Beranda

masih adakah orang yang jujur ?

Tinggalkan komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, hidup yang begitu kerasnya dinegara begitu kaya tapi minim nilai-nilai moralnya ini, sebuah pertanyaan yang kadang menjadi pertanyaan bagi saya sendiri, juga pertanyaan untuk sahabatku semua, masih adakah orang-orang yang jujur di dunia ini? jawabanya mudah sebenarnya, tapi perlu berfikir sejenak dalam diri, apakah saya sudah jujur? dan saya rasa orang yang jujur itu masih ada, namun entahlah dimana dia sekarang, semoga kita termasuk didalamnya..

sahabatku semua yang dirahmati Allah, banyak orang mencari keuntungan dengan cara tidak jujur, banyak pedagang yang berdagang dengan cara tidak jujur,banyak pemimpin yang tidak jujur, dan juga banyak orang yang berpura-pura hanya untuk mendapatkan keuntungan semata..

kiranya kisah dibawah ini, semoga bisa menginspirasi kita semua agar berlaku jujur..

Selepas sholat subuh, Imam Hanafi bersiap membuka tokonya, di pusat kota kufah. Diperiksanya dengan cermat pakaian dan kain yang akan dijual. Sewaktu menemukan pakaian yang cacat, ia segera menyisihkannya dan meletakkannya di tempat yang terbuka. Supaya kalau ada yang akan membeli, ia dapat memperlihatkannya.

Ketika hari mulai siang, banyak pengunjung yang datang ke tokonya untuk membeli barang dagangannya. Tapi, ada juga yang hanya memilih-milih saja.

baca kisah selengkapnya…

sudahkah kau jaga amanahmu ? meski keadaanmu sulit !!

Tinggalkan komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, kemiskinan adalah masalah yang dari dulu belum teratasi dinegara indonesia yang kaya sumber daya alamnya ini,coba jawab, lebih banyak mana si kaya dengan si miskin ??  Tidak dapat dipungkiri, bahwa kemiskinan merupakan penyakit yang amat berbahaya bagi keselamatan dan keutuhan akidah, terutama jika si miskin hidup di lingkungan orang-orang kaya yang sama sekali tidak peduli dengan nasib mereka, apalagi jika mengenai urusan perut. saudara kadang gak dianggap saudara, teman dianggap lawan semua cara dihalalkan untuk memenuhi perutnya, sebuah problematika yang harus kita cermati dan bantu menyelesaikan. maka tak hanyal jika Rosulullah saw pernah bersabda bahwa kemiskinan itu lebih dekat dengan kekafiran. dimanapun tempatnya berada, siapapun pelakunya jika itu menyangkut masalah perut orang akan cenderung lebih cepat emosinya daripada sabarnya.

bagaimana denganmu sahabatku ? semoga engkau tidak demikian..

sebuah kisah, yang diambil dari Kisah-Kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi`in, Orang-orang Dulu dan Sekarang, karya Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi, penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc

selami kisahnya, ambil sebanyak-banyaknya manfaatnya…

Di Damaskus, ada sebuah masjid besar, namanya Masjid Jami’ At-Taubah. Masjid itu penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syaikh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya, namanya Syaikh Salim Al-Masuthi. Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain.

baca kisah selengkapnya…

kebaikan berbuah manis

4 Komentar


bismillahirahmanirahim

kawanku semua yang berbahagia, seperti pemaparan matematika teori 1 + 1 = 2, namun berbeda dengan matematika sedekah 1-1 = 19, begitu juga dengan orang yang selalu berbuat baik kepada orang lain, tak perlulah kita mengharap orang lain akan membalas hal yang sama kepada kita seperti teori 1+1 = 2, tak perlulah, biarlah Allah yang membalas kebaikan demi kebaikan kita, toh pembelasan Allah jauh lebih baik dari pembalasan yang diberikan manusia, ya sih dalam kenyataanya brbuat kebaikan itu sangat sulit, karena dorongan berbagai hal namun kawan yang perlu diyakini, jika engkau menanam kebaikan pasti engkau kan menuai kebaikan pula, yakini itu…yakini itu….

sebuah kisah…..

Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang. Semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok.

Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya. Dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat diselamatkan. Pemuda yang pertama tadi memapah pemuda yang terperosok itu pulang ke rumahnya.

Ternyata si pemuda kedua ini anak orang kaya. Rumahnya sangat bagus, besar dan mewah luar biasa.

Ayah pemuda ini sangat berterimakasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya dan hendak memberikan uang, tetapi pemuda pertama tadi menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.

baca kisah selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: