Beranda

Stop “Black Campaign” jaga sikap.

Tinggalkan komentar


bismillahirahmanirahimjoko-prabowo

mendekati pemilihan pilpres beberapa hari lagi, terlihat dari masing-masing kubu berupaya menarik simpati dengan gaya dan cara masing-masing, iklan maupun gambar-gambar dimedia cetak, elektronik, papan baliho dipinggir jalan tak asing lagi kita kan sering melihatnya. menarik sekali sungguh, pilpress kali ini akan terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya..

ada sedikit koreksi yang mungkin kita lupa akan hakekatnya, yang kadang tanpa kita sadari kita melakukanya salah satunya yaitu upaya menjelek-jelekan salah satu kubu demi mendukung apa yang kita dukung, ia kita kenal dengan istilah “Black campaign”

bagaimana nasehat ulama-ulama menanggapi masalah tersebut ?

baca selengkapnya disini…

Penampilan sering kali menipu

Tinggalkan komentar


penampilan menipubismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. Pakaian yang rapi, trendi, sepatu mengkilap, harum parfumnya dengan mobil mewahnya. gaya bicara yang teratur, mempunyai wibawa, setiap yang datang memberikan salam kepadanya, berjalan bak peragawati inilah gaya orang yang menduduki jabatan strategis pada institusi negara/pemerintahan, yang kadang kala berlomba-lomba melakukan korupsi bahkan Secara bangga, gagah berani, dan riang gembira, mereka berpacu menjarah uang negara dan rakyat.

Di Tanah Air ini, ternyata korupsi telah menjadi tren dan gaya hidup. Banyak orang begitu nikmat dan enjoy melakukan korupsi. Sedemikian banyak manusia yang melakukan korupsi, dari pusat sampai daerah. Koruptor-koruptor ini terutama adalah manusia yang menduduki jabatan strategis dalam berbagai institusi negara dan pemerintahan, dari bawah sampai atas.

Tidak ada rasa malu dan bersalah lagi memerankan diri sebagai koruptor yang tentunya sama persis dengan garong dan maling. Di balik pakaian yang rapi dan trendi, para koruptor di negeri ini sebenarnya adalah garong dan maling kelas kakap, bahkan superkakap. Di negeri ini, korupsi telah dilakukan secara terbuka dan terang-terangan.

namun……

bagaimana dengan orang yang berpakaian kurang rapi, awut-awutan, sepatu apa adanya, baunya tidak harum pasti banyak orang yang curiga terhadapnya. bisa jadi malah dikira “maling atau rampok” sedangkan koruptor yang berdandan rapi tak pernah dicurigai.

sahabatku,

Ada kalanya kita tidak melihat apa yang menempel pada tubuh seseorang sebagai penilaian. Meremehkan seseorang karena melihat penilaian dari luar itu bisa jadi sebuah kerugian, Anda tidak akan pernah tahu mungkin suatu hari nanti, seseorang yang Anda remehkan itu bisa saja jadi pengantar rejeki yang tak terduga bahkan ternyata ia itu sangat mulia disisi tuhannya”

sebuah kisah menarik semoga bisa diambil manfaatnya….

Alkisah hidup seorang sufi tersohor bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya;

“Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat diperlukan, bukan hanya untuk penampilan, melainkan juga untuk banyak tujuan lain?”

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi terlebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana . Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?”

baca kisah cahaya hati selengkapnya…….

masih adakah parpol yang bersih ?

12 Komentar


bendera-partai

bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, lihatlah para elit-elit politik di negeri kita tercinta ini mau dibawa indonesia kelak, jika yang diberi amanah tidak bisa menjalankan amanahnya, mau dibawa kemana indonesia kelak, jika ketidak jujuran selalu tampil dibelakang, mau dibawa kemana indonesia kelak, jika uang selalu dijadikan tameng tujuan, mau dimana indonesia kelak, korupsi selalu menyelimuti, ya Allah bantulah kami untuk menyongsong membenahi negeri kami tercinta ini,

mari flasback politik yang Rasulullah saw ajarkan, silahkan dibandingkan dengan parpol sekarang ..!!


Suatu ketika Rosulullah SAW disaat dalam proses awal perjuangan dakwahnya perrnah ditawari kekayaan dan kekuasaan di Mekah dengan maksud agar Rosulullah menghentikan dakwahnya. Dalam pandangan pragmatisme dan strategi politik yang difahami kebanyakan orang, tentunya tawaran tersebut merupakan kesempatan untuk mengembangkan dakwah. Dengan mengambil kekuasaan dan kekayaan terlebih dahulu,  akan lebih mudah untuk berhujjah dan berdakwah.
Akan tetapi semua itu ditolak oleh Rosulullah SAW, karena sistem politik dan dakwah Rasulullah SAW dibangun dengan kejujuran dan ketulusan. Politik dan dakwah dalam Islam dibangun dengan ruh terlebih dahulu sebelum dengan jasad. Dakwah Islam dibangun dengan makna, bukan sekedar lafadz. Dakwah Islam dibangun dengan iman, bukan hanya dengan gebyar dan kemewahan lahir. Politik dalam Islam adalah makna mengatur dalam mewujudkan keindahan dengan keindahan. Dan dakwah adalah dakwah, tiada lebih selainnya kecuali ridlo Allah SWT.

baca selengkapnya disini