Beranda

Resolusi Jihad Meneladani Film Sang Kyai

Tinggalkan komentar


Bismillahirahmanirahim.

“Hargailah perjuangan para ulama, karena merekalah indonesia bisa Merdeka”

Sebuah Kisah perjuangan kyai Hasyim Asy’hari melawan penjajah bersama para santri. berkat para kyai-lah indonesia merdeka..
Film ini mengisahkan tentang keikhlasan jihad salah seorang ulama ahlussunnah wal jama’ah yang juga Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Beliau adalah pahlawan nasional sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang berhasil menunjukan kepada dunia Islam bahwa Nasionalisme dan Islam adalah dua hal yang tidak bertentangan.
berbanggalah atas kehadiran NU dibawah naungan kyai-kyai kharismatik dan Rendah hati. silahkan di tonton :

sahabatku semua yang dirahmati Allah

Tahukah engkau Ada peristiwa besar yang mendahului lahirnya pertempuran 10 November tersebut, yaitu adanya fatwa Resolusi Jihad yang digulirkan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945

Dengan fatwanya yang dikenal dengan nama “Resolusi Jihad”, KH. Hasyim Asy’ari mengimbau dan mengajak para santri untuk berjihad fisabillilah berjuang mempertahankan tanah air Indonesia melawan penjajah, yang kemudian melahirkan sebuah peristiwa perang besar Pertempuran Surabaya dalam melawan tentara sekutu. Untuk mengenang perjuangan ini maka ditetapkanlah Hari Pahlawan 10 November 1945.

Lagi

Peganglah erat “Ahlisunnah waljamaah” [ASWAJA]

2 Komentar


parawalisahabatku yang dirahmati Allah,

banyak yang menentang fatwa imam imam madzhab dan perbuatan dan fatwa imam imam terdahulu, maka mereka tidak disebut ahlussunnah waljamaah, seperti wahabi, dll

Kepercayaan Pagan, Hindu, Budha dan Islam secara dialektik telah menjadi tata nilai yang berjalan di kawasan Asia Tenggara. Nilai-nilai tersebut, bahkan, kemudian mampu memberikan kontribusi dalam membentuk sistem pemerintahan dan varian keagamaan sendiri yang mencerminkan pergumulan antara budaya luar dengan budaya asli Nusantara.

Lebih-lebih ketika Islam datang ke Nusantara. Agama baru ini diterima sangat baik oleh penduduk setempat. Hal itu karena kearifan para ulama atau wali yang datang ke wilayah ini, yang sangat menghormati tradisi, adat istiadat, bahkan agama setempat. Islam dicoba diselaraskan dengan ajaran setempat, karena itu tidak sedikit tradisi yang kemudian dijadikan sarana penyiaran Islam.

Bersabda Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW, maknanya: “dan sesungguhnya ummat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 di antaranya di neraka dan hanya satu yang di surga yaitu al-Jama’ah”. (H.R. Abu Dawud)

SIAPA ITU ASWAJA ?

APA HUBUNGANNYA DENGAN  NAHDLATUL ULAMA ?

NU ADALAH SALAH SATU BENTENG AHLISUNNAH WALJAMAAH DI INDONESIA

Semenjak zaman  awal-awal berdirinya NU, ternyata Syaikh KH. Muhammad Hasyim asyari sang pendiri NU sudah mendeteksi lalu-lintas dan hilir-mudiknya pemahaman Wahabi yang terinpirasi pemikiran Syaikh Ibnu Taymiyah. Di tengah para Ulama zaman itu, kemunculan  Wahabi itu begitu terasa menggerogoti Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah, padahal waktu itu alat komunikasi sebagai distribusi informasi masih sangat alami, belum ada telepon apalagi internet seperti sekarang .

baca cahaya hati selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: