangsa lain dalam hal apa pun. nah disini peran pemuda, bener gak kawan ?
Pada zaman sekarang ini, generasi muda yang ada, seringkali tertipu dengan waktu yang mereka miliki, mereka tidak memanfaatkan waktu luang yang mereka miliki untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat, lah, kok bisa !!
padahal, Pemuda adalah penerus bangsa yang dilematis, di satu sisi ia sulit menghadapi kondisi diri mereka sendiri, terbukti banyak pengangguran dan terlibat hal-hal negatif lainnya, sementara tantangan globalisasi sangat deras menyerbu bangsa ini. Globalisasi ini pulalah yang memaksa pemuda untuk menunjukkan komitmen dan semangat nasionalismenya disamping tetap berkomitmen pada masa depan dan cita-cita bangsa dan negara. danpula krisis akhlak dan nilai diri yang terus menerus menggerus generasi muda, mau dibawa kemana bangsa ini, jika pemudanya seperti ini ?
terus bagaimana cara kita menyikapinya ?
apa tantangan para pemuda- pemudi ?
bagaimana pemuda dimata islam ?
apa yang harus dilakukan pemuda islam ?
sahabatku semua yang dirahmati Allah. berjalan terus berjalan tak terasa satu juta hits lebih blog ini dikunjungi para pembaca, tak terasa tak disangka semua mengalir apa adanya. blog ini bukan blog yang hebat, blog sederhana yang jauh dari kata sempurna, moga Allah meridhoi apa-apa yang kita lakukan.
sahabatku, dunia ini hebat, maka jika tak ingin dikalahkan oleh dunia, maka jadikan diri kita hebat, karena Kita takkan pernah jadi singa, si raja rimba, bila takut pada panasnya gurun pasir. Kita takkan pernah jadi elang, si raja langit, bila gentar pada gamangnya ketinggian. Jika kita takut apa-apa, maka takkan jadi apa-apa. Tak heran berani itu ajaib.
al-’ilmu qablal qauli wal ‘amal. ilmu dahulu sebelum ucapan dan amalan. Karena itu, seseorang tidak dianggap menunaikan amalan dengan benar dan di atas petunjuk/syariat yang benar apabila dia mengamalkan sebuah amalan tanpa mengetahui ilmunya terlebih dahulu.
sungguh benar adanya, Ilmu harus dikawal HIDAYAH. Tanpa hidayah, seseorang yang berilmu menjadi SOMBONG dan semakin JAUH dari Allah. maka jangan heran jika banyak profesor, doktor yang kehilangan keberkahan ilmunya, karena “sesungguhnya semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin takut pula ia pada dzat yang menghadirkan ilmu itu dadanya yaitu Allah SWT…
sebuah kisah menarik ambillah pelajaran darinya.,
Pada masa kanak-kanaknya Imam Al Husain RA. seringkali ke masjid dan duduk dibawah mimbar Rasul SAW serta menghafalkan segala yang Nabi SAW Khutbahkan, kemudian Al Hussain kecil pulang dan menceritakan kepada Ibundanya Sayyidah Fathimah Az Zahra …..
Suatu kali Ibundanya menyiapkan satu kursi dan mendudukkan Al Hussain dikursi itu seraya berkata :
ternyata semakin tua ternyata semakin mendekati batas usia tidak terasa umur yang di Amanahkan Allah SWT juga semakin berkurang dengan sendirinya.
masa-masa terlewati, sedih, tangis, tawa bahagia menyelimuti Dalam hidup ini tidak ada yang abadi semuanya akan rusak, binasa dan mati. terus apa yang hendak kau bawa menghadap illahi sedangkan dosa menumpuk tak terdefinisi sedangkan mati itu ketetapan pasti dan pertanggung jawaban pasti kan dikenai
kenapa masih saja membanggakan diri ? akan dosa-dosa yang memenuhi bumi Ya robby berilah kesempatan kami untuk selalu berbenah diri.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Alhamdulillaah, wasshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah… munajat kerinduan oleh Al habib munzir Almusawwa semoga Allah merahmatinya
Ketika malam telah larut, alam pikiranku melayang mengembara ke arah kegelapan malam, pikiranku menerawang ke sebuah kuburan yang kaku, gundukan tanah merah yang dingin, perut bumi yang menjadi kediamanku kelak, di dalamnya tak lain cacing dan serangga pemakan bangkai, tubuhku yang tak mampu menepis binatang yang menggerogotiku dan menjadikan tubuhku sarang dan tempat bertelur…
Alangkah tak berdayanya tubuh ini, sahabatku meninggalkanku, anak istriku meninggalkanku, orang tuaku meninggalkanku, semua orang yang kukenal melupakanku, mereka tak mau ikut mati bersamaku, mereka tak mau tahu lagi apa yang menimpaku dikuburku, mereka tak mau walau hanya menepiskan cacing yang menggerogoti tubuhku…
sahabatku semua yang dirahmati Allah. maaf jika judul tulisan ini terkesan menyudutkan para wanita khususnya, namun demi Allah tak ada maksud seperti itu, masalah terkait poligami memang dewasa ini dipandang hal yang menyakitkan hati, namun dari segi Agama tentunya tidak mengapa dengan syarat segala ketentuannya dipenuhi. bukan begitu kawan…?
tulisan ini lanjutan dari pembahasan di kitab “Salwaa al Haziin Qashash Waqi’yyah Mu’atsirah” yang dulu sempat tertunda, banyak kisah-kisah menyentuh hati, cerminan dari Alquraan, sungguh maha besar Allah yang menurunkan Alquran, tulisan ini membahas yang ada didalam alquran yang berbunyi “Barangkali kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak ( Albaqarah :216)”
bacalah dengan kelapangan hati, dengan keiklasan jiwa moga apa yang hendak disampaikan bisa engkau pahami dan jadilah engkau pribadi yang bisa memahami disaat banyak orang hanya bisa mengkritisi, semoga Allah limpahkan cahaya itu untukmu.
sebuah kisah nyata… bacalah dengan hati dan kurangilah semua emosi,
ini sang penulis yang mengkisahkan yaitu “sulaiman bin muhammad bin abdullah al utsaim.
salah seorang kerabat wanitaku beberapa tahun yang lalu telah bercerita kepadaku seraya berkata :
ayahku kira-kira akhir tahun 1340 H atau dekat dengan sebelum dan sesudah tahun itu, menikah lagi dengan istri kedua. Mka tidak ada yang bisa dilakukan ibuku sebagai istri pertama, selain mengalami kesedihan berat, Aku seolah olah masih melihat beliau meneteskan air matanya mengalir pada kedua pipinya, sambil mengeluh mengungkapkan duka dan nestapa. Waktu itu aku dan adik-adikku menimpalinya dengan air mata pula membanjir dan berguling gulingan ditanah.
sahabatku semua yang dirahmati Allah. “Demi ALLAH, seandainya jenazah yang sedang kamu tangisi boleh berbicara, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya)pada kamu sekalian, nescaya kamu akan melupakan jenazah tersebut dan mulai menangisi dirimu sendiri.”( imam Al Ghozali)
sahabatku yang aku cintai karena Allah.
tengoklah sekarang disekitar kita
bencana musibah ada dimana-mana
banjir bandang, tanah lonsor, gunung meletus, gempa menerpa
banyak orang membutuhkan bantuan
apa ego diri kan tetap ditinggikan, sedangkan banyak orang butuh makan kelaparan
apakah masih enggan memberikan bantuan, padahal semua kan dimintai pertanggungjawaban
apakah karena merasa aman, sehingga tak pernah terpikirkan
padahal kematian menunggu setiap saat didepan mengakiri kehidupan.
wahai kawan – kawan..
tengoklah kanan kirimu
lihatlah kedasar hatimu
tunjukkan partisipasimu
dan mulailah mengulurkan tangan
untuk meringankan sedikit beban
bagi mereka yang sedang kesusahan
moga dengan itu semua yang kau lakukan
Allah mudahkan segala urusan…
Allah Ampuni semua kesalahan..
dan Allah Meridhoimu..
Amien.
sebuah imajinasi tentang kematian oleh alhabib Alfathin Assegaff
Entah kenapa sudah beberapa malam ini setiap aku akan beranjak tidur aku selalu dihantui oleh sosok diriku sendiri. sosok diriku yang telah membujur kaku dan tak bisa berkata kata lagi.. Aku membayangkan sesaat setelah sosok roh ini meninggalkan jasad ku yang terbujur kaku dan memasuki ‘dunia’ kehidupan yang baru. Seperti apa kira kira aku disambut Malaikat. Tersenyumkah aku? Atau gemetar ketakutan ketika Malaikat memberi salam : ~
“Hargailah perjuangan para ulama, karena merekalah indonesia bisa Merdeka”
Sebuah Kisah perjuangan kyai Hasyim Asy’hari melawan penjajah bersama para santri. berkat para kyai-lah indonesia merdeka..
Film ini mengisahkan tentang keikhlasan jihad salah seorang ulama ahlussunnah wal jama’ah yang juga Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Beliau adalah pahlawan nasional sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang berhasil menunjukan kepada dunia Islam bahwa Nasionalisme dan Islam adalah dua hal yang tidak bertentangan.
berbanggalah atas kehadiran NU dibawah naungan kyai-kyai kharismatik dan Rendah hati. silahkan di tonton :
sahabatku semua yang dirahmati Allah
Tahukah engkau Ada peristiwa besar yang mendahului lahirnya pertempuran 10 November tersebut, yaitu adanya fatwa Resolusi Jihad yang digulirkan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945
Dengan fatwanya yang dikenal dengan nama “Resolusi Jihad”, KH. Hasyim Asy’ari mengimbau dan mengajak para santri untuk berjihad fisabillilah berjuang mempertahankan tanah air Indonesia melawan penjajah, yang kemudian melahirkan sebuah peristiwa perang besar Pertempuran Surabaya dalam melawan tentara sekutu. Untuk mengenang perjuangan ini maka ditetapkanlah Hari Pahlawan 10 November 1945.
“Innnaalillaahi wa innaa Ilaihi rooji’uun, telah meninggal dunia guru kami, indonesia kembali berduka, indonesia kembali kehilangan salah satu pasak buminya. KH Sahal Mahfudz. Mbah Sahal adalah sosok yang sangat alim. Indonesia kehilangan ahli fikih terbaiknya. Indonesia kehilangan Ulama yang kharismatik.
Selamat jalan wahai guru kami. Selamat menikmati kehidupan baru dalam taman surga. Air mata penuh cinta mengiringi senyumanmu menghadap Tuhanmu. Engkau rawat kami dengan teladan yg indah. Mohon maaf jika kami tdk tumbuh seindah yg engkau bayangkan….Canda tawamu akan selalu terkenang. Istirahatlah senyaman pengantin… Semoga Allah selalu menyayangimu. Lahumul fatehah…
“Mari kita berikan penghormatan terakhir kepada Kiai Sahal dengan melaksanakan shalat ghaib,”
Kiai Sahal yang meninggal dunia di usia 76 tahun. Kiai Sahal yang lahir pada 17 Desember 1937, dimakamkan di Kompleks Pemakaman Waliyullah Mbah Mutakkin, Pati, Jawa Tengah pagi ini sekitar pukul 09.00 WIB. Tepatnya di sebelah makam Kiai Abdullah Salam.
Nama lengkap KH. MA. Sahal Mahfudz (selanjutnya disebut dengan Kyai Sahal) adalah Muhammad Ahmad Sahal bin Mahfudz bin Abd. Salam Al-Hajaini lahir di Desa Kajen, Margoyoso Pati pada tanggal 17 Desember 1937.
Beliau adalah anak ketiga dari enam bersaudara yang merupakan ulama kontemporerIndonesia yang disegani karena kehati-hatiannya dalam bersikap dan kedalaman ilmunya dalam memberikan fatwa terhadap masyarakat baik dalam ruang lingkup lokal (masyarakat dan pesantren yang dipimpinnya) dan ruang lingkup nasional.
sahabatku semua yang dirahmati Allah. bulan januari 2014 tercatat jabodetabek dan kota-kota di indonesia terkepung hujan yang tak henti-hentinya, pagi hujan sore hujan malam hujan sehingga sungai-sungai disepanjang jalan yang ditemui penuh airnya,akibatnya banjir terjadi hampir merata, korban harta benda tak terkira sudah, korban nyawa juga berjatuhan, belum lagi ditambah aktivitas gunung berapi yang mengharuskan ribuan warga diungsikan ketempat yang lebih aman. dimana-mana banyak orang memerlukan bantuan..
Hasan Al basri berkata bahwa dulu orang-orang mengatakan ; “suatu kesulitan takkan mengalahkan dua kemudahan”. (tafsir ibnu katsir 4/525) maksudnya kesulitan yang dirasakan dalam dua keadaaan, rasanya sama saja. adapun kemudahan rasanya beda-beda. jadi kesulitan yang pertama sama saja dengan kesulitan yang kedua, sedangkan kemudahan itu berbeda-beda.
karena itu wajiblah bagi seorang muslim berbaik sangka terhadapa rabb-nya dan menyadari bahwa berbaik sangka terhadap Allah taala merupakan ibadah dan pendekataan kepadanya yang berpahala. Rosulullah SAW bersabda :
“Sesesungguhnya berbaik sangka itu termasuk ibadah yang baik” ( HR. Imam ahmad 2/297 dan Tirmidzi 5/232 no 3604)
Apa yang harus kita lakukan jika bencana datang silih berganti ?
sahabatku semua yang dirahmati Allah. lihatlah Berbagai persiapan dilakukan ketika menyambut kedatangan seorang Pemimpin Negara misalanya Presiden. Salah satunya, dari segi tranpostasi harus baik. kaca anti peluru, anti tank dan lain-lain segalanya harus nomer wahid, maupun dari segi penginapan sebagai tempat menginap rombongan Istana Negara itupun harus dengan berdasarkan kriteria tertentu, lokasi yang strategis, standar fasilitas, pelayanan internasional hingga sistem keamanan. Hal penting pertama yang sangat diperhatikan adalah dari sisi keamanan. Keamanan difokuskan di berbagai area, khususnya di area Penginapan. Sistem keamanan penginapan pada dasarnya harus telah memenuhi standar, dimana selalu dijalankannya standar operasional pengecekan kendaraan serta barang bawaan yang dibawa tamu maupun seluruh karyawan melalui alat sensor khusus. Keamanan juga dimaksimalkan lagi dengan adanya pengerahan di berbagai unsur, baik darat, udara hingga laut.
sungguh repot bin ribet kan, cuma menyambut kedatangan sebuah pemimpin negara bagaimana menyambut pemimpin umat manusia sepanjang zaman ? apa yang harus kita lakukan ?
Diriwayatkan pada suatu hari, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, ..
“Ya Rasulullah, aku telah melihat seorang malaikat di langit sedang berada di atas singgasananya. Di sekitarnya terdapat 70 ribu malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya, Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat.”
“Dari sekarang ini, aku melihat malaikat itu berada di Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah sedang menangis tersedu, “Lanjut Malaikat Jibril.
Aduhai, betapa agung karunia Allah. dilimpahkan atas manusia. Betapa luas nikmat Allah bertebaran hikmahnya. Di lautan dan daratan luas merata. tiada satu pun rahasia itu. Menyentuh menyatu dengan qalbu yang sadar. Kecuali pasti karena curahan karunia Allah. Melalui insan tersayang ini. Bahagia dan suka ria, berdatangan merasuki qalbu, menyambut datangnya kekasih Allah, pembawa anugerah bagi seluruh manusia, Mahaagung Dia yang telah memuliakan, wujud ini dengan nur berkilauan, meliputi semuanya, dengan keriangan dan kecantikan. Mencapai tingkat keindahan tertinggi, menjulang mengangkasa, dengan kemuliaannya. Mata memandang penuh damba, bentuk insan sempurna, pengikis segala yang sesat.
Ya Allah, ya Tuhan kami. Limpahkan shalawat dan salam. Yang terbesar dan mencakup segalanya. Teramat suci, luas jangkauannya. Atas diri insan ini. Yang dengan seksama memenuhi kewajiban perhambaan pada Tuhannya. Dengan menyandang segala sifat sempurna. Dan bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada llahi. Serta menghadapkan diri kepada-Nya. Dengan sebaik dan sesempurna cara.
sebuah kisah menarik dari negeri singapura.
Dikisahkan bahwa Kiyai Agung Muhammad bin ‘Abdullah as-Suhaimi BaSyaiban memang selalu mengamalkan bacaan maulid Junjungan Nabi s.a.w., tetapi kadangkala beliau meninggalkannya.
Pada satu malam, beliau bermimpi dan dalam mimpi tersebut beliau bertemu dengan Junjungan Nabi s.a.w. dan Habib Nuh yang ketika itu sudah pun berpulang ke Rahmatullah. Dalam mimpi tersebut, Habib Nuh sedang mengiringi Baginda Nabi s.a.w. yang sedang berjalan di hadapan rumah Kiyai Agung, lalu Habib Nuh pun berkata kepada Baginda Nabi s.a.w.: “Ya RasulAllah, marilah kita ziarah rumah kawan saya Muhammad Suhaimi.”
sahabatku semua yang dirahmati Allah. الجهل نار لدين مرء يحرقه ¤ والعلم ماء لتلك النار يطفيها
KEBODOHAN ibarat API yang membakar agama seseorang ¤ ILMU ibarat AIR yang memadamkan api tersebut.
apakah benar seperti itu ?
ternyata benar adanya, banyak amaliyah yang setiap hari kita kerjakan hanya berlalu begitu saja tanpa pernah kita ketahui kenapa Allah memerintahkan seperti itu dan kenapa harus sperti itu, contohnya apa ? apakah engkau sudah tahu ? contoh sederhananya adalah wudhu. Bukan hal baru bagi umat muslim, dari usia anak-anak hingga dewasa semua telah dapat melakukannya.
Tapi apa sebenarnya hakikat wudhu?
TIDAK sedikit orang yang beranggapan wudhu hanyalah ritual bersih-bersih sebelum shalat. Saya pun awalnya berpikir seperti itu. Namun setalah membaca buku karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, barulah saya sadari bahwa wudhu memiliki dimensi metafisika. Bukan sekedar membersihkan bagian tubuh (yang kotor).
Karya-karya Imam Al-Ghazali banyak dan tersebar. Ada yang menyebutkan jumlah 98 karangan. Satu dari sekian karyanya yang terkenal adalah “Ihya Ulumuddin” (Menghidupkan Kembali Ilmu-ilmu Agama). Buku “Mutiara Ihya Ulumuddin” cetakan Mizan 2008 ini merupakan ringkasan dari berjilid-jilid kitab “Ihya Ulumuddin” yang ditulis kembali oleh sang Imam.
sahabatku semua yang dirahmati Allah. Sesungguhnya para ummat sangat butuh menengok hatinya di sekitar haqeqat kemulyaan yg agung dalam keimanan mereka kepada Allah swt dan Rosulnya saw, serta memposisikan mereka sebagai guru di alam semesta ini bagi orang-orang setelahnya rohmatan untuk mereka dan memberikan keterangan dari Allah swt kepada mereka dan menyampaikan dari Rosulnya saw, yg mana beliau saw bersabda : بلغوا عني ولو آية Sampaikan dariku walau hanya satu ayat
(al habib umar bin hafidz)
sahabatku semua sadarilah bahwa dunia semakin hari semakin rusak, zaman sudah mendekati zaman akhir, tanda-tanda yang termuat dalam quran hadist satu persatu diperlihatkan, dunia semakin panas dengan dosa dosa yang terbungkus rapi, ditambah dengan perubahan iklim didunia, Suhu dunia dilaporkan terus naik dalam beberapa dekade terakhir ini dan kembali naik antara 0,3 sampai 4,8 derajat Celcius dalam abad ini. Permukaan laut juga akan terus meningkat, antara 26 sampai 82 cm, seiring gunung es di Antartika terus mencair akibat pemanasan global yang tak terkendali. semua sudah dipaparkan kenapa manusia biasa-biasa saja menanggapinya. mengira kan hidup selamanya dan tak ada apa-apa.
apakah harus terjadi seperti ini dulu… baru sadar dan menyesal
“Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?” (Firman Allah QS Al Infhitarr 1-6)
Rasulullah saw bersabda:
“Allah Taala melipat langit-langit pada hari kiamat, kemudian menggenggam langit-langit itu dengan tangan kanan-Nya, lalu berfirman: Akulah Raja! Manakah orang-orang penguasa yang suka menindas? Manakah orang-orang yang sombong? Kemudian Dia melipat bumi dengan tangan kiri-Nya, lalu berfirman: Akulah Raja! Manakah orang-orang penguasa yang suka menindas? Manakah orang-orang yang sombong?” (Shahih Muslim No.4995 | Riwayat dari Abdullah bin Umar ra)
Kalian sibuk mengujarkan dan mengajarkan kalimat syahadat
Sambil terus mensekutukan diri kalian dengan Tuhan penuh semangat
Berjihad di jalan kalian
Berjuang menegakkan syariat kalian
Memerangi hamba hambaNya yang seharusnya kalian ajak ke jalanNya
Seolah olah kalian belum tahu bedanya
Antara mengajak yang diperintahkanNya
Dan memaksa yang dilarangNya
Kalian kibarkan Rasulurrahmah Al Amien dimana mana
Sambil menebarkan laknatan lil’aalamien kemana mana
Kawan, sudah tahun baru lagi.
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk, memandang diri sendiri.
Bercermin firman Tuhan, sebelum kita dihisabNya.
Kawan, siapakah kita ini sebenarnya?
Musliminkah, mukminin, muttaqin, kholifah Allah, umat Muhammad kah kita? Khoirul ummatin kah kita?
Atau kita sama saja dengan makhluk lain, atau bahkan lebih rendah lagi.
Hanya budak-budak perut dan kelamin.
Iman kita kepada Allah dan yang gaib rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan, lebih pipih dari kain rok perempuan.
Betapa pun tersiksa, kita khusyuk di depan masa.
Dan tiba-tiba buas dan binal disaat sendiri bersamaNya.
Syahadat kita rasanya lebih buruk dari bunyi bedug, atau pernyataan setia pegawai rendahan saja.
Kosong tak berdaya.
sahabatku semua yang dirahmati Allah, ternyata virus “MALES” itu mudah menyerang siapa saja. apalagi saya dg banyaknya keterbatasan dan ketidaktahuan yang terdapat dalam diri saya. beberapa minggu kemaren rasa-rasanya tak ada gairah untuk tholabul ilmu, berangkat kuliah rasanya malas, entah apa yang mengakibatkan demikian, apa karena cuaca sedang hujan, apa karena banyak urusan dilingkungan tempat tinggal, apa karena sedang ada masalah, masalah kerjaan, masalah hati dan sebagainya ah… semua kembali kepada hati, jika hati sudah mantap berangkat tholabul ilmi kondisi hujanpun, kondisi banyak masalahpun, kondisi banjirpun, tetap akan diterjang, betul gak kawan ?
sungguh malu rasanya jika membaca untaian kisah dibawah ini,
bacalah dengan perlahan, semoga kita semua dapat mengambil manfaatnya…
Habib ‘Umar bin Muhammad Maulakheila menyebut di dalam Jawahir al-Anfaas fi maa Yurdhi an-Nas I, Kumpulan Kalam Habib ‘Ali bin Muhammad bin Hussin al-Habsyi:
Pada hari Ahad, 11 Syawwal 1322H di Anisah, Habib ‘Ali bin Muhammad bin Hussin al-Habsyi (Pengarang Maulid Simthud Duror)mengundang dan menjamu para penuntut ilmu. Habib ‘Ali bin Muhammad bin Hussin al-Habsyi berkata:
Ketahuilah, hari ini aku mengundang kalian dengan tujuan agar kalian bangkit dengan penuh semangat untuk menuntut ilmu. Ketahuilah ‘aib bagi seorang pelajar jika ia tidak membawa kitabnya. Giatlah belajar, semoga Allah Ta’ala memberkati kalian. Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.
sahabatku semua yang dirahmati Allah. lika – liku kehidupan berjalan sesuai jalur kehidupan masing-masing, yang menjadi guru tetap menjalankan aktivitasnya menjadi guru, yang menjadi pelajar sedang bersibuk ria menerima pelajaran disekolah, yang bedagang tetap menjajakan daganganya, yang anggota dewan terus saja berdebat menentukan kebijakan negara semua berjalan sesuai dengan jalurnya, begitupun dengan alam semesta yang tetap setia berjalan mengikuti alurnya, matahari tetap bersinar, matahari tetap berputar, bintang-bintang tetap bersinar dan bumi dengan setia berputar mengitarinya, andai saja bumi berhenti berputar beberapa menit saja, tentu kejadian fatal yang akan menimpa alam manusia, alam dengan semua yang terisi didalamnya setia dan ikhlas menjalankan titah tuhannya.
taukah engkah tahu akan penciptaan Seekor kupu-kupu menjadi indah dan enak dipandang ? semua itu bukan melalui proses yang singkat tapi melalui proses yang sangat panjang, dari telur menjadi ulat, menjadi kepompong dan berubah menjadi kupu-kupu yg indah. Begitu juga kita sebagai manusia kalau kita ingin sukses harus butuh proses, kerja keras terakhir bersyukur. bisakah ? sesulit-sulit apapun jika kita belum pernah mencobanya, jangan pernah menyerah betul gak kawan ?
sebuah kisah menarik bacalah semoga diambil manfaatnya…
Datang seorang laki-laki kepada Imam Abdullah Al Haddad meminta izin untuk membangun masjid.
Imam Al Haddad menjawab dengan tegas,
“Jika niatmu membangun ikhlas karena Allah, aku tidak akan menghalangi. Namun jika tidak ikhlas, tidak usah membangun!”
“Ya. Niat saya sudah ikhlas.” kata lelaki itu meyakinkan beliau. baca selengkapnya…
sahabatku semua yang dirahmati Allah, kata siapa para nabi dan aulia itu mati total gak bisa apa-apa gak bisa memberi syafaat, gak bisa hadir ditengah-ditengah kita untuk mengingatkan, menegur bahkan berwasiat kepada orang yang hidup ?
yang menyakini demikian adalah orang-orang model sekarang, yang berislam hanya sampai diayat, tak mendalami makna tersirat, yang bersyariat tanpa berma’rifat, yang imannya di lisan saja tak menembus hatinya, sehingga hatinya keras dan tidak peka pada hal-hal yang tak mampu didefinisikan oleh mata, hal-hal yang hanya mampu dilihat oleh hati yang suci, yang terhindar dari berbagai penyakit hati, yang menghormati perbedaan dan dengan lemah lembutnya akhlak Rosul menjadi penggarainya, wajahnya cerah, senyumnya sumringah, langkahnya mantap, bila engkau dekat denganya engkau akan bergetar sesuatu perasaan yang hanya mampu dirasakan oleh hati yang suci yang diridhoi Robby izzati
apakah engkau termasuk orang itu, semoga…
sebuah kisah semoga engkau dapat memahami apa yang hendak saya sampaikan…
Tak ada habisnya kalau kita membicarakan wali nyentrik satu ini, Gus Miek kyai nyeleneh yang mendapat sorotan banyak manusia. Ustadz Hamim Jazuli dari Tegal berkisah yang didengarnya dari Ustadz Suhaimi, salah seorang alumni PP. al-Falah Ploso Kediri, saat acara Halal Bihalal di aula gedung Asrama Brimob Cipinang. Beliau berbicara mengenai kisah 3 orang preman yang bertaubat.
sahabatku semua yang dirahmati Allah, era berubah sesuai dengan zamannya, zaman yang dielu-elukan dengan kecanggihan teknologi serta berbagai kemudahan yang ditawarkan seolah membuat manusia sekarang terlena akan suatu bagian terpenting dari hidupnya. apakah engkau tahu apa itu kawan?bagian sederhana dalam hidup, namun jika diabaikan berdampak besar bagi kehidupan, tak lain adalah akhlak, yang dimasa sekarang ini, akhlak yang baik mulai di abaikan keberadaannya oleh sebagian ummat Islam. Padahal akhlak juga menjadi benteng di era peradaban modern.
kenapa bisa begitu ? apa dampak yang akan terjadi dimasa depan?
Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol minuman. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!” Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.