Beranda

Kesiapan dan Persiapan Menikah

Tinggalkan komentar


persiapan pernikahanbismillahirahmanirrahim

kapan menikah ?

pertanyaan ini akan sering ditanyakan orang, baik itu sahabat, orang terdekat maupun orang tua. problematika kesiapan menikah kadang perlu dipikirkan masak-masak, karena jika seseorang sudah memutuskan “siap” untuk menikah segala konsekuensi pra dan setelah nikah harus siap tentunya. sehingga menuju proses kedepan dapat diatasi dengan baik.

Salah satu ciri yang mempercepat pendewasaan diri seseorang adalah proses menuju pernikahan. salah satu cirinya kedewasaan ditandai dengan kesiapan menerima dan mengambil tanggung jawab maka menikah adalah contohnya kecilnya, tanggung jawab adalah sebuah komitmen yang siap dan harus diterima, bertanggungjawab terhadap diri sendiri, bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, dimana kita tahu setiap keputusan pasti ada konsekuensinya masing-masing. jika sudah demikian bisa diartikan telah memiliki kesiapan dalam menerima dan menghadapi realitas, kemampuan mengendalikan ego dan emosi, dan sikap yang tidak hanya mementingkan diri sendiri, hal semacam inilah yang akan mendewasakan kedewasaaan seseorang.

baca selengkapnya….

tanyakan; dihatimu ada cintakah?

5 Komentar


bsimillahirahmanirahim

waktu dapatkah waktu diputar kembali, ah andai saja waktu bisa diputar kembali, saya ingin kemabli ke masa-masa kecil saya, dimana disana saya dibelai mesra kedua orang tua saya, dimanja, ditimang, segala keinginan saya pasti dipenuhi, namun waktu tetaplah waktu berjalan terus takkan pernah berhenti, wktu itu telah berlalu, masaku adalah saat ini, ya ini semoga aku bisa mengisinya dengan sesuatu yang luar biasa…

allah cinta pada orang berdzikir, allah cinta pada yang sabar…

sebuah kisah….

Alkisah di suatu pulau kecil tinggallah benda-benda abstrak seperti cinta, kesedihan, kekayaan, kebahagiaan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Suatu ketika datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan segera menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat segera menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik dan mulai membasahi kaki Cinta.

Tak lama kemudian Cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu. “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. “Aduh maaf Cinta, perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.”

Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan, tolong aku!”, teriak cinta. Namun Kegembiraan terlalu bergembira menemukan perahu sehingga ia tidak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi sampai ke pinggang dan cinta pun mulai panik. Tak lama kemudian lewatlah Kecantikan. ”Kecantikan, bawalah aku bersamamu”, teriak Cinta.

“Wah Cinta, kamu basah dan kotor, aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku ini”, sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat Kesedihan. “Oh Kesedihan bawalah aku bersamamu”, kata Cinta.

baca kisah selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: