TAHUKAH ANDA JIKA SOLAR PANEL ITU MEMILIKI “KOEFISIEN SUHU”….?

Setiap teknologi solar panel hadir dengan koefisien suhu yang unik dan berbeda-beda. Koefisien Suhu ini sangat penting karena suhu permukaan solar panel ini memiliki pengaruh langsung pada Daya Output dari solar panel tersebut.

Fenomenanya adalah saat suhu permukaan solar panel meningkat maka daya output dari solar panel tersebut akan ikut menurun.

Koefisien suhu adalah parameter kunci yang mempengaruhi performa panel surya (solar panel) dalam produksi energi. Koefisien ini mengukur sensitivitas output daya panel terhadap perubahan suhu. Dalam konteks teknologi solar panel, koefisien suhu memberitahu kita seberapa banyak efisiensi sebuah panel surya menurun dengan setiap kenaikan suhu satu derajat Celsius di atas suhu standar operasional (biasanya 25°C atau 77°F).

Secara umum, panel surya menghasilkan listrik lebih efisien pada suhu yang lebih rendah. Saat suhu naik, efisiensi panel turun, yang berarti panel menghasilkan lebih sedikit listrik dari jumlah sinar matahari yang sama. Koefisien suhu negatif, yang umum untuk sebagian besar panel photovoltaic (PV) berarti bahwa output daya panel berkurang seiring dengan kenaikan suhu. Nilai koefisien suhu biasanya berkisar antara -0,2% hingga -0,5% per derajat Celsius untuk panel silikon, yang merupakan tipe panel surya yang paling umum.

Solar Panel pada umumnya diberi peringkat 25°C, namun, ketika panel surya dipasang diatas atap, maka pada umumnya mencapai suhu yang jauh lebih tinggi dari rated STC.

CONTOH :

Katakanlah solar panel 200Wp yang dipasang di atap rumah berada pada suhu 55.9°C (setelah diukur).

Kehilangan daya solar panel dapat dihitung sbb :

55.9°C – 25°C = 30.9°C

30.9°C x -0,5% = 15.45%
(-0,5%/°C adalah contoh koefisien suhu Pmax dari sebuah merk tertentu)

Daya solar panel yang hilang adalah 15.45% x 200W = 30.9W

DAYA SOLAR PANEL 200W YANG TERSISA ADALAH = 169.1W

****SEMOGA BERMANFAAT****