23 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, mekanika kekuatan material
MKM, pipa, puntiran, regangan, silinder pejal, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
Mata kuliah mekanika kekuatan material with bapak Imam Basyori ST.MT
Bila sebatang material mendapat beban puntiran, maka serat-serat antara suatu penampang lintang dengan penampang lintang yang lain akan mengalami pergeseran, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.1(a).

Pada Gambar 3.1(a) ditunjukkan bahwa titik A bergeser ke B sehingga membentuk sudut g. Sedangkan pada Gambar 3.1(b) pergeseran tersebut akan mengakibatkan rotasi serat pada penampang lintangnya sebesar q. Sehingga pada serat terluar, regangan geser yang terjadi adalah g , yang besarnya
baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
22 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, proses produksi
abrasive, Basic Casting Process, Casting and Foundry, Milling Processes, unisma 45 bekasi, unisma bekasi

mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Basic Manufacturing Processes
- Casting and Foundry
- Forming or Metalworking
- Machining
- Joining and Assembly
- Rapid Prototyping
- Other
- Casting and Foundry Processes
In one step raw materials are transformed into a desirable shape
Parts require finishing processes
Excess material is recyclable
Basic Casting Process
A mold is created – A cavity that holds the molten material in a desired shape until it is solidified
Multiple-use mold
Single-use molds
Material is heated to a specified temperature
Molten material is poured into a mold cavity
Molten material solidifies into the shape of the cavity
Casting or mold is removed
Casting is cleaned, finished, and inspected
baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
18 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, proses produksi
continous proses, engineering proses, improvement, job shop, lean manufacturing, linkend link shop, proses produksi, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Manufacturing is a fundamental component of our economy….we still must make products. The key is to make better….high-value products.
Manufacturing Engineering helps to make better products -”Manufacturing Engineers design and develop integrated systems used for the manufacturing production process.”
Product Creation Cycle
Design → Material Selection → Process Selection → Manufacture → Inspection → Feedback
A sequence of operations and processes designed to create a specific product
The process of turning materials into a product
Manufacturing Engineer
Select and coordinate specific processes and equipment
Industrial Engineer
Responsible for the manufacturing system design
Materials Engineer
Develop and select materials based on desired material properties and manufacturing processes
baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
17 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, proses produksi
assembling, casting, fatek unisma, machining, pengertian, proses produksi, sainstech, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
PENGERTIAN DAN PROSES PRODUKSI
Pengertian Proses Produksi
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).
Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi itu dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan danan menambah kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada.
Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.
Jenis-Jenis Proses Produksi
baca selengkapnya…..
0.000000
0.000000
14 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, mekanika kekuatan material
kekuatan material, MKM, puntiran, tegangan geser, tegangan tarik, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
Mata kuliah mekanika kekuatan material with bapak Imam Basyori ST.MT
1. Pengertian Puntiran
Puntiran adalah suatu perlakuan yang terhadap material yang diberikan torsi yang tegak lurus terhadap diameter material terssebut pada kedua ujungnya secara berlawanan.
2. Diagram Tegangan Regangan
Kekuatan bahan bukanlah kriteria satu-satunya yang harus diperhitungkan dalam perencanaan struktur. Kekakuan bahan selalu sama pentingnya. Dengan
derajat lebih kecil, sifat seperti kekerasan, ketangguhan, dan keliatan menetapkan pemilihan bahan sifat ini ditetapkan dengan membuat pengujian bahan dan membandingkan hasilnya dengan standar yang telah ada.
Gaya luar (eksternal) yang diberikan pada suatu benda harus diimbangi oleh gaya penentang yang ada di dalam bahan. Bahan yang mempunyai gaya internal tadi dikatakan berada dalam keadaan tegang. Untuk lebih mengerti hakekat gaya internal ini, marilah kita perhatikan apa yang terjadi bila suatu benda diberi beban. Mula-mula harus ditegaskan bahwa dalam praktek, semua beban bekerja sedikit demi sedikit. Proses pembebanan ini dapat diselesaikan dalam selang waktu yang sangat singkat, namun tak akan pernah sesaat.
0.000000
0.000000
12 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, material teknik
diagram fasa, fatek unisma 45, material teknik, tipe material, unisma 45 bekasi, unisma bekasi

Matery kuliah with Mr. Qomarudin ST.MT
Introduction of engineering material
1. Type of Material
2. Structure of Solids ( Cristal Structure )
3. Mechanical Properties / Behavior
4. Phase Diagram
Material
– Metal
– Semi Conductor ( nano material )
– Polimer
– Ceramic
– Composite
Referensi book ; Callister, William ( 2007) Material Science and Enginering.
Yang terpenting untuk dipelajari
– Uji Tarik
– Uji Kekerasan
– Uji Structure Mikro
Semoga Bermanfaat.
0.000000
0.000000
10 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, mekanika kekuatan material
fatek unisma bekasi, hukum hook, poisson ratio, safety faktor, tegangan, tujuan uji tarik, unisma, unisma 45 bekasi, unisma bekasi

Mata mekanika kekuatan material with bapak Imam Basyori ST.MT
Gambar 1: Gambaran singkat uji tarik dan datanya
Biasanya yang menjadi fokus perhatian adalah kemampuan maksimum bahan tersebut dalam menahan beban. Kemampuan ini umumnya disebut “Ultimate Tensile Strength” disingkat dengan UTS, dalam bahasa Indonesia disebut tegangan tarik maksimum.
Hukum Hooke (Hooke’s Law)
Untuk hampir semua logam, pada tahap sangat awal dari uji tarik, hubungan antara beban atau gaya yang diberikan berbanding lurus dengan perubahan panjang bahan tersebut. Ini disebut daerah linier atau linear zone. Di daerah ini, kurva pertambahan panjang vs beban mengikuti aturan Hooke sebagai berikut:
rasio tegangan (stress) dan regangan (strain) adalah konstan
Tujuan uji tarik :
1.Mengetahui titik luluh
2.Mengetahui titik tarik maksimum
3.Mengetahui titik putus
0.000000
0.000000
10 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, kalkulus
fatek unisma, kalkulus, kalkulus 3, materi matriks, matrik, matriks, unisma, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
bahan kuliah kalkulus 3 with ibu Fitri Wijayanti, S.Si, M.Eng
Metrika adalah kumpulan bilangan berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom. Bilangan-bilangan yang terdapat di suatu matriks disebut dengan elemen atau anggota matriks. Dengan representasi matriks, perhitungan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur. Pemanfaatannya misalnya dalam menjelaskan persamaan linier, transformasi koordinat, dan lainnya. Matriks seperti halnya variabel biasa dapat dimanipulasi, seperti dikalikan, dijumlah, dikurangkan dan didekomposisikan.

baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
29 September 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, material teknik
aliran shifatiyyah, creep, ductile, fatek unisma, ferous, komposit, Logam, non feros, polimer, unisma, unisma 45, unisma bekasi
berkaitan dg Mata kuliah material teknik with bapak Qomarudin, Ir. MT.
Klasifikasi Material Teknik:
Secara garis besar material teknik dapat diklasifikasikan menjadi :
- Material logam
- Material non logam
Berdasarkan pada komposisi kimia, logam dan paduannya dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu:
- Logam besi / ferrous
- Logam non besi / non ferrous
dowload referemsi material teknik disini dan disini
Logam-logam besi merupakan logam dan paduan yang mengandung besi (Fe) sebagai unsur utamanya.
Logam-logam non besi merupakan meterial yang mengandung sedikit atau sama sekali tanpa besi. Dalam dunia teknik mesin, logam (terutama logam besi / baja) merupakan material yang paling banyak dipakai, tetapi material-material lain juga tidak dapat diabaikan. Material non logam sering digunakan karena meterial tersebut mempunyai sifat yang khas yang tidak dimiliki oleh material logam.
baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
29 September 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, material teknik
diagram fasa, fatek unisma, material teknik unisma, rekristalisasi, strain, stress, unisma 45, unisma bekasi
Mata kuliah material teknik with bapak Qomarudin, Ir. MT.
Ilmu material atau teknik material atau ilmu bahan adalah sebuah interdisiplin ilmu teknik yang mempelajari sifat bahan dan aplikasinya terhadap berbagai bidang ilmu dan teknik. Ilmu ini mempelajari hubungan antara struktur bahan dan sifatnya. Termasuk ke dalam ilmu ini adalah unsur fisika terapan, teknik kimia, mesin, sipil dan listrik. Ilmu material juga mempelajari teknik proses atau fabrikasi (pengecoran, pengerolan, pengelasan, dan lain-lain), teknik analisis, kalorimetri, mikroskopi optik dan elektron, dan lain-lain), serta analisis biaya atau keuntungan dalam produksi material untuk industri.
Perkembangan terakhir, ilmu tentang bahan ini mendapat sumbangan yang besar dari majunya bidang nanoteknologi dan mulai diajarkan secara luas di banyak universitas.
Teknik Material adalah bidang yang mempelajari hubungan antara struktur mikro (butir dan kristal dalam material) – sifat material (kekuatan, ketangguhan, kekerasan, keuletan, dan sebagainya) – dan proses pembuatannya (metalurgi serbuk, pencairan pembekuan, sintering, hingga preparasi sol – gel). Beberapa literatur menambahkan satu aspek lagi, yaitu performa material, sehingga para ahli material mampu memperkirakan waktu yang dibutuhkan sampai material tersebut mengalami kegagalan. Mengetahui kondisi struktur mikro dalam suatu material akan membantu kita memperkirakan sifat yang ada dalam material tersebut, maupun proses pembuatan sebelumnya. Begitu pula sebaliknya, dengan merancang proses pembuatan material, kita bisa memperkirakan bagaimana struktur mikro nya dan bagaimana sifat yang dihasilkan.
Secara umum, kondisi ketiga hubungan diatas erat hubungannya dengan komposisi kimia material dan temperaturnya (proses pembuatan ataupun pada saat penggunaan). Perbedaan yang terjadi dalam struktur mikro dan sifatnya, menunjukkan perubahan perubahan dalam komposisi kimia secara mikro. Perubahan ini hanya terjadi jika ada temperatur yang cukup untuk membuat atom bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.
baca selengkapnyaa…
0.000000
0.000000
29 September 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, mekanika kekuatan material
fatek unisma, kekuatan tegangan, modulus elastisitas, rengangan, rumus tegangan, tegangan, tegangan geser, tegangan normal, unisma 45, unisma bekasi
Mata mekanika kekuatan material with bapak Imam Basyori ST.MT
TEGANGAN
Definisi tegangan: gaya yang bekerja pada suatu bidang dibagi dengan luas bidang tersebut
—> Tegangan = Gaya / Luas
tegangan pada umumnya dibagi 2 yaitu:
– Tegangan Normal, dan
– Tegangan Geser.
Tegangan Normal
Intensitas gaya per satuan luas. gaya yang bekerja adalah yang tegak lurus pada bidang
Misal kita ambil permukaan di bidang xy, maka gaya yang bekerja mengarah ke arah sumbu z. Dan besarnya bisa dicari dengan rumus
σz = Fz / Axy
0.000000
0.000000
28 September 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, Elemen mesin
1987., A Text Book of Machine Design, elemen mesin, Eurasia Publishing House, fatek unisma, New Delhi, R.S. Khurmi dan J.K. Guppta, Sularso dan Kiyokatsu Suga, unisma bekasi
introduction mata kulia elemen mesin with R.Bagus Suryasa, ST. M.Si
buku panduan yang diapakai
1. R.S. Khurmi dan J.K. Guppta, A Text Book of Machine Design, Eurasia Publishing House, New Delhi, 1987.
2. M.F. Spoots, Design of Machine Elements, Prentice-Hall, Marubeni, 1986.
3. Gustav Nieman, Machine Element, Design and Calculation, vol.I/II, Springer Verlaag.
4. Sularso dan Kiyokatsu Suga, Dasar-dasar Perencanaan Elemen Mesin, ITB Bandung.
5. Elemen Mesin 1 ( R.Bagus Suryana)
Elemen mesin adalah bagian dari komponen tunggal yang dipergunakan pada konstruksi mesin, dan setiap bagian mempunyai fungsi pemakaian yang khas. Dengan pengertian tersebut diatas, maka elemen mesin dapat dikelompokkan sebagai berikut :
baca selengkapnya..
0.000000
0.000000
27 September 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, proses produksi
cold proses, fatek unisma, pengerolan, proses produksi, rekristalisasi, rolling, rolling proses, unisma 45, unisma bekasi

introduction mata kuliah proses produksi with H. Ahsan,ST,S.Pd, MT.
PENGEROLAN ( ROLLING)
Batang baja yang tidak dilebur kembali dan dituang dalam cetakan diubah bentuknya dalam dua tahap :
1. Pengerolan baja menjadi barang setengah jadi: bloom, bilet, slab.
2. Pemrosesan selanjutnya dari bloom, bilet, slab menjadi pelat, lembaran, batangan, bentuk profil atau lembaran tiffs [foil].
Baja didiamkan dalam cetakan ingot hingga proses solidipikasi lengkap, kemudian dikeluarkan dari cetakan. Selagi panas, ingot dimasukan dalam dapur gas yang disebut pit rendam dan dibiarkan sampai mencapai suhu kerja merata sekitar 1200 °C. Ingot kemudian dibawa ke mesin pengerolan dimana ingot dibentuk menjadi bentuk setengah jadi seperti bloom, bilet, slab. Bloom mempunyai ukuran minimal 150×150 mm. Bilet lebih kecil daripada bolm dan mempunyai ukuran persegi, ukuran mulai dari 40x40mm sampai 150×150 mm. Bloom atau bilet dapat digiling menjadi slab yang mempunyai lebar minimal 250 mm dan tebal minimal 40 mm. Lebar selalu tiga (atau lebih) kali tebal, dengan ukuran maksimal 1500 mm. Pelat, skelp dan setrip tipis digiling dari slab.
baca selengkapnya..
0.000000
0.000000
26 September 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, mekanika fluida
fatek unisma, fluida Newtonian, Gaya apung (Hukum Archimedes), hipotesis kontinum, Hukum Pascal, MEKANIKA FLUIDA, Persamaan Navier-Stokes, unisma bekasi

materi kuliah mekanika fluida with Ragil Sukarno.ST.MT
Efek Bernoulli dalam mekanika fluida
Mekanika fluida adalah subdisiplin dari mekanika kontinum yang mempelajari fluida (yang dapat berupa cairan dan gas). Mekanika fluida dapat dibagi menjadi fluida statik dan fluida dinamik. Fluida statis mempelajari fluida pada keadaan diam sementara fluida dinamis mempelajari fluida yang bergerak.
Hubungan dengan mekanika kontinum
Mekanika fluida biasanya dianggap subdisiplin dari mekanika kontinum, seperti yang diilustrasikan pada tabel berikut.
| Mekanika kontinum: studi fisika dari material kontinu |
Mekanika solid: studi fisika dari material kontinu dengan bentuk tertentu. |
Elastisitas: menjelaskan material yang kembali ke bentuk awal setelah diberi tegangan. |
| Plastisitas: menjelaskan material yang secara permanen terdeformasi setelah diberi tegangan dengan besar tertentu. |
Reologi: studi material yang memiliki karakteristik solid dan fluida. |
| Mekanika fluida: studi fisika dari material kontinu yang bentuknya mengikuti bentuk wadahnya. |
Fluida non-Newtonian |
| Fluida Newtonian |
Dalam pandangan secara mekanis, sebuah fluida adalah suatu substansi yang tidak mampu menahan tekanan tangensial. Hal ini menyebabkan fluida pada keadaan diamnya berbentuk mengikuti bentuk wadahnya.
download materi kuliah dlm bentuk ppt disini
Berikut adalah materi ajar Mekanika Fluida, silahkan download dibawah :
Materi Mekanika Fluida
Asumsi Dasar
Seperti halnya model matematika pada umumnya, mekanika fluida membuat beberapa asumsi dasar berkaitan dengan studi yang dilakukan. Asumsi-asumsi ini kemudian diterjemahkan ke dalam persamaan-persamaan matematis yang harus dipenuhi bila asumsi-asumsi yang telah dibuat berlaku.
BACA MATERI SELENGKAPNYA…
0.000000
0.000000
26 September 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, termodinamika
fatek unisma, hukum termodinamika, koordinat sistem termodinamika, pertengkaran, system termodinamika, thermodinamika, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
materi kuliah thermodinamika with Dr.Ir.Supiyanto.MP,
S

ebuah sistem termodinamika
Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = ‘panas’ and dynamic = ‘perubahan’) adalah fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal.
Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Karena alasan ini, penggunaan istilah “termodinamika” biasanya merujuk pada termodinamika setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses “super pelan”. Proses termodinamika bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-setimbang.
Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwa termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik.
download materi kuliah thermodinamika dlm ppt disini
Berikut adalah materi ajar Thermodinamika, silahkan download dibawah :
Thermodinamika I
Judul
Daftar Isi
Bab I dan Bab II
Bab III
Bab IV
Bab V
Thermodinamika II
Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam.
baca penjelasan selengkapnya…
0.000000
0.000000
17 Juli 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, pendidikan agama islam
cara membuat magnet, cara mengkafani, cara mengubur, cara menshalatkan, fakultas teknik unisma, jenazah, kewajiban terhadap mayit, materi pai, mati, mayit, orang meninggal, pengurusan jenazah, unisma, unisma 45, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
materi kuliah pendidikan agama islam oleh bapak Ismail Ibrahim Spd.I Mpd.I
Jenazah atau Mayat atau Jasad adalah orang yang telah meninggal dunia. Setelah proses pengurusan jenazah, termasuk di dalamnya memandikan, mengkafani, dan proses lainnya berdasar ajaran agama masing-masing (misalnya dalam Islam ada proses men-salati), biasanya mayat dikuburkan atau dikremasi (dibakar). Proses pengurusan jenazah ini biasanya dilakukan oleh keluarga jenazah dengan dukungan pemuka agama.
silahkan download materinya
PENGURUSAN JENAZAH
semoga bermanfaat
0.000000
0.000000
10 Mei 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, pendidikan agama islam
fatek unisma, haji adalah, jenis ibadah haji, pai unisma, perbedaan haji dan umrah, syarat umrah syarat syah haji, tata cara haji, tata cara umrah, umrah adalah, unisma 45 bekasi, unisma bekasi, wajib haji
persentasi kelompok pertama, materi kuliah pendidikan agama islam oleh bapak Ismail Ibrahim Spd.I Mpd.I
Umrah (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti melaksanakan Tawaf di Ka’bah dan Sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.
Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
Syarat ,Wajib, dan Rukun Umrah
Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji.Sedangkan rukun umrah adalah :
- Ihram
- Tawaf
- Sai
- Mencukur rambut kepala atau memotong sebagian(tahalul)
- Tertib
baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
3 Mei 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, Fisika Dasar
arus induksi, dinamo, efisiensi tranformator, elektronmagnetik, fatek unisma, fisika dasar, fluks magnetik, generator, ggl induksi, induksi, macam - macam tanformator, tranformator, transmisi daya listrik, unisma 45 bekasi, unisma bekasi

bahan kuliah fisika dasar with ibu Fitri Wijayanti, S.Si, M.Eng
Pada pembahasan sebelumnya tentang Medan Magnetik telah dijelaskan bahwa kuat dan arah medan magnetik dinyatakan oleh garis-garis gaya magnetik. Tahukah kamu… bahwa sesungguhnya Medan magnet tidak kasat mata namun bisa dibuktikan dengan mengamati penyimpangan jarum kompas atau serbuk halus besi di sekitar kawat berarus listrik.
Silahkan lihat video tautan di bawah ini:
Hal ini menyatakan bahwa:
- Arus listrik dapat menghasilkan medan magnetik atau
- Medan magnetik mengerjakan gaya pada kawat berarus listrik atau pada muatan bergerak.
Akibat dari pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan :
“ Jika arus listrik dapat menghasilkan medan magnetik apakah medan magnetik juga dapat menghasilkan arus listrik ? ”.
Melalui berbagai percobaan, Michael Faraday (1791-1867), seorang ilmuwan jenius dari inggris akhirnya berhasil membuktikan bahwa arus listrik memang dapat dihasilkan dari perubahan medan magnetik. Peristiwa dihasilkannya arus listrik akibat adanya perubahan medan magnetik dinamakan induksi elektromagnetik, sedangkan arus yang dihasilkan dari induksi elektromagnetik dinamakan arus induksi. Penemuan ini dikenal dengan “Hukum Faraday”. Penemuan ini dianggap sebagai penemuan monumental. Mengapa? Pertama, “Hukum Faraday” memiliki arti penting dalam hubungan dengan pengertian teoretis tentang elektromagnetik. Kedua, elektromagnetik dapat dipergunakan sebagai penggerak secara terus-menerus arus aliran listrik seperti yang digunakan oleh Faraday dalam pembuatan dinamo listrik pertama.
download materi kuliah pertemuan ke 8 disini
Percobaan Faraday

- Ketika magnet digerakkan ( keluar- masuk ) dalam kumparan, jarum pada galvanometer akan menyimpang.
- Ketika magnet tidak digerakkan (berhenti) dalam kumparan, jarum pada galvanometer tidak menyimpang (menunjukkan angka nol).
- Penyimpangan jarum galvanometer ini menunjukkan bahwa di dalam kumparan mengalir arus listrik. Arus listrik seperti ini disebut arus induksi.
- Arus listrik timbul karena adanya perubahan jumlah garis gaya magnet, yang mengakibatkan pada ujung-ujung kumparan timbul beda potensial. Beda potensial ini disebut gaya gerak listrik induksi (ggl induksi)
baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
18 April 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, pendidikan pancasila
butir butir pancasila, fatek unisma, pendidikan pancasila, pengamalan pancasila, sila ke 1, unisma bekasi
materi kuliah with bapak R.PUDJADI, Drs.,MM
Butir-butir pengamalan Pancasila
Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.
36 BUTIR-BUTIR PANCASILA (EKA PRASETIA PANCA KARSA)
A. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
- Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
- Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
- Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
18 April 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, Fisika Dasar
cyclotron, fatek unisma, fisika dasar, fiskas, gaya lorents, gaya lorents pada kawat sejajar, gaya magnet pada kawat berarus, gaya magnetik, gerak melingkar beraturan, syncroton, unisma, unisma bekasi

bahan kuliah fisika dasar with ibu Fitri Wijayanti, S.Si, M.Eng
GAYA LORENTZ
Gaya Lorentz pada kawat lurus berarus listrik
Jika kawat panjang l dialiri arus listrik I berada dalam medan magnet B, maka kawat tersebut akan mengalami gaya Lorentz atau gaya magnet yang arahnya dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan.
Gaya Lorentz adalah gaya (dalam bidang fisika) yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet, B. Arah gaya ini akan mengikuti arah maju skrup yang diputar dari vektor arah gerak muatan listrik (v) ke arah medan magnet, B, seperti yang terlihat dalam rumus berikut:

- baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
16 April 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, gambar teknik
baut, cara gambar baut, cara gambar mur, fatek unisma, gambar mur dengan pensil, gambar teknik mur dan baut, gambar ulir, mur, mur dan baut, mur m30, pensil hb, teknik gembar mur dan baut, ulir halus, ulir kasar, unisma, unisma bekasi

mata kuliah gambar teknik with bapak wahyu hidayat.ST
keterangan gambar
baca selengkapnya..
0.000000
0.000000
12 April 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, Fisika Dasar
cara membuat magnet, fatek unisma, hipotessa webber, induksi magnet, magnet buatan, magnet bumi, sifat sifat magnet, sudut deklinasi, unisma, unisma bekasi
bahan kuliah fisika dasar with Fitri Wijayanti, S.Si, M.Eng
Asal-usul Magnet
Darimanakah asal magnet?
Berdasarkan asalnya magnet ada 2 jenis, yaitu
Ø Magnet Alam
Ø Magnet Buatan
Asal-usul Kemagnetan
•Kata magnet berasal dari kata magnesia, yang merupakan nama suatu daerah di Asia Kecil, dimana ditemukannya batu besi lebih dari 2000 tahun yang lalu.
•Bangsa Cina sudah menggunakan petunjuk arah kompas magnetik dalam pelayaran kira-kira mulai tahun 1200.
Penggunaan Magnet
ØThalles adalah orang pertama yang meneliti tentang batu magnet .
ØMagnet pertama kali digunakan untuk kompas oleh bangsa Cina
ØDalam perkembangannya magnet sekarang digunakan diberbagai alat dari yang sederhana sampai yang sangat canggih dan modern
PENGGOLONGAN BENDA BERDASARKAN SIFAT MAGNETNYA.
Berdasarkan sifat magnetnya benda dibagi menjadi 2 macam yaitu ferromagnetik (benda yang dapat diterik kuat oleh magnet), parramagnetik (denda yang dapat ditarik magnet dengan lemah) dan diamagnetik (benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet).
Contoh ferromagnetik adalah besi, baja, nikel dan kobalt.
Contoh parramagnetik adalah platina dan aluminium.
Contoh diamagnetik adalah seng, dan bismut.
Setiap magnet mempunyai sifat (ciri) sebagai berikut :
(1) dapat menarik benda logam tertentu.
(2) gaya tarik terbesar berada di kutubnya.
(3) selalu menunjukkan arah utara dan selatan bila digantung bebas.
(4) memiliki dua kutub.
(5) tarik menarik bila tak sejenis.
(6) tolak menolak bila sejenis.
BACA SELENGKAPNYA DISINI…
0.000000
0.000000
12 April 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, Fisika Dasar
arus listrik, fatek unisma, fisika dasar, hukum kirchoff, ohm, physic, tahanan adalah, tegangan, unisma bekasi
bahan kuliah fisika dasar with Fitri Wijayanti, S.Si, M.Eng
Untuk memahami Arus listrik, tahanan, dan tegangan, dapat kita analogikan pada sebuah sungai berbatu. Air yang mengalir adalah arus listrik, batu-batu yang menghalangi adalah tahanan listrik, dan perbedaan ketinggian sumber air dan tempat tujuan air adalah tegangan atau beda potensial. Makin tinggi letak sumber air maka akan makin deras arus air yang mengalir, makin besar batu yang menghadang maka arus air yang mengalir akan makin sedikit karena terhalang.
- Pengertian Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron yang mengalir melalui suatu titik dalam rangkaian listrik tiap satuan waktu. Satuan arus listrik adalah Coulomb/detik atau Ampere. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tahanan listrik adalah Ampere Meter (Clamp Ampere).
I = Q/t
I : Arus listrik dalam Ampere (A)
Q : Muatan listrik dalam Coulomb
t : Waktu dalam detik
baca selengkapnya..
0.000000
0.000000
4 April 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, gambar teknik, Komputer 1
autocad mur, baut, fatek unisma, GAMBAR BAUT cara gambar baut cara membuat baut dengan autocad 2012 baut segi enam gambak teknik menggambar kepala baut dengan menggambar mur baut autocad menggambar pandangan mur baut autocad 2d skets, gambar mur, gambar perspektif, mur, mur dan baut, sketsa mur, unisma bekasi
materi kuliah gambar teknik with bapak wahyu hidayat ST berkaitan juga dengan materi Autocad with bapak Rahmadya Trias

Langkah-langkahnya :
1.Buat lingkaran dengan jari-jari yang ditentukan misal 7
2. Gambar segi 6 dengan perintah polygon, sehingga seperti gambar dibawah

baca selengkapnya..
0.000000
0.000000
2 April 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, pendidikan pancasila
fatek unisma, Paper, paper adalah, paper pancasila, paper unisma, pengertian paper, unisma bekasi
materi kuliah with bapak R.PUDJADI, Drs.,MM
melengkapi tugas paper mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaan.
paper adalah tulisan yang memuat pembahasan dari sebuah topik tertentu dengan dukungan data dan argumen yang valid dan kuat.
berikut nama kelompok dan anggotanya..
Kelompok paper pancasila
Kelompok 1
- Temonsujadi
- Nur hidayat
- Rendra
- Syamsul Arifin
- Freddy Ferdinand
- M.Fahri a
- Perdi
- Agus Rahardi
- Rian Hidayat
- Aris exwanto
- Rizqin Agusta A
- Suroto
- W. Prian
- Deni Priatna
- Aldi Aldiansyah
- Nabhan Ulinuha
- Juli Anenda
- Nanang M
- Anton Kurniawan
- M.Sudirman
- Ma’ful Hidayat
- Rahardi wahyu s
baca selengkapnya..
0.000000
0.000000
29 Maret 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, pendidikan agama islam
kitab puasa, niat puasa, pai, puasa yang haram, rukun puasa, syarat puasa, tingkatan puasa, unisma, unisma bekasi, wajib puasa
materi kuliah pendidikan agama islam oleh bapak Ismail Ibrahim Spd.I Mpd.i
Saum (Bahasa Arab: صوم, transliterasi: Sauwm) secara bahasa artinya menahan atau mencegah. Menurut syariat agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.
Perintah berpuasa dari Allah terdapat dalam Al-Quran di surat:
[Al-Baqarah] ayat 183.
َيَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ”
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”[Al-Baqarah] ayat 185.”
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
“download pertemuan ke 4 puasa menurut alquran, hadist, ijma’ dan qiyas disini
Hikmah puasa
Ibadah saum Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mukmin adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam QS. Al- Baqarah/2: 183. Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah ‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam QS. Ali ‘Imran/3: 146. Di antara hikmah dan faedah puasa selain untuk menjadi orang yang bertakwa adalah sebagai berikut; baca selengkapanya disini…
0.000000
0.000000
29 Maret 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, Fisika Dasar
fisika dasar, fiskas, hambatan kawat, hukum kirchof, hukum ohm, listrik dinamis, paralel, rangkaian paralel, rangkaian seri, seri, unisma bekasi
bahan kuliah fisika dasar with Fitri Wijayanti, S.Si, M.Eng
Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis adalah muatan listrik dibagai waktu dengan satuan muatan listrik adalah coulumb dan satuan waktu adalah detik. kuat arus pada rangkaian bercabang sama dengan kuata arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar. sedangkan pada rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung hambatan. Sebaliknya tegangan berbeda pada hambatan. pada rangkaian seri tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan. semua itu telah dikemukakan oleh hukum kirchoff yang berbunyi “jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar”. berdasarkan hukum ohm dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus × hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. tegangan memiliki satuan volt(V) dan kuat arus adalah ampere (A) serta hambatan adalah ohm.
download pertemuan ke 4 listrik dinamis disini
Hukum Ohm
Aliran arus listrik dalam suatu rangkaian tidak berakhir pada alat listrik. tetapi melingkar kernbali ke sumber arus. Pada dasarnya alat listrik bersifat menghambat alus listrik. Hubungan antara arus listrik, tegangan, dan hambatan dapat diibaratkan seperti air yang mengalir pada suatu saluran. Orang yang pertama kali meneliti hubungan antara arus listrik, tegangan. dan hambatan adalah Georg Simon Ohm (1787-1854) seorang ahli fisika Jerman. Hubungan tersebut lebih dikenal dengan sebutan hukum Ohm.
Setiap arus yang mengalir melalui suatu penghantar selalu mengalami hambatan. Jika hambatan listrik dilambangkan dengan R. beda potensial V, dan kuat arus I, hubungan antara R, V, dan I secara matematis dapat ditulis:

baca selengkapnya disini
0.000000
0.000000
Older Entries
Newer Entries
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.