Beranda

Memakai listrik 24 jam cukup 1kwh, bisa ?

Tinggalkan komentar


hallo rekan-rekan pegiat Renewable energy yang luar energy.

hemat energy hemat biaya. salah satu tagline yang cukup populer yang pernah kita dengar. Ketahanan energi jadi sangat penting secara global, peningkatan emisi juga sangat penting di Indonesia sendiri salah satu meningkat 7-10 kali lipat jika kita tidak meningkatkan disverifikasi dan penghematan energi, hemat energi hemat biaya berarti siap mempergunakan energi yang ada dengan seperlunya saja atau secukupnya saja, karena energi yang kita pergunakan tersebut tidak dapat diperbaharui maka sudah seharusnya kita pergunakan dengan sehemat mungkin, dengan pola diatas otomatis apabila kita menghemat energi maka dengan demikian biaya yang kita keluarkan pun akan hemat. jadi secara tidak langsung jika kita melakukan pola hemat energy tentu akan menekan laju peningkatan emisi polusi diudara. paham ya

Pembangkit listrik tenaga apapun memerlukan peralatan yang cukup banyak baik PLTA,PLTS, PLTU, PLTB, dan lainya Dimana masing masing pembangkit listrik ini dibuat dengan biaya yang cukup besar. Dari pembangkit listrik inilah kita mendapatkan listrik yang diperlukan untuk kehidupan kita, dengan demikian sudah sepantasnya kita melakukan penghematan terhadap listrik yang sudah ada.

kali ini kita mencoba membahas salah satu postingan anggota grup senior yang telah menerapkan pola hemat energy, dengan cukup 1kwh selama sehari. apakah benar bisa 1kwh/ hari ? bagamana caranya, berapa cost pengadaan awal ?

mari kita bahas bersama

anggota grup ini berada di medan adalah George Frans nama beliau, beliau salah satu anggota Komunitas Panel Surya Indonesia dan juga punggawa Offgrid living indonesia yang menerapkan pola hemat energy dimana kebutuhan sehari cukup 1kwh. dengan mencukupi segala kebutuhan rumah tanggaya dengan peralatan DC dan solar panel dengan Wp tidak besar ternyata hal itu dapat dilakukannya dengan baik.

Lagi

Hitungan biaya merintis PLTS seberapa besar ?

Tinggalkan komentar


Postingan ini dari share yang ditulis oleh lek sigit temon. semoga membantu memperkirakan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk memulai PLTS. mari kita simak apa yang beliau tulis berikut ini :

Makin hari makin gerah dengan pertanyaan ngawur anggota group baru, yg dirasa gak mau baca postingan lama atau memang sudah tenggelam petunjuknya. Baiklah coba kita ulangi disini;

  1. Perhitungan kebutuhan peralatan plts tidak bisa didasarkan besaran kapasitas pln terpasang saja (watt) , karena plts membutuhkan media penyimpanan energi(watt x hour) . Perhitungan akan lebih mendekati jika menggunakan besaran daya yang terpakai setiap hari atau setiap bulannya(wh atau kwh), bisa juga dari biaya pembayaran listrik pln/bulan(Rp).

Lagi

%d blogger menyukai ini: