Beranda

Bangkitlah wahai intelektual muda

1 Komentar


intelektual muda indonesiabismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang dirahmati Allah, siang menuju sore setelah menjalani sholat jumat, tak berapa lama hujan turun membasahi semua yang dilewatinya, ya hujan adalah anugerah yang tak terkira harganya…betul tidak ?

sahabatku, bangsa kita kini tengah mengalami tantangan besar yaitu ; Degradasi Intelektual dan Degradasi Moral, apa itu ? dampak kecil Degradasi intelektual membuat jumlah Sumber Daya Manusia yang berkualitas semakin berkurang, sehingga kita akan terus kalah bersaing, akibatnya Negara kita terus menjadi Negara pendonor bagi Negara lain, sedangkan Degradasi Moral yang melanda penerus Bangsa ini juga semakin memperburuk keadaan, kaum muda yang seharusnya menjadi harapan bangsa selanjutnya, malah semakin apatis dan terlena dalam pergaulan bebas dan banyak tidak mau mempersiapkan diri untuk menjadi penerus warisan kemerdekaan

apa yang akan terjadi ?
bagaimana menyikapinya ?
apakah siap bersaing dengan negara lain ?

setelah debut pertama pidato bertaraf internasional dalam konferensi KTT APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) CEO Summit di China National Convention Centre (CNCC), Beijing‎, presiden replubik indonesia memaparkan persentasi tentang keadaan profil negara kesatuan replublik Indonesia, seperti jumlah pulau, luas wilayah, dan potensi Tanah Air. dalam persentasinya itu presiden membuka peluang para para investor asing untuk menanamkan modal di indonesia,

baca selengkapnya disini………….

Saatnya generasi muda bicara

3 Komentar


Bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, menulis di pagi buta dengan diselingi lantuan lagu sholawat, menambah semangat dan gairah.. melepas penat seminggu UTS yang menyita tenaga dan pikiran, sahabatku,  momentum tahun baru 1 hijriah juga bersinggungan dengan hari sumpah pemuda yang kemaren baru kita peringati  sebagai pemuda apa yang harus kita isi dan lakukan ? sebagai generasi penerus bangsa dan negara kesatuan indonesia yang kita cintai ini ?

Generasi Muda ber Prestasi, yah kata ini sering kita dengar dimana-mana. Kita sering mendengar orang mengatakan “yang muda yang berprestasi” baik di media cetak maupun di televisi dan media2 elektronik lainnya. Kalimat tersebut seakan-akan sudah menjadi hal yang sangat di idam-idamkan bagi para generasi muda sekarang ini kata “yang muda yang berprestasi” dapat diartikan bahwa itu adalah tanggung jawab generasi muda untuk meraih prestasi dalam hal dan bidang apapun dan dapat kita ketahui bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang penting untuk generasi-generasi penerus bangsa.

Baik-buruknya sebuah bangsa dipengaruhi pada bangunan karakter generasinya. Karakter yang kuat akan menjadikan sebuah bangsa menjadi kuat pula. Karena dengan karakter, kita dapat memberikan ruh pada setiap aktivitas yang dilakukan oleh siapa pun saja baik keluarga, lembaga pendidikan, organisasi hingga bangsa ini termasuk dalam memberikan arah perjalanan bangsa ke depan. Dengan karakter yang positif, akan dapat mengurangi berbagai perilaku destruktif generasi muda, memberikan arah bagaimana mereka merengkuh masa depan yang cerah. Dengan karakter positif yang kuat, akan dapat membentengi generasi muda dan pelaksana negeri ini dari tindakan-tindakan yang dapat merendahkan martabat bangsa seperti korupsi, dan perilaku manipulatif lainnya.

sebuah kisah tentang remaja-remaja yang luar biasa, dalam buku cita-cita ( the secret and power within) karya m iqbal dawami.

Nama lengkapnya adalah Abdurahman Faiz. Di usia 8 tahun ia sudah menelurkan buku kumpulan puisi berjudul Untuk Bunda dan Dunia (DAR Mizan, Januari 2004) dengan kata pengantar dari Taufik Ismail. Buku tersebut meraih Anugerah Pena 2005 serta Buku Terpuji Adikarya IKAPI 2005. Lalu disusul buku keduanya terbit di tahun yang sama dengan buku pertama. Guru Matahari, juga diterbitkan DAR Mizan, bahkan masuk dalam daftar nomine Khatulistiwa Literary Award 2005. Setelah itu berturut-turut Aku Ini Puisi Cinta, kumpulan esai Permen-Permen Cinta Untukmu, dan yang terbaru Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil yang diterbitkan Lingkar Pena Publishing House, Juli 2007.

baca kisah cahaya hati selengkapnya…