Beranda

semakin tinggi semakin merendah

Tinggalkan komentar



rendah hatibismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang dimulyakan Allah. Semua orang tanpa terkecuali pasti suka dipuji, dihormati dan juga dihargai oleh orang lain.  Mereka tidak suka jika ada orang lain meremehkan, merendahkan atau menghina.  Pujian terhadap seseorang itu sangat berarti, bisa membangkitkan semangat baginya untuk bekerja dan berkarya lebih baik lagi dari yang telah dikerjakan, betul tidak kawan ?

namun sayang ego manusia itu kadang terlalu besar, jika sudah merasa paling kaya, merasa paling pinter,merasa punya gelar, merasa paling tampan, merasa paling baik, merasa paling alim, merasa paling bijaksana, merasa paling berkuasa, merasa punya jabatan, merasa tinggi, merasa berwibawa dan merasa-merasa lain yang terlalu banyak untuk disebutkan.. maka apa yang bisa kita lihat sekarang ini ?

Hampir setiap hari kita mendengar atau menyaksikan betapa banyak orang termasuk kita, menunjukkan arogansi kekuasaan atau kekayaan maupun kehebatan yang kita miliki. hayoo ngaku ??

terus kenapa bisa demikian ? bagaimana cara mengatasi  jika ego diri menyelimuti hati ?

sebuah kisah baacalah dengan perlahan sambil menyelami maknanya…semoga bermanfaat.

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera kaya raya membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya,

baca kisah cahaya hati selengkapnya….

ladang hati

4 Komentar


Sesuatu yang Baik, belum tentu Benar.
Sesuatu yang Bagus, belum tentu Berharga.
Sesuatu yang Berharga, belum tentu Bagus.

Jika kita tidak bisa menjadi orang Pandai, jadilah orang yang Baik.
Jika kita berbuat Baik, maka Kebaikan pula yang akan kita terima kelak.
Iri Hati yang ditujukan kepada seseorang akan Melukai diri sendiri.

Yang Penting bukan ‘Berapa Lama’ kita hidup, tetapi ‘Bagaimana’ kita hidup.
Orang Bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak Persahabatan.

Jika Kejahatan dibalas Kejahatan, maka itu adalah Dendam.

Jika Kebaikan dibalas Kebaikan, itu merupakan Perkara Biasa.
Jika Kebaikan dibalas Kejahatan, itulah Zalim.
Tetapi, jika Kejahatan dibalas Kebaikan, inilah yang dinamakan MULIA dan TERPUJI.

baca selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: