Beranda

Mudik ke kampung [akherat]

Tinggalkan komentar


mudikbismillahirahmanirahim,

sahabatku semua yang dirahmati Allah, jakarta dengan segala gemerlapnya, tiba-tiba menjadi sepi, jalanan tidak macet, ekonomi berputar lambat, langitpun cerah, suara-suara kendaraaan yang menderu tiap harinya, asap yang tebal, suara-suara yang berisik, berangsur menghilang entah kemana, kapan hal itu terjadi? jawabnya saat mereka semua kembali ke “kampung halaman tercinta”

bicara soal pulang kampung, adalah hal yang indah, kampung adalah tempat kita dilahirkan, tempait bermain kita sewaktu kecil, tempat kita mencari ilmu, tempat kawan-kawan kita tinggal, sungainya, gunungnya, airnya, udara, orang-orangnya, suasananya, tenggang rasanya, rumah-rumahnya, cintanya, yang membuat kita rindu akan kembali ke kampung halaman masing-masing, ya gak kawan.

pagi ini, dengan suasana yang dingin, langit yang gelap mulai cerah kemerah-merahan, ayam berkokok bersautan, aktifitas orang berkerja sudah mulai kelihatan, suara adzan terdengar memecah kehinangan malam, semilir angin pagi menusuk badan, inilah suasana yang selalu kurindukan sepanjang waktuku,

Memandang langit nan indah
Menikmati ciptaan Sang Maha Pemurah
Ucapan syukur menghias lidah
Berharap kan bisa selalu terarah

salam hangat pijar mentari
sehangat segelas kopi susu diatas batu,
pacu semangat menyongsong hari

mengejar cita cita sepanjang waktu

Tidakkah kita memiliki rasa rindu pula dengan kampung akhirat kita? Tidakkah kita ingin menikmati indahnya kampung akhirat yang berkekalan waktunya?

sebuah kisah, cerita kembali kepada allah [Taubatnya Malik bin Dinar]

 

Diriwayatkan dari Malik bin Dinar, dia pernah ditanya tentang sebab-sebab dia bertaubat, maka dia berkata: “Aku adalah seorang polisi dan aku sedang asyik menikmati khamr (arak), kemudian aku beli seorang budak perempuan dengan harga mahal, maka dia melahirkan seorang anak perempuan, aku pun menyayanginya. Ketika dia mulai bisa berjalan, cintaku bertambah padanya. Setiap kali aku meletakkan minuman keras dihadapanku anak itu datang padaku dan mengambilnya dan menuangkannya di bajuku, ketika umurnya menginjak dua tahun dia meninggal dunia, maka aku pun sangat sedih atas musibah ini.

baca kisah cahaya hati selengkapnya…

Perjalanan ini singkat

Tinggalkan komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, butiran-butiran air mata jatuh membasahi pipi, jika seorang yang kita sayangi pergi mungkin tangis yang menghiasi hari demi hari, siapakah orang yang paling engkau cintai didunia ini?

terdengar kabar ibunda temen saya dipanggil yang maha kuasa, sedih rasanya, tak terbayang bagaimana jika itu saya alami, belum sempat air mata megering beberapa hari kemudian terima kabar yang sama sedihnya, kawan saya sdr. eko setiawan harus dulu menghadap kehadirat Allah swt. ya Allah, perjalanan ini singkat, umur ini terbatas semua telah engkau gariskan dan kau tentukan, semoga yang terbaik menurut engkaulah yang terbaik bagi kami,

sahabatku yang baik hatinya,

Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu.

baca kisah cahaya hati selengkapnya…

terus dimana posisi kita?

6 Komentar


bismillahirahmanirahmim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, siapa diantara kalian yang tidak suka keindahan, coba kemukakan? eits,… bukan keindahan fisik semata, keindahan hati, keindahan akhlak, keindahan akal adalah melebihi dari keindahan fisik semata, namun tak jarang orang hanya mementingkan keindahan fisiknya.. dipoleslah selalu dengan bedak, dengan wangi-wanginya, ke salon dan segala macemnya namun keindahan hatinya dibiarkan begitu saja hingga kering meronta… maka jelas kan, jika banyak dijumpai orang yang cantik rupanya namun buruk kelakukannya…. pernahkah engkau menjumpai seperti itu kawan?

saya rasa pernah?… lantas bagaimana agar keindahan luar dan dalam seimbang?

keindahan itu mahal harganya… orang yang indah luar dan dalamnya… sungguh jarang ditemuinya…

bagaimana dengan kita kawan? sudahkah keindahan itu menjadi bagian dari diri kita?

sebuah kisah bacalah dengan seksama……

Suatu ketika seorang pengrajin batu berjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat seonggok batu dengan warna coklat kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan kenampakan luarnya relatif lapuk. Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terlihat warna asli dari batu tersebut adalah putih.

baca kisah selengkapnya….

%d blogger menyukai ini: