Beranda

Tundukan kemarahan dengan kelembutan

1 Komentar


mencium tanganbismillahirahmanirrahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. terlepas dari euforia pelantikan presiden indonesia yang baru, mari kita bersama-sama bermuhasabah tentang hakekat hidup, tentang hakekat kehidupan yang saat ini tengah kita jalani bersama,

sahabatku, sepertinya mustahil memungut kebaikan dari sesuatu yang buruk, tetapi bagi orang yang arif lagi bijaksana sesuatu yang buruk itu tidak dipandang buruk, ada sisi positif yang dapat dipungut dan dimanfaatkan. bahkan orang yang cerdik, ia mampu mengubah sampah menjadi barang yang berguna, mengubah kerugian menjadi keberuntungan. Sedangkan orang dungu ia menghadapi sesuatu yang buruk justru menjadi malapetaka dan musibah baginya..

Renungkan dan ingat-ingatlah, orang pandai adalah yang bisa mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, mengubah kesedihan menjadi kebahagian. Rosulullah Saw. dikenal dengan pribadi arif dan pandai didunia, pengaruhnya terhadap umat manusia tidak pernah lupuk meskipun berabad abad lamaanya, Dia adalah orang  yang mampu memungut kebaikan dari sebuah keburukan. Beliau pernah diusir dari makkah, salah satu tanah tumpah darah dan tempat tinggalnya. lalu ia berhijrah dan bermukim di madinah. disanalah Rosulullah mendirikan sebuah negara yang pada akhirnya mengagumkan sepanjang sejarah. iya kan ?..

sungguh banyak tokoh-tokoh ulama jaman dahulu yang keluar masuk penjara, ditahan dan disiksa serta diperlakukan semena-mena oleh penguasa, Namun justru semakin berkibar. Al sarkhasi dimasukkan kedalam penjara sumur kering. namun ia justru mampu menulis dua puluh jilid kitab tentang ilmu fiqh, Ibnu Al Athir seorang ulama yang menderita sakit lumpuh tetapi justru mampu menulis kitab Jamik Al Ushul dan kitab Al nihayah yang termasuk buku penting dikalangan kitab kitab Hadis.

apakah keadaan buruk seseorang menghalangi munculnya kebaikan pada dirinya ?
apakah seburuk-buruknya seseorang tidak akan pernah mendapat cahaya kemuliaan ?
adakah yang mau menjelaskan ?

Berikut Pengalaman dan nasehat Alhabib munzir Almusyawa yang patut kita teladani…
bacalah dengan seksama dan resapi bait bait maknanya….

jadikanlah kehidupan anda saat ini adalah medan Jihad, anda sedang di medan laga, berjihad menundukkan musuh musuh anda, yaitu mereka yg mengajak anda kepada kemungkaran, tundukkan mereka, kalahkan mereka, namun bukan dg kekerasan dan kebengisan atau senjata, namun tundukkan dg kelembutan dan kasih sayang, tundukkan dg akhlak dan bantuan, tundukkan dg kesopanan dan keramahan,

baca selengkapnya disini…

Bagaimana mengelola hati ?

4 Komentar


bismillahirahmanirahim

Di dalam tubuh ini ada akal, jasad, dan qolbu. Akal membuat orang bisa bertindak lebih efektif dan efisien dalam melakukan apa yang ia inginkan. Sedangkan tubuh bertugas melakukan apa yang diperintahkan oleh akal. Sebagai contoh, apabila akal menginginkan tubuh mampu berkelahi, maka tubuh akan berlatih agar menjadi kuat. Sayangnya, tidak sedikit orang yang cerdas, orang yang begitu gagah perkasa, tapi tidak menjadi mulia, bahkan sebagian diantaranya membuat kehinaan karena berbuat jahat. Mengapa? Sebab ada satu yang membimbing akal dan tubuh yang belum diefektifkan, itulah qolbu. Kita ambil contoh lain, sebuah mikrofon bisa menjadi alat provokasi kejahatan, bisa juga jadi alat dakwah dan menyampaikan ilmu, sebuah mikrofon bisa juga menjadi alat bantu berbicara sehingga menjadi fasih, itulah fungsi mikrofon. Artinya, yang menentukan isi dari bahasa yang keluar darinya adalah qolbu. Dalam hal ini Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging yang jika ia baik maka baik pula yang lainnya, sebaliknya yang apabila ia jelek maka jeleklah semuanya. Dan yang dimaksud daging itu ialah Qolbu.

baca selengkanya…