Beranda

jadikan kritikan sebagai nikmat

Tinggalkan komentar


Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik, celaan, atau penghinaan orang lain. Bagi orang yang lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah dan resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dengan memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dengan cara-cara mengorek-ngorek pula aib lawannya tersebut atau mencari dalih-dalih untuk membela diri, yang ternyata ujung dari perbuatannya tersebut hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan batin dan kegelisahan.

Persis seperti orang yang sedang duduk di sebuah kursi sementara di bawahnya ada seekor ular berbisa yang siap mematuk kakinya. Tiba-tiba datang beberapa orang yang memberitahukan bahaya yang mengancam dirinya itu. Yang seorang menyampaikannya dengan cara halus, sedangkan yang lainnya dengan cara kasar. Namun, apa yang terjadi? Setelah ia mendengar pemberitahuan itu, diambilnya sebuah pemukul, lalu dipukulkannya, bukan kepada ular namun kepada orang-orang yang memberitahukan adanya bahaya tersebut.

Lainnya

seberat apapun harus dilewati

2 Komentar


Diceritakan, ada seorang pemuda yang akan menemui saudaranya di suatu desa. Dia bertanya kepada pamannya, di mana rumah saudaranya itu. Pamannya membuatkan sebuah peta agar pemuda ini bisa sampai ke desa dimana saudaranya tinggal. Dengan berbekal peta itu, si pemuda pun berangkat.

Namun, beberapa saat kemudian, si pemuda itu kembali lagi ke rumahnya. Saat ditanya dia menjawab, “Jalannya terlalu berat. Terlalu mendaki dan berliku. Belum lagi bebatuan serta jurang di sisi jalan-jalan menuju desa itu.”

“Berapa umurmu?” tanya si paman.

“Saya 25 tahun paman. keAda apa dengan umur saya?” tanya si pemuda itu.

“Tahukah kamu, kapan saya terakhir ke desa itu?”

“Kapan paman?” tanya si pemuda.

“Terakhir saya ke desa tersebut, saat saya berumur 49 tahun, yaitu dua tahun yang lalu.” jawab si paman.

“Apa maksud paman?”

“Artinya, jalan ke desa itu memang berat. Pertanyaanya adalah, kenapa paman bisa? padahal saat itu umur paman 49 tahun? Sementara, kamu yang masih berumur 25 tahun, mengatakan terlalu berat.” kata si paman.

baca kisah selengkapnya..

lihatlah kebelakangmu

Tinggalkan komentar


Saudaraku, izinkan saya menceritakan sebuah kisah:

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap.

Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise. Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

“Buk….!”

baca selengkapnya..

Dilema seorang ustad

3 Komentar


kawanku sudahkah kau baca berita ini di voa-islam.com

Sebuah surat pembaca datang dari seorang ibu bernama Wulan Darmanto yang mengaku prihatin dengan da’i muda yang kerap tampil di televisi. Dari hatinya yang tulus, ia memberi nasihat secara tertulis, khususnya kepada Ustadz Soleh Mahmud atau yang ngetop disapa Solmed.

Tentu saja, bukan didasari rasa benci atau pun bermaksud untuk ghibah, Ibu Wulan mengharapkan para da’i muda agar memberi teladan pada umat. Dan seharusnya pula, Ustadz Solmed menerima nasihat itu dengan lapang dada, dan tidak menjadikan kritikan itu sebagai ancaman.

Adakalanya, ustad muda yang bergaya bak selebritis tidak menyadari, bahwa popularitas itu sesungguhnya adalah ujian. Boleh jadi, Ustadz Solmed merasa ‘ditodong’ oleh media entertainmen untuk diwawancarai. Boleh saja, diwawancarai, namun satu hal, gunakan bahasa dakwah, bukan bahasa seleb. Ini adalah perangkap.

Berikut surat terbuka seorang Ibu dua anak ini yang tinggal di Pamulang kepada Ustadz Solmed:

baca selengkpanya disini..

indahnya senyumanmu

Tinggalkan komentar


cerita dari negeri seberang

Suatu saat, adzan Maghrib tiba. Kami bersegera shalat di sebuah mesjid yang dikenal dengan tempat mangkalnya aktivis Islam yang mempunyai kesungguhan dalam beribadah. Di sana tampak beberapa pemuda yang berpakaian “khas Islam” sedang menantikan waktu shalat. Kemudian, adzan berkumandang dan qamat pun segera diperdengarkan sesudah shalat sunat. Hal yang menarik adalah begitu sungguh-sungguhnya keinginan imam muda untuk merapikan shaf. Tanda hitam di dahinya, bekas tanda sujud, membuat kami segan. Namun, tatkala upaya merapikan shaf dikatakan dengan kata-kata yang agak ketus tanpa senyuman, “Shaf, shaf, rapikan shafnya!”, suasana shalat tiba-tiba menjadi tegang karena suara lantang dan keras itu. Karuan saja, pada waktu shalat menjadi sulit khusyu, betapa pun bacan sang imam begitu bagus karena terbayang teguran yang keras tadi.

Seusai shalat, beberapa jemaah shalat tadi tidak kuasa menahan lisan untuk saling bertukar ketegangan yang akhirnya disimpulkan, mereka enggan untuk shalat di tempat itu lagi. Pada saat yang lain, sewaktu kami berjalan-jalan di Perth, sebuah negara bagian di Australia, tibalah kami di sebuah taman. Sungguh mengherankan, karena hampir setiap hari berjumpa dengan penduduk asli, mereka tersenyum dengan sangat ramah dan menyapa “Good Morning!” atau sapa dengan tradisinya. Yang semuanya itu dilakukan dengan wajah cerah dan kesopanan. Kami berupaya menjawab sebisanya untuk menutupi kekagetan dan kekaguman. Ini negara yang sering kita sebut negara kaum kafir.

baca kisah selengkapnya..

bahayanya penyakit ini

2 Komentar


bismillahirahmanirahim..

Sehatkan hati, segarkan ruhani, raih kehidupan imani..nah sahabatku sudahkah hatimu merasa sehat. Sehat dalam artinya bukan bebas dari penyakit yang bisa dibuktikan secara medis namun sehat yang aku maksud disini sehat dari berbage penyakit hati, tahukah engkau apa itu?

penyakit yang sangat populer dewasa-dewasa ini, bahkan kepopuleranya mengalahkan penyakit-penyakit yang kronis. penyakit tak terlihat namun dampaknya begitu terasa dan menghancurkan yang diterjangnya. para dokter manapun tidak akan bisa menyembuhkan penyakit ini, wah sungguh mengerikan bukan, Lantas siapa yang bisa menyembuhkan..kok keliatan sangat danger gitu..lain dan tidak lain adalah dirimu sendiri..engkaulah yang bisa menghilangkan penyakit ini dalam hatimu

bagaimana tertarik untuk mengobatinya?

penyakita pa sih? engkau pasti tahulah. kok bisa bilang begitu?. bagaiamana tidak tahu lah kadang penyakit itu bersemanyam lama dihati setiap manusia, entah sang pemilik hati itu sudah tahu atau memang menikmati penyakit itu dalam dirinya. Padahal penyakit ini lebih berbahaya dari berbagai penyakit kronis semisal jantung dan paru-paru..penyakit itu tidak lain adalah iri, dengki, benci, hasut, takabur, sombong dan semua kawan-kawannya yang selalu mengajakmu berbuat kemungkaran

sudahkah kau obati penyakit itu dalam hatimu? atau sengaja kau biarkan tumbuh berkembang pesat didirimu? ada yang bisa jawab?

sebuah kisah semoga engkau bisa berubah. InsyaAllah..

Kisah ini terjadi di salah satu TK (taman kanak-kanak), pada suatu hari, guru TK tersebut mengadakan permainan dengan menyuruh setiap muridnya untuk membawa sebuah kantong plastik transparan dan kentang.

Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang di benci. Jadi, setiap anak membawa jumlah kentang yang berbeda sesuai jumlah orang yang mereka benci. pada hari yang disepakati, semua murid membawa kantong plastik berisi kentang ke sekolah. ada yang berjumlah dua, ada yang tiga, bahkan ada yang lima buah.

baca kisah selengkapnya

buatlah hatimu bercahaya

Tinggalkan komentar


Adakah diantara kita yang merasa mencapai sukses hidup karena telah berhasil meraih segalanya : harta, gelar, pangkat, jabatan, dan kedudukan yang telah menggenggam seluruh isi dunia ini? Marilah kita kaji ulang, seberapa besar sebenarnya nilai dari apa-apa yang telah kita raih selama ini.

Di sebuah harian pernah diberitakan tentang penemuan baru berupa teropong yang diberi nama telescope Hubble. Dengan teropong ini berhasil ditemukan sebanyak lima milyar gugusan galaksi. Padahal yang telah kita ketahui selama ini adalah suatu gugusan bernama galaksi bimasakti, yang di dalamnya terdapat planet-planet yang membuat takjub siapa pun yang mencoba bersungguh-sungguh mempelajarinya. Matahari saja merupakan salah satu planet yang sangat kecil, yang berada dalam gugusan galaksi di dalam tata surya kita. Nah, apalagi planet bumi ini sendiri yang besarnya hanya satu noktah. Sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan lima milyar gugusan galaksi tersebut. Sungguh alangkah dahsyatnya.

Lainnya

jagalah barang kecil ini

2 Komentar


Mudah-mudahan Allah yang Maha Menguasai segala-galanya selalu membukakan hati kita agar bisa melihat hikmah dibalik setiap kejadian apapun yang terjadi. Yakinlah tidak ada satu kejadian pun yang sia-sia, tidak ada suatu kejadian pun yang tanpa makna, sangat rugi kalau kita menghadapi hidup ini sampai tidak mendapat pelajaran dari apa yang sedang kita jalani. Hidup ini adalah samudera hikmah tiada terputus. Seharusnya apapun yang kita hadapi, efektif bisa menambah ilmu, wawasan, khususnya lagi bisa menambah kematangan, kedewasaan, kearifan diri kita sehingga kalau kita mati besok lusa atau kapan saja, maka warisan terbesar kita adalah kehormatan pribadi kita, bukan hanya harta semata. Rindukanlah dan selalu berharap agar saat kepulangan kita nanti, saat kematian kita adalah saat yang paling indah.

Harusnya saat malaikat maut menjemput, kita benar-benar dalam keadaan siap, benar-benar dalam keadaan khusnul khatimah. Harus sering dibayangkan kalau saat meninggal nanti kita sedang bagus niat, sedang bersih hati, keringat sedang bercucuran di jalan Allah SWT. Syukur-syukur kalau nanti kita meninggal, kita sedang bersujud atau sedang berjuang di jalan Allah. Jangan sampai kita mati sia-sia, seperti yang diberitakan koran-koran tentang seorang yang meninggal sedang nonton di bioskop. Terang saja buruk sekali orang yang meninggal di bioskop, apalagi misalnya film yang ditontonnya film (maaf) “
Gairah Membara”, film maksiat, na’udzubillah. Dia akan “membara” betulan di neraka nanti. Ingat maut adalah hal yang sangat penting.

baca selengkapnya..

adakah cinta dihatimu?

5 Komentar


adakah cinta dihatimu kawan, to hanya benci yang memenuhi hatimu, saat kesuksesan melandamu masihkah engkau mencintai orang lain, memberi perhatian kepada orang-orang yang sedang susah, mengasihi anak-anak yatim. sudahkah kau lakukan itu. Saat kekayaan menjadi bagian hidupmu, kau gunakan untuk pa saja kekayaanmu itu. masihkah ada cinta untuk orang-orang miskin yang kelaparan yang kekurangan semua kebutuhan hidupnya. masihkah ada cinta? suatu kisah semoga hatimu tergugah..

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.”

baca kisah selengkapnya..

kamu kenal umurmu?

5 Komentar


kamu kenal dengan umurmu kawan? jika ya. lantas kamu hidup akan sampai pada umur berapa? bisakah kau menjawabnya untukku? tapi aku yakin dan seyakin yakinya kamu tidak akan bisa menjawab pertanyaanku itu, manusia seringnya melupakan umur. Ini penisbahan sebagian orang untuk sebagian yang lain, yang kelakuannya tidak mencerminkan umurnya. Ada yang semakin tua tetapi pemikiranya tidak kunjung arif. Ada yang semakin tua tetapi tidak pernah ingat dengan kematian. Ada yang semasa mudah jadi jagoan,(preman) baik preman pasar, preman pinggir jalan sampai preman berdasi eh sampai tua tetap saja merasa menjadi jagoan, namun tidak sedikit orang yang meskipun masih muda sudah menunjukkan kearifan, kemampuan memimpin dan kedewasaan berfikir.

Lantas bagaimana dengan engkau kawan?

Berbicara dengan umur pernahkah kita berfikir bahwa ia adalah nikmat yang maha kuasa? Karenanya, mungkjin inilah salah satu alas an orang merayakan hari ulang tahun, yaitu untuk mensyukuri nikmat dari sang pencipta. Dari sisi umur saja sebenarnya manusia begitu banyak berhutang kepada Allah. Pada setiap hirupan nafas dan pada setiap hitungan waktu.

Lho, kenapa bisa begitu? Adakah yang tahu..

Umur dalam satu bulan dalam pandangan manusia pada umumnya belum dianggap mampu, lihat saja, sebuah bisnis yang umurnya baru satu bulan tentu belum bias dijadikan patokan mengukur kinerja keberhasilan. Benar tidak kawan?

baca selangkapnya disini..

Berapa sih nilai dirimu?

7 Komentar


bismillahirahmanirrahim

berapa sih nilai dirimu kawan? adakah yang bisa menjawabnya ? jika ada angka 1 sampe seratus berapa kira-kira kamu memposisikan dirimu? pa 10, 40 atau 100 sempurna. yach tak bisa menjawabnya karena yang menilai diri kita bukan kita bukan pula orang lain hanya Allah, sekali lagi hanya Allah. manusia tak ada yang adil mana bisa menilai orang lain jika menilai dirinya saja tidak bisa, mana bisa menjadi adil jika sela-sela hidupnya terkadang berbuat dosa. ya hanya Allah yang maha kuasa yang menilai semua apa yang kita perbuat didunia ini. tapi yakinlah Allah selalu menilai kita dengan yang paling baik dan paling bijaksana. bacalah cerita dibawah dengan seksama…moga bisa ambil hikmahnya.InsyaAllah

Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kakek tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:
“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”

baca kisah selengkapnya..

untuk apa engkau hidup?

11 Komentar


seberapa indah kehidupan masa depan yang akan engkau bangun kawan? sudahkah kau rencanakan itu? to tetap tenang seperti biasanya, padahal maut setiap saat mengintaimu.

semua orang akan mati. siapapun pasti mengetahui hal itu. namun apakah kematian itu menyadarkan segala kekeliruan kita sehingga kita memperbaikinya sebulum mati? Inilah yang masih harus dipertanyakan ulang. karena rata-rata manusia, kecuali yang mengimani kematian, mengimani hari berbangkit dan mengimani hari pembalasan bertindak seolah olah mereka tidak akan mati. kebanyakan dari mereka baru sadar akan datang kematian setelah kematian menjadi hak mereka.

jadi, untuk apa engkau hidup kawanku? bisakah kau menjawabnya untuk dirimu sendiri?

baca selengkapnya..

Bagaimana mengelola hati ?

4 Komentar


bismillahirahmanirahim

Di dalam tubuh ini ada akal, jasad, dan qolbu. Akal membuat orang bisa bertindak lebih efektif dan efisien dalam melakukan apa yang ia inginkan. Sedangkan tubuh bertugas melakukan apa yang diperintahkan oleh akal. Sebagai contoh, apabila akal menginginkan tubuh mampu berkelahi, maka tubuh akan berlatih agar menjadi kuat. Sayangnya, tidak sedikit orang yang cerdas, orang yang begitu gagah perkasa, tapi tidak menjadi mulia, bahkan sebagian diantaranya membuat kehinaan karena berbuat jahat. Mengapa? Sebab ada satu yang membimbing akal dan tubuh yang belum diefektifkan, itulah qolbu. Kita ambil contoh lain, sebuah mikrofon bisa menjadi alat provokasi kejahatan, bisa juga jadi alat dakwah dan menyampaikan ilmu, sebuah mikrofon bisa juga menjadi alat bantu berbicara sehingga menjadi fasih, itulah fungsi mikrofon. Artinya, yang menentukan isi dari bahasa yang keluar darinya adalah qolbu. Dalam hal ini Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging yang jika ia baik maka baik pula yang lainnya, sebaliknya yang apabila ia jelek maka jeleklah semuanya. Dan yang dimaksud daging itu ialah Qolbu.

baca selengkanya…

Nikmati proses kehidupan

7 Komentar


bismillahirahmanirrahim

sahabatku semua yg dirahmati Allah,. teringat semboyan yang sering dijadikan pedoman orang orang jepang dalam kegiatan proses produksi barang..apa itu adakah sahabat ada yang tahu, hanya terdapat 3 suku kata yaitu quality built in proses.. kualitas terbentuk dalam proses. ternyata bukan hasil yang bagus yang dituju tapi proses yang baik yang diinginkan kenapa demikian, sempat aku berfikir sederhana.. contohnya dalam pembuatan sebuah mobil jika semua pegawai mengikuti standar operasi yang ditetapkan dengan baik dan benar pasti mobil yang dihasilkan dalam kualitas terbaik ya to tidak kawan…proses ternyata mempengaruhi segala aspek kehidupan semisal pengen pintar ya prosesnya harus rajin belajar. pengen kaya ya harus rajin bekerja. pengen jadi orang baik ya harus belajar bagaimana caranya berbuat baik, begitulah orang orang jepang menanamkannya dalam kehidupan mereka, dan ilmu yang harus kita tanamkan dalam diri kita ?

bagaimana bersedia to tidak engkau kawan?

Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu ALLAH yang menetapkan, tapi bagi kita punya kewajiban untuk menikmati dua perkara yang dalam aktivitas sehari-hari harus kita jaga, yaitu selalu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah ALLAH SWT.

baca selengkapnya..

sebuah kenangan penuh makna

6 Komentar


sebuah cerita penuh makna… selamat membaca

Udara begitu segar di pagi hari, apalagi semalaman hujan. Saya merapatkan sweater yang diberikan kakak sebelum pergi. Hup… terlompati sudah genangan air untuk ke dua kalinya. Stasiun Bogor masih lengang, Alhamdulillah, berarti saya tidak usah berjuang hanya untuk bisa terangkut. Saya duduk dengan tenang di gerbong belakang yang sudah terisi sebagian. Hari masih muda, tetapi para pedagang asongan, peminta-minta bahkan pencari sumbangan sudah berseliweran dengan suara-suara khas mereka.

Saya mulai mengamati, mencari vitamin hati. Seorang nenek terhuyung-huyung mengedarkan mangkuk berharap dermawan memberi uang belas kasihan, sekelompok pemuda tuna netra yang hampir semua sepatunya robek-robek mematung menunggu sang nenek pindah ke gerbong lain. Ada seorang perempuan yang terus menerus menggumamkan “Lapar… Lapar..” di pojok gerbong, pakaiannya lusuh dan yang jelas dia sepertinya kurang waras. Kini giliran bocah laki-laki yang menyapu lantai kereta, hampir sekujur tubuhnya kudisan, mata yang merah, dan kepala diperban, membentak para penumpang jika tidak memberinya uang. Sebenarnya saya ingin sekali mengulurkan tangan seperti orang lain, jika saja dompet yang berisi recehan itu tidak tertinggal di kamar. Saya memang selalu mencari recehan sisa kembalian untuk hal-hal seperti ini. Hingga setiap kali tangan atau wadah tempat belas kasih itu datang saya menyambutnya dengan senyuman dan kata maaf.

baca kisah selengkapnya..

apa arti cintamu ?

5 Komentar


siapa yang tak kenal akan cinta?

siapa yang tak pernah jatuh cinta, jika da yang bilang tidak. Tentunya hati orang tersebut adalah hampa, bagai taman tak berbunga begitulah kata pujangga. cinta dan cinta, semua orang bisa bilang cinta, semua orang mengaku cinta tapi kebanyakan orang tak tahu pa arti cinta sesungguhnya. banyak yang terjerumus akan cinta yang didasari pada nafsu semata, ada pula yang mencintai dengan setulus cahaya, tapi kawan taukah kau arti cinta sesungguhnya? to hanya sekedar cinta dan cinta mengikuti budaya tanpa tahu dimana penempatan cinta itu pada hakekatnya..

Cinta adalah memberi, dengan segala daya dan keterbatasannya seorang pecinta akan memberikan apapun yang sekiranya bakal membuat yang dicintainya senang. Bukan balasan cinta yang diharapkan bagi seorang pecinta sejati, meski itu menjadi sesuatu yang melegakannya. Bagi pecinta sejati, senyum dan kebahagiaan yang dicintainya itulah yang menjadi tujuannya.

baca selanjutnya..

bagaimana saya tidak iri ?

Tinggalkan komentar


cerita dari seorang sahabat

mungkin kawan semua ada yang mengalami seperti cerita dibawah ini. to malah saat ini berada dalam situasi yang demikian ini. wallahu a’lam kadang kehidupan berjalan seolah seperti kebetulan.bacalah moga dapat mengambil hikmahnya…insyAllah

Tetangga tepat di depan rumah kami tergolong keluarga mampu. Sang ayah pegawai negeri, bekerja di sebuah dinas kesehatan kota, anak-anaknya ‘jadi’ semua, mapan. Mereka punya pekarangan luas, berbagai macam tanaman ada didalamnya. Setiap musim buah tiba, entah itu rambutan, mangga, durian, nangka, klengkeng, dan beberapa jenis lagi yang saya tidak ingat, sempat membuat saya berpikir “Kenapa Allah tidak menjadikan saya sebagai salah satu dari keluarga mereka?” Rumah dan halaman yang luas juga memungkinkan kami, anak-anak bisa leluasa bermain disana. Tapi saya sering dilarang oleh orang tersebut “Sssstttt….!”katanya, “Jangan main disini!”.

Keberadaan keluarga mereka membuat saya iri. Bagaimana saya tidak iri, jika secara materi mereka mapan, kelihatannya tenteram tidak kekurangan suatu apapun? Bahkan Pak Lurah waktu itu adalah kerabat dekat mereka, suatu posisi dimana mereka akan bisa mendapatkan kemudahan dalam hal misalnya kepentingan mendapatkan surat-surat.

baca kisah selengkapnya..

Marco simoncelli; sebuah nasehat kehidupan

11 Komentar


Ada nyeri yang tertera di hati. Ada gamang yang mengguncang-guncang perasaan. Sekali lagi, sebuah peristiwa menghentak jiwa. Dan membuat saya bertanya-tanya: Kira-kira seperti apa akhir perjalanan hidup saya? Entahlah, saya tidak tahu dan yakin sepenuhnya bahwa saya tak akan pernah tahu. Mungkin dengan cara yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, atau mungkin dengan cara yang jusutru selalu saya bayangankan sebelumnya

Siapa yang tidak kenal dengan marco simoncelli seorang pembalap motogp bernomor 58 itu?

baca selengkapnya..

Kisah seorang biksu

8 Komentar


Bismillahirahmanirahim

Kawanku yang dirahmati Allah, setiap orang pasti mengetahui dan menyadari akan menemui batas terakhir mereka hak hidupnya sebagai manusia. Semua akan kembali kepada Allah karena dari sanalah semuanya berasal, namun sangat sedikit orang yang dengan kesadaran dan pengetahuanya itu mau mengubah diri dalam persiapan menuju kematian. Sudah siapkah kamu kawan? Apa yang akan kamu bawa? Bacalah kisah ini semoga bermanfaat..

Dahulu kala di India ada seorang pria karena kekecewaan mendalam dan emosi, dia membenci semua orang lalu meninggalkan rumah pergi ke kuil Budha dan menjadi biksu

baca kisah selanjutnya..

kisah seekor sapi dan ayam

3 Komentar


Salah satu permintaan manusia kepada allah selain kekayaan, biasanya minta di panjangkan umur. Dengan dipanjangkan umur, ia akan menikmati dunia lebih lama dan mencurahkan kasih sayang kepada keluarga. Tapi bagemana orang yang lebih mencintai dunia daripada akherat dan kematian yang setiap saat mengintainya..apa yang akan kita bawa setelah kematian kita..??

Bismillahirahmanirahim..bacalah dengan seksama

suatu hari seorang yang kaya raya bercakap cakap kepada pelayanya.

Kenapa sih”, kata seorang kaya pada pelayannya, “Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?” “

baca kisah selengkapnya..

sakit membawa nikmat

Tinggalkan komentar


Sungguh kasihan orang yang kurang iman dan ilmu. Hari demi hari yang dilalui di dunia ini selalu diliputi kesengsaraan yang datang silih berganti. Cemas dan gelisah merupakan indikasi hati yang jauh dari ketenteraman, yang membuat nikmat yang ada tidak lagi dirasakan sebagai nikmat. Begitu banyak hal yang tidak diinginkan tiba-tiba datang menimpa. Karena belum tahu ilmunya, perasaan pun semakin
tertekan dan pasti ujungnya berupa penderitaan.
Di antara hal yang paling umum diberikan kepada manusia adalah saat-saat ditimpa penyakit. Sebagian besar manusia ketika ditimpa penyakit biasanya jatuh mengeluh. Tubuh
lunglai, wajah pun langsung kuyu, pudar cahayanya. Padahal
semakin banyak mengeluh, semakin terasa penderitaannya.
Semakin terasa karena hati tidak mau menerima musibah ini.

baca selengkapnya..

cerita antara wortel, telur, dan kopi

3 Komentar


Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata.

silahkan baca lanjutanya

menggenggam waktu

Tinggalkan komentar


Apakah yang menjadi resep teramat jitu, yang dimiliki para sahabat Nabi SAW
yang menjadi balatentara Islam ketika itu, sehingga mereka mampu menaklukkan
dua imperium adidaya, Romawi dan Persia, yang balatentaranya amat kuat dan
perkasa? Resepnya ternyata tersimpul dari pengakuan penuh kekaguman dari
seorang anggota dinas intelejen Romawi setelah melakukan kegiatan mata-mata
di Madinah. Kepada Kaisar Romawi ia mengutarakan kesannya tentang watak kaum
muslimin, “Ruhbaanun bil-laili, firsaanun binnahaar!” Ya, mereka, kaum
muslimin itu, kalau malam tak ubahnya seperti rahib, sedangkan kalau siang
sungguh bagaikan singa!
baca selengkapnya,,

kisah Anak Kerang

Tinggalkan komentar


Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

baca selengkapnya..

Hakekat cinta sejati

Tinggalkan komentar


Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

“Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik.” (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)

“Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita. Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.

baca selengkapnya

Belajar Dari Wajah

Tinggalkan komentar


Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebutm Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : “Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?” karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.

baca selengkapnya..

Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri

Tinggalkan komentar


Kawan, ingatkah kisah saat Rasulullah menolak bantuan yang ditawarkan malaikat Jibril untuk menimpakan gunung kepada masyarakat Thaif yang telah menghina Rasulullah dan para sahabat? Kala itu, Rasul membalas perlakuan masyarakat Thaif dengan memaafkan mereka. Sebuah sikap bijak yang menjadi salah satu bukti betapa Rasulullah sangat pemaaf. Kisah lain yang menunjukkan kemuliaan Rasulul dalam hal memaafkan adalah saat beliau menjadi orang pertama yang menjenguk seorang Quraisy kala sakit, meski sebelumnya tak bosan-bosannya meludahi Rasulullah setiap hari. Sungguh Allah-lah yang mampu memelihara hati sedemikian suci, jiwa sebegitu besar.

baca selengkapnya

kisah Pohon Apel

4 Komentar


bismillahirahmanirahim..

semoga dengan mebaca kisah ini, hati kita kan tergugah dan segera mohon maaf kepada orang tua kita.

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Lainnya

Older Entries Newer Entries