Beranda

sudah sejauh mana berjalan ?

2 Komentar


perjalananbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. zaman modern yang penuh dengan hal-hal yang baru menjadi sebuah keniscayaan bahwa setiap makhluk mengalami perubahan. Segala aspek dalam kehidupan akan berubah dan berkembang mengikuti arus zaman. Seiring dengan ini pula manusia sebagai kholifah yang bertugas imaratul ardli, tertuntut untuk mengikuti perubahan. Agar tak tereliminasi dari kancah pertarungan hidup. betul tidak kawan ?

Dewasa ini, era modern yang dikoar-koarkan sebagai bentuk peradaban maju justru memiliki “efek samping” yang begitu kompleks. Budaya, ekonomi, sosial serta agama tak luput dari pengaruh modernisasi tersebut. Kecenderungan masyarakat kini yang konsumerisme dan individualisme adalah dampak nyatanya.

lalu apa implikasinya ? adakah yang tahu…?

sebuah kisah menarik, pencair suasana hati, semoga

Ada kejadian menarik saat Kiai Kholil Bangkalan masih menjadi santri di Pesantren Langitan Tuban. Seperti biasanya Kholil muda selalu berjamaah, yang merupakan keharusan para santri. Suatu ketika di tengah sholat Isya’ tiba-tiba Kholil tertawa terbahak-bahak.

Karuan saja, hal ini membuat santri lain marah. Demikian juga dengan Kiai Muhammad Noer yang menjadi imam saat itu. Seusai sholat berjamaah, Kholil dipanggil ke ndalem kiai untuk diinterogasi.

baca kisah cahaya hati selengkapnyaa….

wali Allah sering menyamar

1 Komentar


karomahbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. orang yang istimewa dihadapan allah, yang ma’rifatullah kadang secara tidak kita sadari berada ditengah-tengah kita, orang yang Allah anugerahkan karomah kemuliaan istimewa itu seringkali dekat dengan kita semua, namun mungkin karena banyak dosa-dosa kita tanpa kita ketahui berlalu begitu saja,

kawanku, wali-wali ALLAH itu kadang menyamar dengan menampakkan dirinya menjadi seorang peminta-minta menjadi seorang pengemis, kadang menjadi orang yang gila, bisa juga menjadi anak gelandangan, menjadi jama’ah pengajian, maupun lain-lain, begitulah cerita-cerita yang selama ini beredar. dan tidak semua orang mampu melihat keaslian mereka, hanya seorang wali lah yang bisa melihat wali, dan orang tertentu yang diberi keistimewaan yang mampu melihat mereka.

apakah engkau bisa ? wallahu a’lam.

maka saya nasehatkan kepada engkau semua, jngan suka menghardik orang yang meminta-minta, orang gelandangan maupun orang gila, bisa jadi itu wali Allah yang Allah perintahkan untuk mengetest seberapa besar imanmu, rasa pedulimu, juga belas kasihmu

sebuah kisah menarik moga bisa diambil manfaatnya,.

Namanya Muhammad Abdul Hamid. Seorang sayyid, cucu Kanjeng Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Tapi saya tak punya informasi tentang marganya. Kemungkinan As Saqqaaf. Beliau hidup sezaman dan bertetangga dengan Kyai Kholil Harun di kampung Kasingan, Rembang. Tak banyak yang mengetahui nama aslinya itu, karena orang-orang lebih mengenalnya sebagai “Mat Amit”. Bahkan mereka terbiasa menyebut atau memanggilnya dengan sebutan itu secara “njangkar” tanpa embel-embel “Mbah” –walaupun terhitung sepuh, “Pak”, apalagi “Yik”.

baca kisah cahaya hati selengkapnya….