Beranda

Seri Paralel Beda Wattpeak apa pengaruh nya?

Tinggalkan komentar


Halo sahabat renewable energy.

Seri paralel beda wattpeak apa pengaruhnya.??

Kita ambil contoh postingan simbah George Frans

Apa terjadi kalo panel surya berbeda di paralel atau di seri:

Contoh dua panel dari posting member:
120Wp 17.2v vmp 6.97A imp
100Wp 17.8v vmp 5.62A imp
Kalo terpisah di panen = 220w max.

Apa terjadi kalo di paralel:.
(6.97A + 5.62A) x 17.2v = 216w

Apa terjadi kalo di seri:
(17.2v+17.8v) x 5.62A = 196.7w 😣

Jadi, secara simpel kalo panel berbeda di paralel ikut voltase terrendah dan kalo di seri ikut amper terrendah. Di saran selalu paralel atau seri panel2 dgn merek, usia dan kapasitas (vmp & imp) yg sama

Lagi

Listrik Dinamis

3 Komentar


bahan kuliah fisika dasar with Fitri Wijayanti, S.Si, M.Eng

Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis adalah muatan listrik dibagai waktu dengan satuan muatan listrik adalah coulumb dan satuan waktu adalah detik. kuat arus pada rangkaian bercabang sama dengan kuata arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar. sedangkan pada rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung hambatan. Sebaliknya tegangan berbeda pada hambatan. pada rangkaian seri tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan. semua itu telah dikemukakan oleh hukum kirchoff yang berbunyi “jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar”. berdasarkan hukum ohm dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus × hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. tegangan memiliki satuan volt(V) dan kuat arus adalah ampere (A) serta hambatan adalah ohm.

download pertemuan ke 4 listrik dinamis disini

Hukum Ohm

Gambar:ohm1.jpg

Aliran arus listrik dalam suatu rangkaian tidak berakhir pada alat listrik. tetapi melingkar kernbali ke sumber arus. Pada dasarnya alat listrik bersifat menghambat alus listrik. Hubungan antara arus listrik, tegangan, dan hambatan dapat diibaratkan seperti air yang mengalir pada suatu saluran. Orang yang pertama kali meneliti hubungan antara arus listrik, tegangan. dan hambatan adalah Georg Simon Ohm (1787-1854) seorang ahli fisika Jerman. Hubungan tersebut lebih dikenal dengan sebutan hukum Ohm.
Setiap arus yang mengalir melalui suatu penghantar selalu mengalami hambatan. Jika hambatan listrik dilambangkan dengan R. beda potensial V, dan kuat arus I, hubungan antara R, V, dan I secara matematis dapat ditulis:

Gambar:ohm.jpg

baca selengkapnya disini

%d blogger menyukai ini: