10 Juni 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Elemen mesin
fakultas teknik unisma, kopling, kopling tetaP, kopling tidak tetap, unisma 45, unisma bekasi
Mata Kuliah ELEMEN MESIN with Bobie Suhendra ST,MT
Kopling tidak tetap (clutch) adalah suatu komponen mesin yang berfungsi sebagai penerus dan pemutus putaran dari satu poros ke poros yang lain
Jenis-jenis kopling tidak tetap :
• Kopling cakar
• Kopling plat
• Kopling kerucut
• Kopling friwil (Free Wheel)
Fokus pembahasan dibatasi tentang :
• Disc or plate clutches (kopling plat)
• Cone clutches (kopling kerucut)
• Centrifugal clutches (kopling sentrifugal)
Merupakan suatu kopling yang menggunakan satu plat atau lebih yang dipasang di antara kedua poros serta membuat kontak dengan poros tersebut sehingga daya dapat diteruskan melalui gesekan antara kedua sisi gesek.
Bentuk dari kopling ini cukup sederhana, dapat dihubungkan dan dilepaskan dalam keadaan diam dan berputar.
Lainnya
0.000000
0.000000
10 Juni 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Getaran Mekanik
fatek unisma, getaran mekanik, system dua derajat kebebasan, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
Mata Kuliah Getaran Mekanik with Bobie Suhendra ST, MT
PENDAHULUAN
Sistem yang membutuhkan dua buah koordinat bebas untuk menentukan kedudukannya disebut sistem dua-derajat-kebebasan. Sistem dua-derajat-kebebasan dibagi atas tiga sistem yaitu
- Dalam sistem massa pegas seperti terlihat dalam Gambar 2-1 di bawah ini, bila gerakan massa ml dan m2 secara vertikal dibatasi maka paling sedikit dibutuhkan satu koordinat x(t) guna menentukan kedudukan massa pada berbagai waktu. Berarti sistem membutuhkan dua buah koordinat bersama-sama untuk menentukan kedudukan massa; sistem ini adalah sistem dua-derajat-kebebasan.

Lainnya
0.000000
0.000000
30 April 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Pemrograman Komputer
calkulator dengan vb 6, cara kalkulator, cara membuat kalkulator, kalkulator biasa, membuat kalkulator sederhana
Mata Kuliah pemrograman Komputer with Bapak R. Hengki Rahmanto, ST.M.Eng
seperti pada proses pembuatan kalkulator pada postingan sebelumnya. kalkulator inipun tak jauh beda langkah pembuatannya yang membedakan adalah source code yang lebih bannyak

berikut ini source code selengkapnya ;
Private Hasil As Double
Private Const opnol = 0
Private Const optambah = 1
Private Const opkurang = 2
Private Const opkali = 3
Private Const opbagi = 4
Private operator As Integer
Private nilaibaru As Boolean
baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
30 April 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Pemrograman Komputer
cara membuat game, game menarik, game sederhana, game sederhana dengan vb 6, membuat game, membuat game tic tac toe

Mata Kuliah pemrograman Komputer with Bapak R. Hengki Rahmanto, ST.M.Eng
game sederhana yang bisa mengasah ketelitian serta otak kita :
Cara pembuatan seperti dibawah ini :
baca selengkapnya disini..
0.000000
0.000000
16 April 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Pemrograman Komputer, Unisma bekasi
jam dengam vb 6.9, pemrograman kmputer, unisma 45 bekasi, unisma bekasi, vb 6.0
Mata Kuliah pemrograman Komputer with Bapak R. Hengki Rahmanto, ST.M.Eng
JAM CATUR ANALOG,

Buatkan program seperti dibawah ini :
Prinsip dasar pemrograman Jam Catur adalah bila pemain A menekan tombol A,
maka Jam A tidak jalan, tetapi Jam B bergerak, sampai pemain B menekan tombol B,
langsung B berhenti sedang A mulai bergerak lagi. Property diatas untuk Jam Catur
Digital anda modifikasi sendiri, berikut adalah source code untuk Jam Catur
Analog-Digital, tampilan dilayar adalah sebagai berikut (dapat dimodifikasi
sendiri), sedang nama-nama object anda sesuaikan.
(Form2)
baca selengkapnyaa dusini
0.000000
0.000000
26 Maret 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Elemen mesin
definisi poros, hitungan poros, menghitung kekuatan poros, poros adalah, shafts, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
Mata kuliah ELEMEN MESIN OLEH bapak Bobie Suhendra ST.MT
Poros adalah suatu bagian stasioner yang beputar, biasanya berpenampang bulat dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear), pulley, flywheel, engkol, sprocket dan elemen pemindah lainnya. Poros bisa menerima beban lenturan, beban tarikan, beban tekan atau beban puntiran yang bekerja sendiri-sendiri atau berupa gabungan satu dengan lainnya. (Josep Edward Shigley, 1983)
a. Shafts subjected to twisting moment or torque only
baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
26 Maret 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Pemrograman Komputer
fatek unisma, kalkulator dengan vb 6.0, kalkulator visual basic, langkah membuat kalkulator, membuat kalkulator, unisma 45, unisma 45 bekasi, unisma bekasi, vb 6, visual basic
Mata Kuliah pemrograman Komputer with Bapak R. Hengki Rahmanto, ST.M.Eng
Langkah awal seperti biasa masuk program-buat standar exe
Program kalkulator adalah program standar yang sudah tersedia di Microsoft Windows. Tetapi, tak ada salahnya jika kita mencoba membuat kalkulator sendiri dengan Microsoft Visual Basic 6.0. Pertama-tama, buatlah sebuah form sesuai selera Anda, yang bentuknya kurang lebih seperti

Langkah selanjutnya
1.Buat command button 1-9
2.Command button = / + – x
3. text boxt
Lihat seperti contoh diatas
baca membuat kalkulator selengkapnya..
0.000000
0.000000
19 Maret 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Pemrograman Komputer
membuat aplikasi sederhana dengan vb 6, membuat jam digital dengan vb 6, unisma 45 bekasi, unisma bekasi, visual basic 6
Mata Kuliah pemrograman Komputer with Bapak R. Hengki Rahmanto, ST.,M.Eng


Langkah awal seperti biasa, masuk ke program – pilih standar exe
baca selengkapnya….
0.000000
0.000000
15 Maret 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Pemrograman dan pratikum CNC
belajar cnc, cnc simulator, FANUC, SIMUMERIK
Restasoft – Nanjing Swansoft CNC Simulator 6.9.1.3 Full

Nanjing Swansoft CNC Simulator 6.9.1.3 Full adalah software yang membantu siswa untuk belajar operasi alat penggilingan NC, mesin bubut dan mesin pusat dari masing-masing sistem. Meanwhlie CAM NC program dapat diprogram atau dibaca secara manual. Berdasarkan ‘manufaktur dan perguruan tinggi’ Nanjing Swan Software Technology Company mengembangkan perangkat lunak antara lain: FANUC, SIMUMERIK, MITSUBISHI, GSK, HNK, KND, WA, SKY, Haas, BESAR, Renhe, FAGOR, Dasen, dan perangkat lunak simulasi .
Lainnya
0.000000
0.000000
15 Maret 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Pemrograman dan pratikum CNC
cnc simulator, milling, turning, unisma 45, unisma bekasi
Berkaitan dengan Mata Kuliah Pratikum DAN Pemprograman CNC oleh bapak Agus Dudung Drs, M.pd
Cnc simulator, dari namanya adalah software untuk simulasi mesin cnc.

Software ini untuk belajar memprogram mesin cnc milling, turning atau gas.
Bagi pelajar smk jurusan mesin pastinya sangat berguna, tapi bagi yang ingin tahu juga tidak dilarang
Perintah program nya sudah ada di menu help.
Kalau mau belajar perintahnya atau yang tahu tapi lupa tinggal lihat di help.
Download disni
Semoga bermanfaat.
0.000000
0.000000
15 Maret 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Pemrograman dan pratikum CNC
pemrograman cnc, pratikum cncn, SWANSOFT CNC SIMULATION, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
Berkaitan dengan Mata Kuliah Pratikum DAN Pemprograman CNC oleh bapak Agus Dudung Drs, M.pd
PEMROGRAMAN CNC TURNING
DENGAN SOFTWARE SWANSOFT CNC SIMULATION
SISTEM OPERASI FANUC Oi T NC
1. Membuka program SWANSOFT CNC SIMULATION, klik pada Start Menu > pilih program SSCNC klik 1x atau pada shortcut SSCNC pada desktop.

baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
15 Maret 2013
temonsoejadi
Bahan kuliah, Getaran Mekanik
fatek unisma, getaran, getaran bebas teredam, getaran harmonis, getaran mekanik, getaran paksa, getaran tak teredam, unisma 45, unisma bekasi
Materi kuliah Getaran Mekanik Oleh Bapak Bobie Suhendra ST.MT
Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu. Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berhubungan dengan gerak tersebut. Semua benda yang mempunyai massa dan elastisitas mampu bergetar, jadi kebanyakan mesin dan struktur rekayasa (engineering) mengalami getaran sampai derajat tertentu dan rancangannya biasanya memerlukan pertimbangan sifat osilasinya.
Pentingnya Belajar Getaran Mekanik
baca selengkapnya disini…
0.000000
0.000000
17 Desember 2012
temonsoejadi
Autocad, Bahan kuliah, proses produksi
buat catur, bubut catur, catur, langkah membubut, membubut pion catur, pion, pion catur
tugas From mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

selengkapnya
0.000000
0.000000
11 Desember 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, mekanika kekuatan material
contoh soal gaya geser, momen lentur, soal gaya aksial, soal gaya geser, soal momen lentur, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
Metode potongan, contoh soal pengaplikasian gaya geser, gaya aksial dan momen lentur
Mata kuliah mekanika kekuatan material with bapak Imam Basyori ST.MT


baca selengkapnya disini…
0.000000
0.000000
6 Desember 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, proses produksi
abrasive, batu grinda, grinda, sahabatku, Silicon carbide, unisma, unisma 45, unisma bekasi, Zirconia alumina
mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Abrasif merupakan material, biasanya mineral, yang digunakan untuk membentuk atau menyelesaikan benda kerja dengan cara menggosok, yang mengakibatkan bagian dari benda kerja menjadi semakin pudar. Abrasive sangatlah umum penggunaannya dalam berbagai industri, dan teknologi. Hal ini menimbulkan variasi yang besar dalam komposisi fisik dan kimia abrasive serta bentuk abrasif. Kegunaan umum untuk abrasive termasuk grinding, polishing, buffing, mengasah, pemotongan, pengeboran, mengasah, menjilat, dan pengamplasan
Abrasives umumnya mengandalkan pada perbedaan dalam kekerasan antara abrasive dan bahan yang dikerjakan, dimana abrasive selalu lebih keras. Biasanya, bahan yang digunakan sebagai abrasive adalah baik mineral keras atau batu sintetis, beberapa di antaranya mungkin secara kimia dan secara fisik identik dengan sebagai mineral yang terjadi secara alami tetapi juga tidak bisa disebut sebagai mineral tidak muncul secara alami. Contohnya seperti intan, corundum, kalsium karbonat, dan lain-lain.
DOWNLOAD MATERI DISINI
abrasive
abrasive material
abrasive water jaket machining
proses gerinda
grinding
Beberapa faktor yang akan mempengaruhi dalam pemakaian abrasive meliputi:
- Perbedaan kekerasan antara abrasive dan benda kerja, semakin keras abrasive semakin cepat.
- Grain Size, semakin kasar butirannya akan semakin cepat berpengaruh pada benda kerja
- Adhesi antara butir, antara butir dan penahan, antara butir dan matriks
- Penggunaan pelumas / pendingin / pengerjaan logam cairan
baca selengkapnya disini
0.000000
0.000000
2 Desember 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, proses produksi
bagian bagian mesin bubut, bagian bagian mesin frais, bubut, bubut dan frais, fatek unisma, frais, KERJA MESIN BUBUT, kerja mesin frais, milling, turning, turning dan milling, unisma 45, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
TURNING
Mesin Turning atau disebut mesin bubut ini adalah mesin yang berfungsi untuk membuat benda perkakas, dimana benda kerjanya (material) berupa silinder. Pada mesin ini, benda (material)nya yang berputar sedangkan mata pahatnya diam. benda yang sering dibuat melalui mesin turning adalah roda, ulir, pulley, rumah bearing, dan lain-lain.
Mesin turning memiliki RPM yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pengguna. mulai 75 RPM hingga 2000 RPM. Mata pahatnya pun berbeda-beda tergantung dari desain alat yang dibuat. mesin ini mempunyai 2 sumbu koordinat, yaitu x (sumbu yang tegak lurus dengan sumbu chuck / tempat tool) dan z (sumbu chuck/tempat meletakkan benda kerja). bentuk mata pahat dari mesin turning adalah mirip dengan pisau yang fungsinya untuk menggores benda kerja.
Prinsip Kerja Mesin Bubut
Mesin bubut adalah mesin perkakas yang berfungsi untuk membubut permukaan bulat (silindris), membubut penampang benda kerja, membubut ulir, membubut alur, membubut permukaan benda konis dan membubut dalam. Prinsip gerakan utamanya adalah gerakan berputar. Gerakan inilah yang dimanfaatkan untuk pemotongan logam
Ukuran dan kapasitas mesin bubut ditentukan oleh
– Jarak antara kedua ujung senter kepala tetap dan kepala lepas
– Tinggi garis senter mesin terhadap alas mesin
BACA SELENGKAPNYA….
0.000000
0.000000
1 Desember 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, mekanika kekuatan material
E.P. POPOV, gaya aksial, gaya geser, mechanics of material, mekanika kekuatan material, momen lentur, unisma 45, unisma bekasi
Mata kuliah mekanika kekuatan material with bapak Imam Basyori ST.MT
scan from book mechanics of material > E.P. POPOV page 100 -120

download selengkapnya DISINI
semoga Bermanfaat.
0.000000
0.000000
27 November 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, mekanika fluida
berat, dimensi fluida, energi, feet, ft, gaya, gravitasi, konversi, konversi berat, konversi energi, lbm, masa, momen putar, panjang, pekerjaan, percepatan, sifat sifat fisika air, sifat sifat fisika fluida, suhu, tabel konversi, tabel konversi energi, tekanan, temperatur, unisma 45, unisma 45 bekasi, unisma bekasi, waktu
materi kuliah mekanika fluida with Mr. Ragil Sukarno.ST.MT

silahkan baca selengkapnya…
0.000000
0.000000
15 November 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, ilmu pengetahuan bahan, proses produksi
conecting rod, pebuatan conecting rod, unisma 45, unisma bekasi
mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Connecting Rod merupakan suatu komponen penting dalam sebuah mesin yang berfungsi sebagai penerus daya dari piston ke poros engkol dan bekerja pada suhu tinggi dalam ruang bakar. Ditinjau dari kondisi system kerja yang demikian maka pemilihan material dan proses pembentukan dalam proses produksi connecting rod sangatlah penting, dimana material harus dapat memenuhi syarat-syarat diantaranya : tahan terhadap suhu tinggi, kekuatan tahan aus dimana proses pembentukan yang dipilih adalah proses penempaan. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk merancang proses produksi connecting rod dengan proses forging. Pada proses produksi ini ada beberapa hal yang direncanakan antara lain menentukan volume dan berat benda kerja, perhitungan gaya yang terjadi dan daya yang bekerja pada setiap tahapan proses penempaan dan menentukan dimensi dan toleransi pada proses pemesinan. Bahan yang akan digunakan pada proses produksi connecting rod adalah baja dengan standart SAE 4140 yang mempunyai kekuatan tarik δ = 100 Kg/mm?, serta mengandung unsure paduan antara lain : Carbon = ( 0,38 ? 0,43%), Mangan (0,75 ? 1,0%), Phosfor (<0,040%), Sulphur (<0,040%), Silikon (0,20 ? 0,35%), Chromium (0,80 ? 1,10%). Proses produksi connecting rod dengan metalurgi serbuk ini menggunakan penempaan yang dilakukan secara umum adalah melalui tahap edging, blocking, finishing, pada tahap ini terjadi pembentuksn sirip sepanjang sisi connecting rod. Setelah proses penempaan selesai maka akan dilakukan proses pemotongan sirip dengan proses trimming dan dilanjutkan dengan proses pemesinan yaitu milling dan drilling.
proses pembuatan connecting rod
FORGED CONNECTING ROD ( STANG PISTON TEMPA )
Proses pembentukan connecting rod dengan cara pemukulan / penekanan termasuk jenis closed die forging. Peralatan yang digunakan yaitu ; Drop Hammer, Hidraulic, dansekrup penekan.
Prosesnya Closed-die forging dengan flash.
Tahapan dalam proses pembuatan Forged Connecting Rod efinisinya :
Bahan awal tempa dibuat dari densifikasi bahan dasar yang dipanaskan secara terus-menerus dengan proses sekali pukul. Sehingga strukturnya sangat padat dan sesuai untuk pemakaian yang tinggi dimana daya tahan yang tinggi dan kekuatan diperlukan.
Langkah awal dari proses ini yaitu untuk menyeragamkan bentuk dari bahan tempa menyerupai bentuk akhir. Kemudian dipanaskan di dalam dapur yang terkontrol. Kebanyakan dalam produksi otomatis, bahan dipanaskan kemudian dilanjutkan dengan proses penempaan pada cetakan agar menghasilkan bentuk struktur yang padat.
Bahan dikontrol secara intensif agar mengisi cetakan secara penuh dan meminimalisasi material yang terbuang (flash) yang biasanya terjadi pada penempaan umum.
Hemat energi adalah keuntungan dari proses tempa yang langsung diikuti dengan proses pemanasan, mengurangi pemanasan kembali.
0.000000
0.000000
6 November 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, ilmu pengetahuan bahan, proses produksi
mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Plastic And aplications
Lainnya
0.000000
0.000000
2 November 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, ilmu pengetahuan bahan, material teknik
baja, besi, ferro aplication, penggunanan metal, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Metal & Aplications
Lainnya
0.000000
0.000000
2 November 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, ilmu pengetahuan bahan, material teknik
contoh logam non ferro, penggunanan non ferro, unisma bekasi
mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Non ferrous & Aplications
Lainnya
0.000000
0.000000
25 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, proses produksi
proses kehidupan, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Stretch forming is a metal forming process in which a piece of sheet metal is stretched and bent simultaneously over a die in order to form large contoured parts. Stretch forming is performed on a stretch press, in which a piece of sheet metal is securely gripped along its edges by gripping jaws. The gripping jaws are each attached to a carriage that is pulled by pneumatic or hydraulic force to stretch the sheet. The tooling used in this process is a stretch form block, called a form die, which is a solid contoured piece against which the sheet metal will be pressed. The most common stretch presses are oriented vertically, in which the form die rests on a press table that can be raised into the sheet by a hydraulic ram. As the form die is driven into the sheet, which is gripped tightly at its edges, the tensile forces increase and the sheet plastically deforms into a new shape. Horizontal stretch presses mount the form die sideways on a stationary press table, while the gripping jaws pull the sheet horizontally around the form die.

Stretch Forming
Lainnya
0.000000
0.000000
25 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, proses produksi
proses Deep drawing, unisma 45 bekasi, unisma bekasi

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Deep drawing is a metal forming process in which sheet metal is stretched into the desired part shape. A tool pushes downward on the sheet metal, forcing it into a die cavity in the shape of the desired part. The tensile forces applied to the sheet cause it to plastically deform into a cup-shaped part. Deep drawn parts are characterized by a depth equal to more than half of the diameter of the part. These parts can have a variety of cross sections with straight, tapered, or even curved walls, but cylindrical or rectangular parts are most common. Deep drawing is most effective with ductile metals, such as aluminum, brass, copper, and mild steel. Examples of parts formed with deep drawing include automotive bodies and fuel tanks, cans, cups, kitchen sinks, and pots and pans.
Lainnya
0.000000
0.000000
25 Oktober 2012
temonsoejadi
Bahan kuliah, proses produksi
proses rool forming, teknik mesin, unisma 45 bekasi, unisma bekasi
berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Roll forming, sometimes spelled rollforming, is a metal forming process in which sheet metal is progressively shaped through a series of bending operations. The process is performed on a roll forming line in which the sheet metal stock is fed through a series of roll stations. Each station has a roller, referred to as a roller die, positioned on both sides of the sheet. The shape and size of the roller die may be unique to that station, or several identical roller dies may be used in different positions. The roller dies may be above and below the sheet, along the sides, at an angle, etc. As the sheet is forced through the roller dies in each roll station, it plastically deforms and bends. Each roll station performs one stage in the complete bending of the sheet to form the desired part. The roller dies are lubricated to reduce friction between the die and the sheet, thus reducing the tool wear. Also, lubricant can allow for a higher production rate, which will also depend on the material thickness, number of roll stations, and radius of each bend. The roll forming line can also include other sheet metal fabrication operations before or after the roll forming, such as punching or shearing.

Roll Forming Line
Lainnya
0.000000
0.000000
Older Entries
Newer Entries
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.