Beranda

kenapa tidak berhijab?

18 Komentar


bismilahirahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati Allah. sungguh dewasa ini kita sering melihat pelbagai rentak fesyen yang mewarnai dunia berpakaian kita pada hari ini.khususnya fesyen untuk kaum wanita, Ada fesyen yang bertudung dan menepati ciri-ciri muslimah sejati malahan ada juga fesyen yang ‘shubhah’ atasnya bertutup, dadanya dibuka dan bahagian kakinya sendat dan ketat.

kawan tahukah kamu? Kaum wanita menyangka bahwa tidak memakai hijab adalah dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah harus diluruskan. Kaum wanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya sebagai bunyi surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya sbb:
“….. Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi”.

sebuah kisah bacalah dengan seksama..

Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya, Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab ”Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab. ”(jawaban yang sering saya dengar dari kaum wanita ya seperti ini, sungguh ni sangat salah) Sudah banyak orang menanyakan maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga di suatu malam. Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas dipinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.

baca kisah selengkapnya..

Zulfah, ijinkan aku meminangmu?

9 Komentar


bismillahirahmanirahim..

untukmu para wanita sholehah yang cantik juga diberi banyak kecukupan… seandenya datang kepadamu lelaki baik, yang tidak tampan, kulitnya hitam, yang miskin namun hatinya terus berserah diri kepada Allah, datang kepadamu untuk meminta kamu jadi istrinya, apakah kamu akan menerima pinanganya? atau kamu akan dengan keras menolaknya?? seandenya juga datang pula sesorang yang kaya raya, pekerjaan tetap juga tampan datang pula melamarmu? siapa diantara kedua pria itu yang akan kamu terima lamaranya… si kayakah to si miskinkah? tanpa kamu jawab, maaf jika tidak sesuai…namun yang aku perhatikan jika melihat realita seperti sekarang ini, mungkin kamu akan lebih memilih si kaya, yach itu wajar. siapa yang ingin hidup menderita? itu pertanyaan yang kadang menyakitkan? menyakitkan buat si miskin.. sungguh kasian orang yang serba kekurangan dalam hidupnya… dimana-mana selalu diacuhkan, omongannya tidak didengar, apalgi pinannganya pasti sering ditolak, duhai para wanita muslimah yang sholeh. semoga engkau bisa melihat apa yang seringnya tidak bisa dilihat mata, padang didunia ditempuh dengan jalan kaki, sedang padang diakherat ditempuh dengan jalan hati…semoga kamu bisa melihatnya…

sebuah kisah, semoga bisa menjawab pertanyaanku….

Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid”¦.selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa.

“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.

“Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?,” kata Rasulullah SAW.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?”

” Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!” kata Rasulullah SAW.

baca kisah selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: