Beranda

Siapa yang akan Mengenang ?

2 Komentar


wafatnya ulamabismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, seberapa indah penutupan kehidupan masa depan yang akan kita bangun ? apa dengan prestasi yang gemilang dikampus, apakah dengan mendapat predikat nilai kumlot bisa membuat penutupan kehidupan masa depan menjadi indah, ah belum tentu toh banyak sekali orang yang dengan nilai biasa saja justru mempunyai penutupan masa depan yang indah,

ada apa dengan penutupan kehidupan masa depan, masa yang tentu akan kita lewati, masa pertanggungjawaban semua amal serta budi, masa pembalasan perbuatan, masa yang sangat panjang hingga datang hari kebangkitan..

kenapa dengan penutupan kehidupan masa depan? siapa yang akan mengingat, siapa yang akan mengenang ? jika raga telah menjadi debu, jika tulang belulang tinggal kenangan, jika tubuh tak perdaya dalam himpitan galian tanah, siapa yang akan mengenang ?

siapa yang akan mengenang, jika nama tinggal nama, bukan siapa-siapa, bukan ulama, bukan kiyai, bukan pahlawan, bukan siapa-siapa yang tak banayak dikenal orang, siapa yang akan mengenang ?

siapa yang akan mengenang kamu ?

mengenang dan muhasabah diri atas meninggalnya ulama – ulama mulia, bacalah semoga bermanfaat.

tepatnya Jumat 15 Ramadhan 1425 H bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2004 M, Makkah dan dunia Islam menangis karena tersiar berita bahwa seorang ulama besar Sayyid Mohammad Al-Maliki, wafat. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi (Waktu Mekkah) atau jam10.00 WIB di salah satu rumah sakit di Makkah , setelah beberapa jam berjuang melawan penyakit yang datang secara mendadak.Sebelum menghembuskan nafas terakhir masih menunaikan shalat subuh di kediamannya.

Jasa beliau yang besar terhadap Islam tidak bisa dilupakan. Tahun demi tahun berlalu, dan ingatan kita pasti menyertainya Kita tidak bisa lupa kepada beliau. Ingatan kita kepada beliau sudah menjadi kebutuhan, ibarat kita butuh makan, butuh minum, butuh menghirup udara segar, butuh tidur, butuh istirahat, butuh senyum, butuh salam, butuh menyayangi dan disayangi.

baca uraian cahaya hati selengkapnya….

Perjalanan ini singkat

Tinggalkan komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, butiran-butiran air mata jatuh membasahi pipi, jika seorang yang kita sayangi pergi mungkin tangis yang menghiasi hari demi hari, siapakah orang yang paling engkau cintai didunia ini?

terdengar kabar ibunda temen saya dipanggil yang maha kuasa, sedih rasanya, tak terbayang bagaimana jika itu saya alami, belum sempat air mata megering beberapa hari kemudian terima kabar yang sama sedihnya, kawan saya sdr. eko setiawan harus dulu menghadap kehadirat Allah swt. ya Allah, perjalanan ini singkat, umur ini terbatas semua telah engkau gariskan dan kau tentukan, semoga yang terbaik menurut engkaulah yang terbaik bagi kami,

sahabatku yang baik hatinya,

Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu.

baca kisah cahaya hati selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: