Teringat saat masa – masa kecil di kampung, menjelang sholat berjamaah magrib, sang muadzin melantunkan pujian-pujian untuk memanggil orang-orang datang berjamah, beberapa salah satu pujian yang aku ingat selalu dan mempunyai makna yang sangat dalam. Entah siapa yang menyusun pujian tersebut, mungkin para wali songo ya karena jika dilihat dari sisi tasawuf sungguh sangat dalam maknanya

Puji-pujian itu ada yang menggunakan bahasa Arab maupun bahasa daerah. Mungkin berkat susunannya yang ritmis, puji-pujian ini mudah dihafal dan menyebar dari satu mushalla atau masjid ke mushalla lainnya.

Puji-pujian yang didendangkan para jamaah ini biasanya selalu didahului dengan salawatan atau membaca shalawat Nabi, dan puji-pujian kepada Nabi SAW. Meskipun puji-pujian tersebut berbahasa Jawa, namun selalu didahului shalawat nabi yang memiliki berbagai keutamaan.

Sholatullah salamullah alaa thoha rasulillah

Sholatullah salamullah alaa yasiin habibillah

Para sederek kita sedaya
Jaler estri enem lan tuwa
Mumpung urip ana ing ndunya
Limang waktu ya lakonana

Elingana bakal ana timbalan
timbalane ora kena wakilan

timbalane Kang Maha Kawasa
Gelem ora bakale lungo

baca selengkapnya..