Kawanku yang baik. Kadang kita gak menginginkan hal yang tak seharusnya terjadi justru malah seringnya terjadi mengenai kita
Aku yakin kamu juga pernah mengalami itu? Coba jawab ya atau tidak?
Namun jika kita berfikir pelajaran atau hiknah yang terjadi disetiap peristiwa mungkin kita akan sangat bersyukur kepada tuhan yang maha mulia seraya memujinya. Dan kamu akan bilang sungguh ternyata itu “sangat baik buat saya” sungguh itu yang pilihan terbaik dan sebagainya..
Sebuah kisah coba kamu simpulkan sendiri, semoga bermanfaat..
Seorang teman dari Riyadh bercerita kepadaku(sulaiman bin Muhammad bin Abdullah al ustsain, kami punya tetangga, yaitu keluarga yang kami sebut sebagai para pendatang. Ayah – ibu mereka sudah tua; keduanya biasa pergi ke makkah dan tinggal disana satu bulan atau lebih, sesudah itu pulang menemui anak-anak mereka, lalu tinggal selama waktu yang sama, kemudian balik ke makkah, begitu seterusnya. Kedua suami – istri itu sebenarnya sudah berumur 60 tahun, hanya saja keduanya masih gesit melayani diri sendiri dan mengerjakan sendiri apa saja yang diperlukan.
Sahabatku yang baik akhlaqnya, dengan menyebut asma Allah yang maha mulia, mengawali membedah kitab salwa al haziin, qashash waqiyyah muatsirah karangan sulaiman bin Muhammad bin Abdullah al ustsain..semoga Allah limpahkan rahmat kepadanya dan keluarganya
Kawanku yang budiman. Jika diantara kita mengalami suatu musibah cobaan dengan kesedihan yang sangat mendalam bahkan berlarut larut menyita waktu sebagian waktu dan hidup kita, maka ketahuilah bahwa semua itu merupakan itu merupakan sandiwara yang pasti kita jalani sebagai lakon hidup yang telah disekenariokan oleh sang pemilik kehidupan dan pencipta Alam ini, bersabarlah kawan, tidak selamanya gelap akan terus gelap, tidak selamanya hujan akan terus hujan, suatu saat akan datang cahaya… suatu saat akan datang terang dan pelangi keindahan akan menghampiri kehidupanmu… bersabarlah… insyaAllah. Kebaikan kan tercurahkan kepadamu….
Sebuah kisah mengawali semoga hikmahnya bermanfaat bagimu..
Pada tahun 1407 H. ketika melakukan suatu tugas pekerjaan, Aku( sulaiman bin Muhammad bin Abdullah al ustaim) bertemu dengan seorang laki – laki, tugas itu memakan waktu lebih dari sebulan, sehingga terjadilah persahabatan yang akrab antara kami berdua. Suatu ketika aku bertanya kepada lelaki itu” sobatku yang baik dan terhormat’, aku tahu engkau belum menikah padahal sekarang umurmu sudah mendekati hamper 40 tahun. Kenapa mesti menangguhkan pernikahan? Orang sepertimu pasti tahu manfaat – manfaat yang banyak dari menikah.”
Berjalanlahlah di atas roda kehidupan, tanpa merendahkan diri dan tanpa menyombongkan, bukankah air yg tenang permukaannya selalu sama rata, sisi satu tdak lebih tinggi atau rendah dri yg lain? Jauhilah sifat pasif, bukankah beberapa penyakit lebih condong pada air yg menggenang. Bgai air yg mengisi tiap sudut ruang-ruang kosong, hendaknya kita selalu menghiasi waktu dg menunaikan semua kewajiban, fleksible, cepat menyesuaikan diri dg lingkungan sekitar. Dahulukanlah pilihan yg lebih penting dari yang penting dalam menunaikan kewajiban, sperti air, selalu memenuhi ruang dg mendahulukan bagian dasarnya. Letakkan langkah demi langkah menuju tujuan hakiki, bak air dari hulu yg sukses smpai ke hilir.
kawanku semua yang dirahmati Allah, seperti dalam tulisan yang pernah saya tulis, “seberapakah hebatkah kamu”, “siapa sih temanmu”, “berapa ukuran cukup itu”,”kenapa kau agungkan facebook”, “mengapa manisnya iman tidak terasa”, jika engkau membaca semuanya maka engkau kan dapat keterkaitan antar tulisan satu dengan tulisana lainya, coba semuanya baca dan teliti …. seberapakah hebatkah kamu kawan, ya kamu sekarang masih merasa hebat dengan segala macam yang kau miliki dan karena “siapa sih temanmu” kamu punya banyak teman yang banyak, entah itu kaya entah itu cerdas entah itu entah itu raja maupun rakyat biasa, namun seberapa hebatkah kamu, kamu pun tak memiliki batasan atas apa yang kamu miliki, kamu merasa kurang, kurang, kurang terus bahkan dengan gaji yang berpuluh puluh juta tetap saja kurang karena “berapa ukuran cukup itu” kamu tak akan pernah meras cukup, jika engkau tidak bisa mensyukuri apa yang kamu punya, rumahmu, gajimu, kendaraanmu jika…
kawanku yang berbahagia. tahukah kamu, bagian tubuhmu yang paling berati, yang bisa bermanfaat untuk orang lain, yang bisa menunjukkan betapa besar rasa cinta dihatimu, yang menunjukkan betapa besar rasa pedulimu..
tahukah kamu kawan dimana bagian tubuhmu yang paling berarti?
Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menerka dengan jawaban yang aku anggap benar.
Ketika aku muda, aku fikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab,
“Telinga, Bu.” Jawab Ibuku,
“Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti.”
sebuah kisah inspiratif. diawal tahun 2012. semoga bermanfaat… Pada hari penghisaban (penghitunngan atas amal perbuatan manusia) sedang mengantre empat orang manusia dengan berlainan profesi sewaktu masih hidup di dunia.
Manusia pertama bernama Alim, yang konon sewaktu masih hidup di dunia adalah seorang kyai yang sangat terkenal keluasan ilmunya dan kesalehan ibadahnya serta mempunyai ribuan santri.
Manusia kedua bernama Somad, yang mana sewaktu masih hidup di dunia berprofesi sebagai Kepala Desa yang sangat disayangi oleh warganya karena kejujuran dan keadilannya.
Manusia ketiga bernama Badri, dimana sewaktu hidupnya merupaka seorang juragan yang sangat kaya raya serta terkenal pula kedermawanannya dan kemurahan hatinya dalam menolong dan membantu orang-orang yang kesusahan.
Manusia keempat bernama Soleh, yaitu ketika hidupnya adalah merupakan seorang tukang becak yang biasa mangkal di terminal.
Keempatnya sewaktu didunia tinggal di desa yang sama, meskipun bukan tetangga yang saling berdekatan rumahnya.
Dan kebetulan pula kematian merekapun hampir bersamaan waktunya, meskipun dari sebab yang berbeda-beda.
Kyai Alim, meninggal dunia karena sakit sepuh (tua) karena beliau memang ditakdirkan Allah SWT berusia lanjut, hingga kira-kira 95 tahun.
kawanku yang begitu istimewa.. semua orang pasti ingin memilki banyak uang.. pengen punya mobil yang mewah, pengen punya rumah yang megah. . pengen punya istri yang cantik jelita, pengen dihormati orang, pengen punya jabatan yang tinggi dan lain – lain lagi yang mampu membuat orang iri atas apa yang kita miliki, yach itu wajar dan terkesan manusiawi karena sesungguhnya orang itu kebanyakan ingin terlihat sempurna dimata orang lain, namun yang perlun digaris bawahi apakah lantas dengan apa yang kita miliki, kekayaan ..pangkat martabat dan derajat .. kita menjadi orang yang sombong dan lupa diri, suka merendahkan orang lain, suka menghina orang lain, bahkan saking sombongnya menganggap kita yang paling berkuasa atas orang lain, astagfirullah..
tidak takutkah kau kawan atas azab Allah yang bisa datang setiap saat menghampirimu?
sebuah kisah tentang kesombongan seorang raja semoga bisa di ambil hikmahnya dan semoga membuatmu pandai bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.. insyaAllah
Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berpapasan dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini:
“Apa yang engkau inginkan dari dariku?”
Si pengemis itu tersenyum dan berkata : “Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.”
kawanku semua yang dimulyakan Allah, kamu punya seorang sahabat ato teman, yang setiap saat menemanimu baik dikala susah maupun senang.. pasti kamu akan jawan punya?? ada berapa sahabatmu? pasti ada yang jawab, SATU. DUA . TIGA ATAU BANYAK.. yach aku tahu itu karena Tidak ada seorang manusiapun di muka bumi ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan lingkungan dan pergaulan. Di dalam pergaulannya tersebut seseorang akan memiliki teman, baik itu disekolahnya, di tempat kerjanya ataupun di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga tidak ditampik lagi bahwa teman merupakan elemen penting yang berpengaruh bagi kehidupan seseorang.
nah, kawanku….pertanyaaan saya, siapa sih sahabatmu itu?bagaimana pengaruhnya bagi hidupmu?
Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab dan batasan-batasan di dalam pergaulan. Sebab betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akbiat bergaul dengan teman-teman yang jahat dan sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih.
Anak merupakan amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena amanah, maka kelak Dia akan meminta pertanggungjawaban kepada kita atas amanah tersebut. Jika anak-anak tumbuh menjadi shalih dan shalihah, tentu akan membawa keuntungan dunia dan akhirat bagi orangtuanya. Sebaliknya, jika orangtua lalai dalam mengajar dan mendidik, keberadaannya akan membawa bencana dunia dan akhirat. Bukan satu dua kali kita dikejutkan dengan pemberitaan akibat ulah anak-anak kita. Seorang siswa yang sopan, tiba-tiba bisa bunuh diri. Seorang mahasiswa yang ketika di rumah kalem, tiba-tiba bisa menjadi perampok bahkan memperkosa atau membunuh teman dekatnya. Yang tak kalah mengejutkan, berita terbaru dari Jawa Timur, seorang gadis belia, sudah mampu menjadi bos mucikari dan agen pelacuran. Sungguh mengagetkan.
Ada apa yang salah dengan kita, para orangtua? Bukankah kita semua ini, adalah para sarjana dan orang-orang terdidik?
Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya. Sewaktu bahtera rumah tangga pertama kali diarungi, maka pikiran pertama yang terlintas dalam benak suami istri adalah berapa jumlah anaknya kelak akan mereka miliki serta kearah mana anak tersebut akan dibawa. Menurut Sunnah melahirkan anak yang banyak justru yang terbaik. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh dengan kasih sayang dan karena sesungguhnya aku bangga pada kalian dihari kiamat karena jumlah kalian yang banyak.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’I, kata Al Haitsamin).
Namun yang menjadi masalah adalah kemana anak akan kita arahkan setelah mereka terlahir. Umumnya orang tua menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi anak yang shalih, agar setelah dewasa mereka dapat membalas jasa kedua orang tuanya. Namun obsesi orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak. Obsesi tanpa usaha adalah hayalan semu yang tak akan mungkin dapat menjadi kenyataan.
sahabatku yang terbaik.. terkadang apa yang kita inginkan sering kali belum bisa kita penuhi secara maksimal, terkadang yang kita cintai tidak membalas dengan cinta yang sama seperti yang kita berikan, terkadang kehidupan kita dipenuhi berbage permasalahan hidup yang memberatkan.. bahkan hidup kita selalu merasa kurang, penghasilan kurang… cinta yang kurang… ilmu yang kurang… kurang sabar… kurang cantik …kurang kaya… kurang baik dan semunya terasa kurang bahkan sangat kurang sehingga seringnya kita hanya mengeluh terus mengeluh, menyalahkan tuhan, menyalahkan Allah.. menyalahkan orang lain… menyalahkan diri sendiri.. menyalahkan nasib.. menyalahkan keadaan.. dan akibatnya kita menjadi frustasi..stress berkepanjangan.. pikiran tidak tenang.. makan tidak enak dan akibat buruknya hingga menderita penyakit kronis yang berbahaya.. astaghfirullah..
nah sahabatku, pernahkah kau merasa cukup atas apa yang Allah berikan kepadamu?
saat gaji kecil, bersyukur Alhamdulillah Allah tahu pasti kebutuhanku lebih sedikit, saat rumah sederhana, alhamdulillah, walau sederhana aku bisa tidur nyenyak digubuk sederhanaku ini padahal banyak orang kaya yang berumah megah tidak bisa tidur dengan pulasnya,
kawanku.. hidup kita mungkin tidak lama, semua orang tidak tahu kapan ajal menjemputnya.. tidak itu kaya tidak itu miskin, tidak itu tua, muda maupun remaja. semua akan kembali kehadiratnya, nah kawan andai Allah memberikan umur yang panjang padamu, pa yang kamu inginkan untuk mengisi hari -harimu
“Sesungguhnya Aku akan mendatangkan kepadamu bala bantuan dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut. “Dan Allah tidak menjadikan (bantuan bala tentara malaikat itu) melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tentram karenanya. Dan kemenangan itu hanya dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa Maha Perkasa. (” (Q.S.An Anfal:9-10).
kawanku yang berbahagia..pernahkah kau merasakan manisnya imanmu? atas ibadah yang kamu kerjakan, sholatmu.. zakatmu… shodaqohmu… pernahkah singgah kedamaian dalam hatimu setelah kau jalankan itu semua, to kamu melakukan semua itu karena semata-mata kewajiban yang harus kamu penuhi, bukan merupakan panggilan dari dalam hatimu. bukan panggilan karena ikhlasanmu… bukan panggilan karena keridhoaanmu… lantas apakah yang kamu lakukan membekas to tidak dihatimu kawan? bisakah kau menjwabnya? atau kamu menganggap itu hanya rutinitas harianmu, mengisi waktu luangmu… andai para nabi tidak mengajarkan kamu untuk menjalankannya masihkah kamu kan menjalankan.. jika bukan karena azab Allah yang sangat pedih yang mengancam masihkah kamu kerjakan,,, jika buka karena adanya janji kenikmatan syurga yang diidam-idamkan masihkah kau kerjakan… lantas bagaimana bisa, kamu minta merasakan manisnya iman…???
sebuah kisah semoga menginspirasimu
Suatu petang selepas shalat Isya, seseorang datang ke tempat kang Soleh. Pakaiannya rapi, di saku bajunyapun terselip sebuah pulpen parker. Sorot matanya tajam, walau dibalut kaca mata minus.
abu nawas mengenakan jubah sufinya dan memutuskan untuk melakukan sebuah pengembaraan suci. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang yogi dan seorang pendeta.
Mereka bertiga sepakat membentuk tim. Ketika sampai di sebuah perkampungan, kedua teman seperjalanan meminta abu nawas untuk mencari dana, sementara mereka berdua berdakwah.abu nawas berhasil mengumpulkan uang yang kemudian dibelanjakannya untuk halwa.
abu nawas menyarankan agar makanan itu segera dibagi, tapi yang lain merasa belum terlalu lapar sehingga diputuskan untuk membaginya pada malam harinya saja.
sahabatku semua yang dirahmati Allah, Mengapa manusia tidak belajar dari pengalaman pahit orang lain, bahwa ketika ia mengeluh kepada sesamanya, kehinaan yang kemudian ia dapat kelak.
Siapa manusia yang tidak punya sahabat? Siapa manusia yang tidak punya kawan? Hamper rata-rata punya. Kesedihan dan kesepianlah yang ada bila seseorang hidup sendirian tanpa da yang menemani. Tapi bila sahabat yang kita jadikan sahabat, kawan yang kita jadikan kawan, kemudian kelak ada perselisihan sedikit saja dengan kita, maka rahasia barat dan timur segera terbuka. Itu hanya akan terjadi bila kita sering mengadukan maslah kita kepada dia, dan sering mengeluh kesahklan kesusuahan kepadanaya, sebab hal ini ternyata menjadi boomerang buat kita sendiri.
Memang salah satu sifat manusia adalah gatel. Bukan gatel pengen digaruk, tapi gatel untuk berkeluh kesah. Kerjaannya banyak mengeluh, tidak laki-laki tidak perempuan. Dua-duanya senang mengadukan kesulitan hidupnya pada orang lain, andai kita tahu bahayanya tentu kita akan sedikit mengerem kegatelan ini, apalagi mestinya kita tahu bahwa seberapapun hebatnya kita mengeluh, yang menakdirkan bisa menolong hanyalah kehendak Allah, bukan sahabat, bukan saudara kita..
Kehidupan bukan kita yang punya,bukan kita yang mengendalikan, makanya sering berjalan bertolak belakang dengan yang kita inginkan, bisnis bisa gagal, panen bisa gagal, rencana kita bisa gagal, lalu siapa yang punya….kamu tahu? Jwabanya yaitu Allah, yang maha memegang segala urusan.
Bila sudah tahu hal ini, mestinya kita tidak jadi manusia yang gampang bersedih, marah, kecewa apalagi berputusasa. Kan bukan kita yang mengatur, bila gagal sebab kita yang salah, minta ampun, bila gagal sebab ia adalah ujian, hendaknya mohon diberi keselamatan.
Kawanku memang tidak mudah menerima kenyataan, apalagi biasanya yang dinisbahkan sebagai kenyataan adalah hal-hal yang dipandang buruk oleh manusia, misalkan kehilangann putra yang disayang sebab kecelakaan alam, kehilangan mobil, kehilangan motor yang cicilanya belum lunas dan tidak berasuransi, putus sekolah, putus kuliah, berhenti kerja, bangkrut dagang bahakan putus cinta dan sebagainya. Disebut tidak gampang karena sebab ia membawa kesedihan. Apalagi kita manusia punya rasa, punya perasaan. Cuma kalau kita pikir-pikir diterima atau tidak kejadian buruk itu, ia sudah terjadi dan kita sudah tidak bisa memutar waktu kembali. Missal hilang mobil, kita marah kita sedih, mobil sudah terlanjur hilang. Kita terjatuh kita marah kita sedih,kita memang sudah terjatuh, apalagi yang bisa kita lakukan kecuali mengembalikan lagi semua kejadian kepada penguasa setiap kejadian.
sahabatku yang dirahmati Allah..belakangan ini banyak sekali berbage macam penyakit baik yang menyangkut fisik maupun karena non fisik sperti gangguan makhluk halus jin dan sebagainya..dan fenomena ini menjadi berkembang dimasyarakat.
miris dan sangat miris saat melihat tayangan di tv, setiap hari ada saja pembunuhan setiap hari ada saja pemerkosaan, setiap hari ada saja berita ini dan itu, saya sangat prihatin kenapa bangsa indonesia yang mayoritas orang islam justru malah menjadi negara yang ter…( konotasi jelek) didunia kenapa bisa terjadi seperti itu? apa peyebabnya? kenapa harus begitu?
adakah kawan ada yang tahu?
hal itu pernah saya diskusikan bersama guru-guru saya? kenapa orang islam menjadi seperti ini? apakah orang indonesia bisa masuk dalam era jahiliah dimana nilai-nilai diri yang kian hilang tergerus era kemajuan zaman.
jawabnya cuma satu kenapa orang islam di indonesia seperti itu “karena mereka hanya mengakui islamnya sajatetapi tidak mengamalkan pa yang diajarkan dalam islam” sindiran dalam sinetron” islam KTP” dan sampeyan Muslim?
Kawanku yang dirahmati Allah..perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudara-saudara sekalian dan kepada diri saya sendiri, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita, dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintah-perintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan. Sungguh kita semua kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertang-gungjawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan. Pada hari itu, hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya, yaitu hari kiamat, tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim, hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya dalam Surat Asy-Syu’aro ayat 88-89: (Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali bagi orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (Asy-Syu’ara’: 88-89)
Kawanku tahukah kamu hubungan antara dosa dan bencana yang menimpa umat manusia sebagaimana yang diterangkan di dalam Al-Qur’an. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Ar-Ruum ayat 41 yang berbunyi:
Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”
kawanku yang dirahmati Allah, mungkin sebagian dari kalian sudah pernah membaca kisah ini, entah ada beberapa versi namun tetap saja cerita ini begitu menyentuh, bahkan sampai ditayangkan di media tv dalam sinema tv, semoga dapat menginspirasi kita untuk selalu menjadi orang yang jujur dan bertanggung jawab..insyaAllah
Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.
Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”.
sahabatku semua yang dirahmati Allah,. cinta adalah satu kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi di kalangan remaja, karena sudah menjadi anggapan umum bahwa cinta identik dengan ungkapan rasa sepasang sejoli yang dimabuk asmara. Ada yang mengatakan cinta itu suci, cinta itu agung, cinta itu indah dan saking indahnya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan dll. Bahkan Jalaludin Rumi menggambarkan saking indahnya cinta, setan pun berubah menjadi bidadari. Yang jelas karena cinta, banyak orang yang merasa bahagia namun sebaliknya karena cinta banyak pula orang yang dibuat tersiksa dan merana. Cinta dapat membuat seseorang menjadi sangat mulia, dan cinta pula yang menjadikan seseorang menjadi sangat tercela.
Kita tahu bagaimana kecintaan Khadijah ra kepada Rasulullah saw yang rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya dengan perasaan bahagia demi perjuangan sang kekasih yang menjadikannya mulia. Sebaliknya ada pemudi yang mengorbankan kehormatannya demi untuk menyenangkan sang kekasih yang dia lakukan atas nama cinta. Atau ada remaja yang menghabiskan nyawanya dengan baygon hanya karena cinta. Cinta yang demikian yang membawanya kepada kehinaan.
lmu pengetahuan bahan with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
kemarin malam mata kuliah IPB(ilmu pengetahuan bahan) Dr.Rudi mempersentasikan laporan investigasi yang dilakukan oleh tim LPPM UGM kepada kami..dugaan awal sangat tepat material bahan yang dipakai adalah besi cor buatan dalam negeri yang kualitas sangat perlu dinalisa lagi..kali indonesia menjadi sorotan dunia karena kesalalahn kontruksi yang mengakibatkan jatuhnya nyawa manusia, kejadian seperti ini baik dieropa maupun amerika bahkan jepang belum pernah terjadi, memang kenyataanya jika bicara tentang runtuhnya jembatan itu banyak namun disebabkan karena bencana Alam; gempa bumi, tornado tsunami dan sebagaianya, bukan karena sebuah kegagalan konstruksi berikut cuplikanya, semoga bermanfaat
Pada Hari Sabtu, tanggal 26 November 2011, sekitar pukul 16.20 WITA telah terjadi keruntuhan Jembatan Mahakam II yang terletak di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Propinsi Kalimantan Timur. Runtuhnya jembatan ini mengakibatkan terputusnya jalur
penghubung antara Kota Tenggarong dengan Tenggarong Seberang yang menuju ke Samarinda.
Teringat saat masa – masa kecil di kampung, menjelang sholat berjamaah magrib, sang muadzin melantunkan pujian-pujian untuk memanggil orang-orang datang berjamah, beberapa salah satu pujian yang aku ingat selalu dan mempunyai makna yang sangat dalam. Entah siapa yang menyusun pujian tersebut, mungkin para wali songo ya karena jika dilihat dari sisi tasawuf sungguh sangat dalam maknanya
Puji-pujian itu ada yang menggunakan bahasa Arab maupun bahasa daerah. Mungkin berkat susunannya yang ritmis, puji-pujian ini mudah dihafal dan menyebar dari satu mushalla atau masjid ke mushalla lainnya.
Puji-pujian yang didendangkan para jamaah ini biasanya selalu didahului dengan salawatan atau membaca shalawat Nabi, dan puji-pujian kepada Nabi SAW. Meskipun puji-pujian tersebut berbahasa Jawa, namun selalu didahului shalawat nabi yang memiliki berbagai keutamaan.
Sholatullah salamullah alaa thoha rasulillah
Sholatullah salamullah alaa yasiin habibillah
Para sederek kita sedaya Jaler estri enem lan tuwa Mumpung urip ana ing ndunya Limang waktu ya lakonana
Elingana bakal ana timbalan timbalane ora kena wakilan
Ketika sedang berjalan-jalan, abu nawas melewati sebuah sumur yang membuatnya ingin melihat ke dalamnya. Ketika itu hari mulai malam. Waktu abu nawas menatap air dalam sumur itu, ia melihat bulan di sana.
“Aku harus menyelamatkan bulan!” pikir abu nawas. “Jika tidak, ia tidak akan pernah beranjak, dan bulan puasa tidak akan pemah berakhir.”
Sahal Ibnu Sa’ad al-Sa’idy Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seorang wanita menemui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, aku datang untuk menghibahkan diriku pada baginda.
Lalu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memandangnya dengan penuh perhatian, kemudian beliau menganggukkan kepalanya. Ketika perempuan itu mengerti bahwa beliau tidak menghendakinya sama sekali, ia duduk. Berdirilah seorang shahabat dan berkata: “Wahai Rasulullah, jika baginda tidak menginginkannya, nikahkanlah aku dengannya.
Beliau bersabda: “Apakah engkau mempunyai sesuatu?”
Dia menjawab: Demi Allah tidak, wahai Rasulullah.
Beliau bersabda: “Pergilah ke keluargamu, lalu lihatlah, apakah engkau mempunyai sesuatu.” Ia pergi, kemudian kembali dam berkata: Demi Allah, tidak, aku tidak mempunyai sesuatu.
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Rabb semesta alam.Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.?
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir Bulan Suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang dilakukan Nabi SAW ini. Beliau berdiri shalat mereka juga shalat, beliau menegadahkan tangannya untuk berdo’a dan para sahabatpun juga serempak mengamininya. Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut malam itu adalah malam ke-27 dari Bulan Ramadhan.
Disaat Rasulullah SAW dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulullah SAW dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak. Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang berada di dalam masjid tersebut, akan tetapi Rasulullah SAW dan para sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya.
tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati ku. aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “kau tercipta untukku.”
aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu karena di liputi oleh hawa nafsu. rahmat dan hidayah allah yang diberikan kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari nanti aku harus mengambil satu tanggungjawab yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu dirimu. aku mulai mempersiapkan diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk bertemu denganmu.
Hari Minggu yang cerah. Faruk bepergian ke hutan untuk berpiknik dengan guru dan teman-teman sekelasnya. Setibanya di sana, mereka mulai bermain petak umpet.
Tiba-tiba, Faruk mendengar sebuah suara menjerit, “Hati-hati!” Faruk mulai melihat ke kanan dan ke kiri, tak pasti darimana suara itu berasal. Namun, tak seorangpun di sana. Kemudian, didengarnya suara yang sama. Kali ini, suara itu berkata, “Aku ada di bawah sini!” Tepat di sebelah kakinya, Faruk melihat seekor serangga yang tampak mirip sekali dengan semut.
“Kamu siapa?” tanya Faruk.
“Aku adalah seekor rayap,” makhluk mungil itu menjawab.
“Aku tidak pernah mendengar makhluk yang bernama rayap,” ledek Faruk. “Kamu tinggal sendiri?”
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.