Beranda

Krisis air bersih ? PLTS solusinya..!! Benarkah?

17 Komentar


Hallo sahabat Renewable energy. jika kita berbicara mengenai air, maka akan sangat panjang ceritanya, Air ada­lah ke­hidup­an, dan air bersih berarti kesehatan,”Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan. Sebenarnya, jumlah debit air di bumi selalu sama. Air yang dapat dikonsumsi un­tuk keperluan minum sangat­lah sedikit dari volume keselu­ruhan air di bumi. lalu apa kaitanya dengan PLTS ? apakah PLTS bisa menjadi solusi akan kebutuhan air bersih, kebutuhan pertanian, kebutuhan peternakan ? bagaimana caranya? berapa biayanya? apa kendalanya ? mari kita analisa bersama…

Permasalahan ketersedian air akan selalu muncul saat musim kemarau sedang me­landa beberapa daerah Indonesia akan terdengar kabar dimana-mana terjadi kekering­an. saat musim hujan datang ya dipastikan datang lagi beritanya banjir dimana-mana, sungguh merepotkan bukan meskipun kita tahu Indonesia negeri maritim kaya akan air, ironisnya masyarakat­nya masih banyak kekurangan air ber­sih. Air merupakan komponen utama makhluk hidup untuk bertahan hidup dan menunjang aktivitas. Akan tetapi, krisis air yang kini melanda berbagai daerah telah mengganggu berbagai sektor kehidupan. Kelangkaan persediaan air ini terjadi karena tidak adanya sumber air bersih untuk menunjang kehidupan. Biasanya fenomena ini terjadi karena perubahan iklim terutama apabila wilayah terdampak mengalami musim kemarau juga berbagai beberapa faktor lainnya yang menganggu ketersediaan air bersih didaerah tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data sumber air minum bersih dan sumber air minum layak. Tahun 2018, hanya 39,16 persen rumah tangga memiliki sumber air minum layak. Vo­lume air yang diproduksi per­usahaan air minum menurun dari 4 juta m3 (2016) menjadi 3,6 juta m3 (2017). Hal ini tentu akan memperparah ketersedia­an air bersih terutama air mi­num untuk kebutuhan rumah tangga. gimana menyedihkan bukan sahabat Renewable energy ? piye solusine iki ?!

Lagi

Mahasiswa : Project PAM mandiri Solusi mengatasi problem kekurangan air bersih

1 Komentar


IMG-20140426-00128Bismillahirahmanirahim

PROJECT WATER TOWER PLAN / WATER TREATMENT PLAN (WTP- PAM MANDIRI)

Sahabatku semua yg dirahmati Allah, Teringat sebuah konsep dasar yang menjadi rujukan sebagai seorang mahasiswa saat memutuskan dirinya masuk perguruan tinggi menjadi seorang mahasiswa, iya kita tahu itulah Tri Dharma Perguruan Tinggi” jika kita telaah bersama tri darma perguruan tinggi merupakan fungsi Perguruan Tinggi secara universal. dalam point yang terkandung didalamnya, ada satu point yang tentunya mempunyai tanggung jawab moral yang tinggi terlebih menyandang status sebagai “Mahasiswa”, poin tersebut adalah “Pengabdian terhadap masyarakat” memang apa konsekuensi dari point tersebut ?

Pengabdian masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam rangka kontribusi Perguruan Tinggi terhadap masyarakat yang bersifat konkrit dan langsung dapat dirasakan masyarakat. nah ini, penekanan TANGGUNG JAWAB moral sebagai mahasiswa maksudnya disitu, betul tidak kawan ?.. Aktivitas ini dilaksanakan secara individual atau kelompok oleh anggota civitas akademika perguruan tinggi baik diminta oleh masyarakat maupun atas inisiatif sendiri yang bersifat nonprofit (tidak mencari keuntungan). Dengan adanya pengabdian kepada masyarakat diharapkan ada umpan balik kepada Perguruan Tinggi yang akan dipergunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih lanjut.

beranjak dari pendahuluan tersebut, tentunya muncul pertanyaan, apa kaitannya dengan judul diatas ?
pernah disuatu kelas dosen memberikan stattement  “Seorang Mahasiswa setidaknya harus dikenali Masyarakat” beliau adalah bapak Ismail Ibrahim SPdi Mpdi, dosen agama kita, jika statement ini dijabarkan luas maka setidaknya ada makna bahwa seorang mahasiswa harus mampu memberikan nilai kontribusi positif dimasyarakat sekitarnya, sehingga keberadaan Kemahasiswaanya dapat di perhitungkan dan nilai nilai kemanfaatan dirinya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga ia dikenali bahkan terkenal dilingkungannya, itulah mahasiswa yang Memahasiswakan ke”mahasiswa”annya. menurut saya seperti itu.

sahabatku, kembali kedalam judul, judul tersebut merupakan suatu bentuk contoh sederhana dalam rangka pengabdian seorang mahasiswa dilingkungannya, menuju kedalam pokok permasalahanan inti dari artikel ini, dalam bermasyarakat Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah Air. Air tidak hanya penting bagi manusia Air merupakan bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tubuhan. Tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia inti karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup. permasalahan air ternyata menjadi polemik bagi warga perumahan kami,Perum grand residence setu bekasi, Perumahan yang dibangun dengan dasar tanah persawahan kemungkinan besar air tanah yang dihasilkan tidak layak untuk dikomsumsi karena kebanyakan mengandung kadar logam yang tinggi,

baca inovatif mahasiswa bagi masyarakat selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: