25 Oktober 2016
temonsoejadi
Cahaya Hati
habib lutfi, hakekat sabar, makna bishshabri, makna sabar, makna sabar tasawuf, makna وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ, panggilan sholat, sabar, sabar dalam berbuat baik, sabar dalam sholat, sabar dalam tasawuf, sabar itu apa, sabar menurut habib lutfi, وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ
bismillahirahmanirrahim
Bisa Sabar dalam Shalat, Sabar Pula dalam Kehidupan Sehari-hari
apa makna hakekat sabar ?
bagaimana kesabaran itu ?
penjelasan dari transkrip salah satu ceramah Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Umar bin Thaha bin Yahya Pekalongan, Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah
Apa makna dari ayat “Wasta’inu bishshabri washshalah” ; tolong-menolonglah dalam kesabaran dan shalat”? (QS. al-Baqarah ayat 45)
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ
Kita mengambil makna yang paling bawah (dasar) dulu, mengingat kalimat ayat tersebut berhubungan dengan dunia tasawuf. Pendidikan tasawuf pertama kali adalah berdasarkan “wasta’inu bishshabri washshalah”. Orang-orang yang ma’rifat atau kaum ‘arifin ketika mendengar panggilan adzan atau perintah shalat, hati para beliau tergugah dan senang. Ingin segera memenuhi panggilan shalat. Menganggap panggilan itu adalah kehormatan, bukan beban. Bagaimana dengan kita ketika adzan berkumandang?
baca selengkapnya disini…
24 Oktober 2016
temonsoejadi
Alhikam, kitab kuning
asbab, himmah, Ibnu Atha’illah, istilah baku dalam khazanah sufi, kajian al hikam, Kekuatan himmah-himmah, kitab al hikam, musabaqah, nafsu, qodar, sufistik, syahwat, tajrid, tirai qadar-qadar, uzlah

ilustrasi NU online
Al-Hikam Pasal 3: Himmah dan Qadar
سَـوَ ابِـقُ الْهِمَمِ لاَ تَخـْرِقُ أَسْوَارَ اْلأَقْدَارِ
“Kekuatan himmah (kemauan) tidak akan mampu mengoyak tembok qadar Allah SWT.”
sebelum mensyarah-kan pasal ini, maka tinjau dulu syarah pasal 2 yang masih ada kaitannya dengan pasal 3
Sebagaimana telah dijelaskan dalam pasal 2
إِرَ ادَ تُــكَ الـتَّجْرِ يْدَ مَـعَ إِقَامَـةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ اْلأَسْبَابِ مِنَ الشَّـهْـوَ ةِ الْخَفِـيـَّةِ.
وَ إِرَادَ تُـكَ اْلأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ الـتَّجْرِ يْدِ اِنحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَـلِـيـَّةِ
“Keinginanmu untuk tajrid, sementara Allah masih menegakkan engkau di dalam asbab, merupakan syahwah yang tersamar (halus). Dan keinginanmu kepada asbab, pada saat Allah sudah menegakkan engkau dalam tajrid, merupakan suatu kejatuhan dari himmah yang tinggi.”
Dalam pasal ini, Ibnu Atha’illah menggunakan beberapa istilah baku dalam khazanah sufi, yang harus dipahami terlebih dahulu agar mendapatkan pemahaman yang utuh. Istilah-istilah itu adalah: tajrid, asbab, syahwat dan himmah.
baca selengkapnya disini………..
24 Oktober 2016
temonsoejadi
Pesantren, Santri
Kitab Al-Matnu asy-Syafir, Kitab Risalatut Tauhid, ma'had, MA'HAD TAHFIDZ, MA'HAD TAHFIDZ IMAM MAHFUDZ TARMASI, pesantren berkualitas, pesantren gratis, pesantren tahfidz, Santri, santri baru, santri bebas biaya, santri gratis, santribaru, santriwati di kudus, tahfidz quran, turats ulama nusantara, معهد الإمام محفوظ الترمسي لتحفيظ القرآن
معهد الإمام محفوظ الترمسي لتحفيظ القرآن
MA’HAD TAHFIDZ IMAM MAHFUDZ TARMASI
Yayasan Turats Ulama Nusantara
Sekretariat TUN : RT 01/ RW 02, Ds Karanganyar, Kec Karanganyar, Kab Demak, Jawa Tengah – 082321212922
MENERIMA SANTRI BARU
TURATS ULAMA NUSANTARA
Turats Ulama Nusantara adalah sebuah yayasan yang bertujuan melestarikan karya-karya ulama Nusantara. TUN bermanhajkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan mengikuti para ulama Asya’iroh dan Maturidiyyah dalam akidah, Madzahib Arba’ah dalam syariah, dan Shufiyyah dalam suluk dan tarbiyyah.
baca selengkapnya disini….
23 Oktober 2016
temonsoejadi
Cahaya Hati, Creativepreneur, Santripreneur
arti istilah santri, hakekat santri, makna santri, MEA, menangkal kemiskinan, menangkal radikalisme, momentum hari santri, nasionalisme, pengaruh santri, peran santri, peringatan hari santri nasional, permasalahan sosial, radikalisme, Ruh santri, santri dan dinamika pesantren, santri dan kyai, santri dan MEA, santri untuk kemandirian bangsa, santri untuk negeri, Santripreneur, santriprogresif, tantangan santri dalam MEA, tiga cahaya, tiga matahari, ulama nasionalisme

ilustrasi Santrigaul.net
bismillahirahmanirahim
sahabatku yang dirahmati Allah, tanggal 22 oktober sudah ditetapkan sebagai hari santri nasional, momentum seperti ini tentunya sangat baik sekali jika diiringi dengan pembenahan dari segala sisi khususnya dalam diri santri sendiri, bicara mengenai santri mungkin persepsi kita akan berfikir bahwa, Seorang santri itu hanyalah seseorang yang bisa mengaji, memakai kopiah, memakai sarung, dan yang paling menjadi bahan perbincangan seorang santri itu kebanyakan dari mereka ketinggalan zaman, ndeso dan sebagainya, mungkin anggapan ini bisa dikatakan benar, tapi akan sangat salah besar jika dihadapkan pada sebuah realita fakta yang pernah ada, bahwa dinegara tercinta indonesia ini pernah ada seorang santri yang menjadi kepala negara (Presiden), menteri-mentri dan pejabat tinggi dinegeri ini.
sebuah fakta yang tak bisa dipandang remeh, keberadaan seorang santri memang dan seharusnya bermetaformosis menjadi bagian yang punya jabatan strategis baik di pemerintahan dari level atas hingga level terendah sekalipun. kenapa harus santri, karena setidaknya dengan bekal ilmu agama yang ada didalam dada mampu menjadikan apapun yang digelutinya lebih amanah, terpercaya, jujur dan yang utama tak lain semata-mata mengharap ridho Allah. Pak Prof. Mahfud MD contohnya, beliau dilahirkan di Omben Sampang Madura, Beliau pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Mardhiyah, Kecamatan Waru, Pamekasan, Madura. Beliau Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, pernah menjabat Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid, presidennya santri, mentri pertahanannya santri pula, dan banyak tokoh-tokoh sekarang yang mengisi pemerintahan adalah seorang “santri” Subhanallah, keren bukan ?
baca selengkapnya disini…..
22 Oktober 2016
temonsoejadi
Sholawat
1 doa untuk 3 masalah, 1 miliar sholawat nariah, 1 milyar sholawat, bidah, hari santri nasional, hukum sholawat, hukum sholawat nariyah, ijazah sholawat, ijazah sholawat nariyah, kh thobari syadily, nariyah, nariyah bidah, PBNU, peringatan hari santri, Shalawat Kamilah., Shalawat Munfarijah, sholawat bidah, Sholawat Nariah, sholawat nariyah, tawasul, tawasul dengan sholawat

Dalam rangka Memperingati hari santri nasional setiap tanggal 22 oktober, tahun ini PBNU menginstruksikan untuk pembacaan 1 milyar sholawat nariyah untuk kebaikan bangsa indonesia, semoga indonesia aman, tentram, sentosa, sejahtera dan berkemajuan, aman…aman…aman indonesia raya aman,
Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”
“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”
IJAZAH SHALAWAT NARIYAH
Oleh. Kh. Thobary syadzily albantani
Tata Cara Mengamalkan Shalawat Nariyah / Shalawat Munfarijah / Shalawat Kamilah.
I. Tawassul, yaitu:
بسم الله الرحمن الرحيم
1. الي حضرة النبي المصطفي سيدنا محمد صلي الله عليه و سلم و اله و صحبه و ازواجه و ذريته ، شيئ لله لهم الفاتحة …….
(1. Ilaa hadratin nabiyyil mushthafaa sayyidinaa Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa aalihi wa shohbihi wa azwaajihi wa dzurriyyatih, syai’ul lillaahi lahumul faatihah …….. ).
baca selengkapnya disini….
21 Oktober 2016
temonsoejadi
Alhikam, kitab kuning
Alhikam, Allah menepati janji, janji Allah, janji janji Allah, Janji Janji Allah akan ditepati, kurang sabar, menuntut hak Allah, menuntut pemberian Allah, pemberian Allah, ragu akan janji Allah, sabar dengan takdir Allah, tawakkal
bismillahirahmanirrahim..
Oleh KH Ahmad Wafi Maemon.
Syekh Ibn Athoillah As-Sakandari berkata:
لا يكن تأخر أمد العطاء مع الإلحاح في الدعاء موجبا ليأسك فهو ضمن لك الإجابة فيما يختاره لك لا فيما تختاره لنفسك وفي الوقت الذي يريد لا في الوقت الذي تريد.
“Terlambat datangnya pemberian (ALLOH), meski sudah dimohonkan berulang-ulang, janganlah membuatmu patah harapan. Karena Dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan engkau sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan”
Banyak sekali janji-janji ALLOH dalam Al-Qur’an Al-Karim, seperti:
من عمل صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة ولنجزينهم أجرهم بأحسن ما كانوا يعملون
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
baca selengkapnya disini…
19 Oktober 2016
temonsoejadi
Cahaya Hati
anak yatim, bocah yatim, DKM, dkm raudhatul jannah, grand residence, kepedulian, lebaran anak yatim, lebaran syuro, mengasihi anak yatim, muharram, peduli anak yatim, peduli sesama, proposal bantuan, proposal santunan, proposal santunan anak yatim, Raudhatul Jannah, santunan, santunan anak yatim, syuro, undangan pengajian, undangan santunan anak yatim
Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Kutipan surat Al Baqarah ayat 177 :
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya…” (Al-Baqarah: 177)
Dengan bermaksud mengharap Ridha Allah SWT, DKM Raudhatul Jannah bermaksud mengadakan Santunan Anak Yatim pada Acara Peringatan Muharram 1438 H Hari Ahad tanggal 30 Oktober 2016,
baca selengkapnya disini…
11 Oktober 2016
temonsoejadi
Cahaya Hati
ahli ibadah, buya yahya, fadhalNya, habib lutfi, habib lutfi pekalongan, ke Aku an, Keakuan, maqamatil ananiyah, mustajabah, pamer, riya, sifatnya iblis, sombong, taufiq dan hidayah, timbangan (mizan), virus ke Akuan
CARA MENGHILANGKAN EGO (KE-AKU-AN)
oleh Alhabib Muhammad Lutfi bin Yahya Pekalongan.
Allah Swt. dalam memberikan fadhail (keutamaan-keutamaan) kepada para nabi, sampai kepada para waliNya dan para ulama shalihin pun berbeda. Sampai kenikmatan apa yang diberikan kepada kita semua hari ini (Jum’at Kliwon) sampai hari kiamat tidak akan ketemu lagi nikmat seperti hari ini, walaupun Jum’at Kliwonnya tidak berubah. Kenikmatan demi kenikmatan walau berganti-ganti waktu semuanya itu tidak akan kita temukan (kenikmatan yang sama) sampai hari kiamat. Karena begitu agungnya fahmat dan fadhal Allah Swt.
Allah Swt. apabila memberikan keistimewaan, seperti contoh yang kecil tapi kita akan mengalami semuanya, diantaranya diberi tawassul; kelak manusia akan menghadapi timbangan (mizan)Nya. Jika kita bertanya secara tauhid, Allah Swt. tidak (mustahil) ta’alluq (bergantung) kepada sesuatu apapun. Memberikan timbangan (mizan) kelak amal seseorang akan ditimbang bukan berarti Allah tidak mengetahui amal-amal yang telah diperbuat oleh manusia. Dan manusia, setiap hamba yang shalih akan mendapatkan suatu imbalan atau pahala. Pahala diberikan kepada hambaNya itu fadhal dari Allah Swt. Kita bisa menjalankan amal yang shalih juga tidak terlepas dari fadhalNya (Allah Swt.).
baca selengkapnya disini….
8 Oktober 2016
temonsoejadi
Cahaya Hati
gaya hidup duniawi, gaya hidup instan, gusmus, harta, Hubbud dunya ra’su kulli khathiah, ingin cepat kaya, ingin menjadi kiai, ingin pelanggaran tidak dihukum, Kiai Husein Muhammad, Materi bukan segala-galanya, Membalik gaya hidup, mentalitas duniawi, nasehat bijak, pak harto, pangkat
“Piye, Le; enak zamanku tho?!”
Pertanyaan di bokong truk dengan gambar pak Harto mesem itu setiap kali berkelebat mengusikku. Aku selalu teringat presiden yang nyaris seperti raja itu terutama saat ada peristiwa kegilaan terhadap dunia, seperti kasus-kasus Korupsi dan Suap-menyuap; Politik Uang; Pejabat Publik dan Artis yang ‘tertangkap tangan’; Orang Pintar yang dapat memperbanyak uang; dlsb.
Kegilaan terhadap dunia atau materi dimulai dari keinginan menjadikan hidup ini sejahtera, hingga keinginan hidup mewah. Lalu keinginan lebih dan langgeng hidup mewah serta berkuasa. Biasanya berakhir dengan hilangnya akal dan nurani. Hubbud dunya ra’su kulli khathiah. Berlebih-lebihan menyukai dunia adalah sumber segala kesalahan.
Negeri ini mengenal 2 (dua) presiden yang nyaris seumur hidup. Soekarno dan Suharto. Sambil ‘meledek’ Pemerintahan Soekarno dengan sebutan Orde Lama , kursi kepresidenan-nya pun diambil alih. Orde lama dikritik karena ‘mengangkat’ Politik sebagai Panglima. Alasannya: politik tidak membikin kenyang. Politik tidak enak. Lalu Suharto pun mengganti dengan ‘Ekonomi sebagai Panglima’. Pembangunan ekonomi semesta pun dimulai.
Adalah wajar bila saat akan membangun ekonomi, yang dicontoh dan ditiru adalah negara-negar yang maju ekonominya.
baca selengkapnya disini…
8 Oktober 2016
temonsoejadi
Cahaya Hati
arti karamah, arti wali, dimas kanjeng, dimas kanjeng taat pribadi, dukun pengganda uang, fenomena dukun palsu, karamah, marwah daud, meng "ada"kan uang, menggandakan uang, paham sesat, taat pribadi, wali
bismillahirahmanirahim
sahabatku yang dirahamati Allah, fenomena dukun pengganda uang yang ngaku sebagai ulama/kiyai akhir-akhir ini menjadi deadline utama diberita-berita media baik media cetak maupun elektronik, terlebih sosial media seolah fenomena ini mau tidak mau harus kita komsumsi, heran dan tentunya penuh tanda tanya salah satu pengikutnya adalah seorang intelektual doktor lulusan luar negeri yang menyakini dengan seyakin-yakinya dukun pengganda uang ini memiliki “karamah” yang katanya mampu meng”ada”kan uang dalam jumlah banyak,
Apakah benar dukun yang ngaku kyai itu mempunyai Karamah ?
Apakah Karamah itu ?
Fenomena diatas menyedot perhatian tokoh-tokoh nasional turut mengomentari fenomena yang menjadi booming dimedia sosail ini, dari politisi, ulama, artis sampai masyarakat awampun turut serta mengutarakan pendapatnya tentang dukun pengganda uang yang sekarang menjadi tersangka atas tuduhan kasus pembunuhan pengikutnya.
berikut ini ilustrasi dialog antara bu marwah seorang doktor lulusan luar negeri pengikut dukun yang katanya mampu menggandakan uang dengan seorang kyai
baca selengkapnya disini…
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.