Hallo Rekan-rekan pegiat Renewable Energy yang luar biasa.

Panel surya mempunyai type yang cukup banyak, namun hanya 2 tipe ini yang sangat populer serta familier ditelinga kita yaitu tipe monokristaline dan polycristaline. jadi dilapangan serta kebanyakan orang yang pasang ya 2 tipe antara mono dan poly. Pada dasarnya, pilihan mana yang terbaik antara panel surya monocrystalline dan polycrystalline bukanlah sesuatu yang perkara penting ketika kita sudah memilih salah satu  panel surya untuk kebutuhan kita, karena memang tidak ada perbedaan mendasar antara tipe panel surya monocrystalline dan polycrystalline. semua bisa mengeluarkan listrik serta bisa bertahan puluhan tahun sehingga investasi yang kita berikan untuk membeli panel surya tidaklah harus dipusingkan, karena Replace of investemen pasti akan terpenuhi juga dari hasil listrik yang bisa kita peroleh. ada beberapa hal yang seharusnya kita tekankan  dalam memilih panel surya salah satunya mengenai beberapa hal berikut ini sebagai contoh :

Apakah penjual yang kita temui didukung perusahaan besar atau hanya toko atau penjual pribadi atau sekedar importir Lokal saja? Apakah ada jaminan garansi yang Ia berikan dari panel surya yang ditawarkannya? baik garansi produk minim 10tahun atau garansi performance 25tahun ? Kemana kita harus mengadu ketika panel kita mengalami masalah ? Apakah penjual itu bisa menyelesaikan hal-hal teknis mengenai panel surya kita?  Apakah spesifikasi panel surya yang ditawarkan sesuai dengan kondisi produk yang kita bawa pulang? bagaimana mengurus klaim garansi jika seandainya produk kita bermasalah pada tahun ke 10? dan banyak lagi yang bisa kita tanyakan sehingga kemantapan dalam memilih panel surya bisa lebih menyakinkan.

beberapa pertanyaan ini mungkin bisa kita tekankan di awal dalam memilih panel surya sehingga produk yang kita bawa akan memberikan value lebih untuk bisa kita gunakan lebih lama, paham ya..

meskipun begitu, disini kita akan paparkan perbedaan mendasar perihal panel surya mono vs poly sebagai awal dari kekuatan pilihan kita sehingga lebih mantap dalam memilih produk panel surya. apa itu polistriscaline, apa itu monocristaline?  bagaimana proses pembuatanya, berapa efisiensinya ?

mari kita ulas bersama berikut ini…

Bagaimana Cara Kerja Sel Surya Silikon?

Sebelum kita beranjak pada pertimbangan memilih panel surya poly dan mono, kita harus paham dulu tentang terminologi urutan sebuah panel surya mampu menghasilkan listrik. apa yang perlu disiapkan untuk memulai listrik tenaga surya bisa dibaca disini ya.

Komponen utama sel surya adalah silikon. Silikon telah digunakan sebagai bagian penting dari barang-barang yang memanfaatkan listrik selama beberapa dekade ini. Sering disebut sebagai panel surya generasi pertama, silikon saat ini menguasai lebih dari 90% dari pasar sel surya. Alasan bahwa silikon dikenal sebagai panel surya generasi pertama adalah karena fakta bahwa teknologi sel surya silikon sudah mulai mendapatkan daya tarik pada 1950-an. Akibatnya, silikon adalah bentuk pertama teknologi sel surya.

Namun, silikon kristal murni sebenarnya adalah konduktor listrik yang sangat buruk. Ini dikarenakan penggunaan bahan semikonduktor sebagai material utama. Silikon yang ditemukan di sel surya sebenarnya memiliki sejumlah kotoran – ini dilakukan agar atom-atom lainnya bercampur dengan silikon. Apa yang dilakukan adalah dengan mengatasi masalah konduksi yang terdapat pada silikon, karena atom campuran baru bekerja untuk meningkatkan kemampuan silikon menangkap energi dari matahari dan mengubahnya menjadi listrik.

Sebuah atom galium memiliki satu elektron lebih sedikit daripada atom silikon, sementara atom arsenik memiliki satu elektron ekstra. Ketika atom arsenik ditempatkan di antara atom silikon, ada elektron ekstra dalam struktur sebagai hasilnya. Oleh karena itu, lapisan kaya elektron terbentuk.

Dalam sel surya, lapisan ditempatkan bersebelahan satu sama lain, dan inilah yang menciptakan medan listrik. Ketika sinar matahari menyentuh sel surya, energi menstimulasi elektron, dan ini menghasilkan lubang yang tertinggal. Ini kemudian bermigrasi ke elektroda di sel karena kehadiran medan listrik. Akibatnya, listrik tercipta.

 

Bagaimana panel surya Monocrystalline dibuat?

Monocrystalline dan polycrystalline Keduanya terbuat dari silikon, tetapi memproduksi monocrystalline membutuhkan proses yang jauh lebih rumit. Monocrystalline dibuat menggunakan proses Czochralski, dinamakan sesuai dengan ilmuwan Polandia yang menemukan secara kebetulan setelah secara tidak sengaja mencelupkan pulpennya ke dalam proses silikon timah cair. Proses ini terdiri dari memutar kristal biji silikon padat sambil perlahan mengekstraknya dari kolam silikon cair. Proses ini menciptakan blok silikon murni yang terbuat dari hanya satu kristal (sesuai dengan namanya monocrystalline). Blok ini, atau ingot, kemudian dipotong menjadi persegi, menciptakan banyak silikon yang terbuang. Kuadrat silikon kemudian diiris menjadi wafer berwarna seragam dan dirangkai menjadi pola panel surya monokristalin yang khas.

Bagaimana cara pembuatan Panel surya Polycrystalline?

Sebagai perbandingan, membuat polycrystalline relatif lebih sederhana. Sebuah biji kristal silikon tunggal dan silikon cair dimasukkan ke dalam cetakan persegi lalu dibiarkan beberapa saat. Silikon kemudian mendingin dengan rentang yang berbeda saat bagian luar mendingin lebih cepat. Pengaturan yang tidak merata menghasilkan banyak kristal yang berbeda (karena itu disebut polycrystalline) yang memberi penampilan panel gemerlap dan beraneka warna. Panel surya pertama berdasarkan silikon polycrystalline yang juga dikenal sebagai polysilicon (p-Si) dan multi-kristal silikon (mc-Si), diperkenalkan ke pasar pada tahun 1981. Tidak seperti panel surya berbasis monocrystalline, panel surya polycrystalline tidak membutuhkan proses Czochralski. Silikon mentah dilebur dan dituangkan ke dalam cetakan persegi, yang didinginkan dan dipotong menjadi wafer persegi, maka pada banyak produsen harga panel surya policristaline cukup murah dibanding dengan harga panel mono.

Berapa efisiensi panel surya poly vs mono ?

Efisiensi sel surya merupakan parameter penting dari panel. Selama 40 tahun terakhir, para peneliti telah berusaha memaksimalkan efisiensi konversi energi matahari. Telah ada sel dengan efisiensi sebesar 44%  akan tetapi itu hanyalah prototype dalam skala laboratorium serta biayanya terlalu tinggi untuk penggunaan umum.

Saat ini efisiensi standar untuk panel surya dipasaran adalah adalah 12-18% tergantung pada jenis sel surya pada panel. Jenis panel berikut sebagian besar ditawarkan di pasar :

  • Panel surya monokristal dengan efisiensi 13-19%;
  • Panel surya polikristal dengan efisiensi 11-15%;
  • Sel surya film tipis (Thin film) dengan efisiensi 6-9%.

Secara umum, panel surya dengan sel monokristal dan polikristal sangat mirip dalam hal teknologi, namun biaya produksi panel polikristal adalah sekitar 10-15% lebih rendah, yang  membuatnya lebih menguntungkan untuk produsen dan PLTS skala besar, di mana biaya pembuatan menjadi perbedaan menentukan.

Apa perbedaan mendasar pada panel polycristaline dan monocristaline ?

Jika warna panel surya menjadi ukuran penting bagi Anda, ingatlah bahwa panel surya monocrystalline dan polycrystalline cenderung tampil berbeda saat berada diatap. Panel monocrystalline akan cenderung memiliki warna biru yang lebih gelap, cenderung kehitaman, sementara panel polycrystalline akan cenderung memiliki warna biru yang lebih cerah perbedaan warna ini sebenarnya yang mempengaruhi sensitivitas dalam menangkap sinar matahari.

untuk lebih detailnya bisa dilihat pada tabel berikut ini :

Keterangan Panel surya monocrystalline Panel surya polycrystalline
Jenis sel surya Silikon tunggal Campuran silikon dengan material lain
Harga Jual per Wp Mulai dari Rp. 7500 Mulai dari Rp. 6500
Garansi Produk +15 Tahun +10 Tahun
Estetika Rata-rata biru gelap, kehitaman Rata-rata berwarna biru cerah, bercorak khas
Kebutuhan area 6 m² per 1 kWp 8 m² per 1 kWp
Efisiensi panel Sekitar 13-19% Sekitar 11-15%
Ketahanan suhu Berkinerja lebih baik dalam suhu tinggi dan kondisi yang teduh, saat terik joss Kurang efisien dalam suhu yang lebih tinggi, mampu menyerap cahaya yang baik saat mendung, saat terik Overheat
Lainnya Teknologi tertua yang paling banyak digunakan, improvisasi jenis teknologi terbaru mono perc, mono half cell, mono bifacial half cell Lebih sedikit menggunakan dan menghasilkan limbah silikon, cenderung sedikit improvisasi,  teknologi tertiggal

 

Keuntungan dan Kerugian Modul Monocrystalline dan Polycristaline apa ?

Keuntungan monocristaline :

✓Panel surya Mono memiliki tingkat efisiensi tertinggi (biasanya sekitar 13-19%);
✓Modul monocrystalline hemat ruang. Karena modul-modul ini mampu menghasilkan output daya tertinggi,
✓Panel surya Mono memiliki umur panjang – sebagian besar produsen menawarkan garansi 25 tahun pada produknya
✓Mampu bekerja lebih baik daripada jenis modul surya lainnya dalam kondisi kurang cahaya.

Kekurangan:
✓Modul monocrystalline yang paling mahal harganya;
✓Jika tertutup oleh tanah,debu atau salju, seluruh sistem akan terpengaruh, paham kan kenapa kita suarakan untuk pembersihan PV karena debu yg tebal berpengaruh pada jumlah produksi yang mampu diberikan.


Keuntungan dan Kerugian Modul Polikristalin ;

Keuntungan:

√Proses memproduksi panel surya poli lebih sederhanadengan demikian, lebih murah harga dipasaran.
√Memiliki toleransi panas yang lebih rendah daripada modul monocrystalline. Maka kita sering bahas untuk diberi watercooling system pada PV poly. Karena saat siang suhu bisa mencapai 45-60° c panusssss bener pokoknya.

Kekurangan:
∆ Karena kemurnian silikon lebih rendah dari modul mono, Efisiensi Poly biasanya dinilai sekitar 13% -16%.
∆ Tidak hanya mereka kurang hemat energi, tetapi kita butuh space tempat yg lebih besar dibandingkan menggunakan modul Mono

 

Antara mono vs poly siapa pertimbangan apa yang bisa kita pilih  ?

mungkin kita bisa membandingkan dari beberapa hal berikut ini :

      1. Efisien Cost & tempat.Panel surya mono dan polycrystalline merupakan pilihan yang baik serta menawarkan keunggulan yang bisa dikatakan serupa. Meskipun panel surya polycrystalline cenderung kurang efisien terhadap ruang dan monocrystalline cenderung menghasilkan lebih banyak daya listrik serta sedikit ruang, keputusan tetap di tangan pengguna semua. Hampir tidak mungkin untuk merekomendasikan satu atau yang lain dengan tidak memeriksa panel surya serta lokasi pemasangan terlebih dahulu ini merupakan satu faktor tersediri yang bisa kita tekankan dalam memilih. kalau mengenai memilih PV GRADE A atau yang Tier satu bisa baca artikelnya disini Pertimbangan lainnya yaitu Panel surya monocrystalline sedikit lebih mahal dibandingkan poly, tetapi juga sedikit lebih hemat ruang daripada poly. Jika kita memiliki satu panel surya polycrystalline dibandingkan satu monocrystalline, keduanya diberi 220 watt, mereka akan cenderung menghasilkan jumlah listrik yang sama, tetapi yang terbuat dari silikon monocrystalline hanya membutuhkan lebih sedikit ruang sehingga terkena efisien lebih efisien.
      2. Koefisien SuhuPerlu dicatat bahwa monokristal menunjukkan kinerja yang lebih baik ketika terkena cahaya langsung. Oleh karena itu terbukti efisien dalam iklim kering dan panas di daerah-daerah seperti Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara seperti Meksiko, Australia, dll. maka saat panas terik justru panel surya monokristaline akan menunjukkan pola produksi bagus yang bisa mampu berikanSebaliknya, polikristal lebih baik dalam pencahayaan yang terdifusi dan lebih disukai untuk negara-negara dengan iklim sedang, dimana langit sering mendung, panel Policristaline cenderung akan mengalami penurunan efisiensi jika modul poly mengalami efect overheat. sehingga kemampuan produksi poly akan terkreksi cukup tajam jik itu terjadi. meskipun demikian penggunaan mono-poly dalam instalasi akan mewarnai kekurangan dan kelebihan dari modul surya itu sendiri sehingga akan saling melengkapi dalam mencukupi produksi harian sehari-hari.
      3. TeknologiPanel surya monokristaline belakangan ini banyak mengalami improvisasi teknologi pada produknya seperti dengan adanya teknologi perc, mono half cell, bifacial half cell dan banyak lainya .Sebagian besar dari 20 model panel surya untuk digunakan pada perumahan pada tahun 2020 adalah monocrystalline. Alasan untuk ini tentu menunjukkan bahwa panel surya monocrystalline lebih efisien jika dibandingkan dengan Polycristaline hal itu dibuktikan dengan  tiga merek yang sangat mahal serta dengan reputasi baik seperti  Sunpower, LG dan Panasonic cenderung fokus pada panel surya jenis mono, karena panel surya monocrystalline tier 1 kualitas tinggi lainnya sekarang harganya sama dengan panel surya polycrystalline tier 1. Efisiensi yang lebih baik dengan biaya yang sama menjadikan modul monocrystalline pilihan yang menarik untuk perusahaan itu fokus pada mono. merek monokristalin berkualitas tinggi lainnya seperti Canadian Solar, Trina Solar, Jinko Solar, JA Solar dan Longi. Sekarang banyak produsen panel surya telah mengubah tungku mereka untuk membuat sel monokristalin daripada sel polikristalin karena mengacu pada biaya produksi yang hampir serupa saat membuat panel Polycristaline.jadi dimungkinkan cenderung pada tahun-tahun yang akan datang akan muncul produk monocristaline dengan high efisiensi, low cost produksi yang ditawarkan pada konsumen sehingga mampu memproduksi litrik lebih banyak dan baik lagi. Teknologi selalu tumbuh dan berkembang. Saat ini, teknologi yang memiliki efisiensi tertinggi dengan keunggulan lebih besar secara keseluruhan adalah teknologi monocrystalline
      4. After sales
        Untuk pengguna pemula, yang hanya ingin mencoba merasakan listrik surya, mencari penjual yang dapat memberikan harga murah adalah pilihan yang tepat. Membeli panel surya dari perseorangan atau membeli produk tangan kedua, dapat kita lakukan. Namun tetap pastikan garansi dan jaminan kualitas dari penjual harus bisa kita dapatkan dengan baik, sehingga tidak “pusing” jika muncul kendala. banyak kasus seperti ini terjadi, bahkan menjadi viral digrup-grup solar panel, pabrikan angkat tangan atas kasus snailtrack pada panel suryanya, jika seperti ini harga murah yang kita beli di awal tidak sesuai dengan nilai kualitas yang kita bisa dapatkan bahan cenderug rasa ketidakpuasan akan muncul jika hal serupa terjadi pada kita.Namun, untuk pengguna berpengalaman, kami sarankan untuk mulai menghitung untung rugi panel surya yang ingin digunakan. Karena perbedaan kualitas produk dan jaminan purna jual, dapat mempengaruhi pola penggunaan panel surya dalam secara besar yang ingin anda dapatkan, dan mungkin dapat mempengaruhi nilai pengembalian modal yang bisa kita terima, jika pada fase ini tentu monocristaline atau polycristaline sudah tidak menjadi bahan lagi karena kekuatan modal cenderung akan menjadi pilihan utama. paham ya. untuk skema klaim garansi bisa baca disini

jadi pilih mana,  polycristaline atau monocristaline jika untuk skala Proyek?

Jawabannya tergantung pada spesifikasi proyek kebutuhan mu apa.

Modul poli, misalnya, ideal untuk proyek dengan atap besar dan luas, Bagus untuk konsumen dengan anggaran terbatas yang mencari cara untuk tetap menjaga biaya instalasi seminimal mungkin. untuk alasan-alasan menggunakan listrik tenaga surya bisa baca disini 

Panel surya Mono, sangat cocok untuk atap kecil atau properti yg terbatas ruang. Karena modul monokristalin sangat efisien, Akan mendapatkan lebih banyak daya ke area permukaan yang sama. Selain itu, tipe panel ini memiliki koefisien suhu yang lebih rendah daripada modul poli.

Pilihlah yg sesuai isi dompetmu, anakisa sudah kita berikan, jika tempat cukup dan banyak direkomendasikan teman-teman maka pilihlah. Poly atau Mono sama baiknya kok dan plus minus juga, atau lebih baik pasang keduanya biar tahu betapa joss mereka.


Ingin punya Alat-alat diatas, cukup wa.me/6285711256257 Peralatan solar panel https://www.bukalapak.com/u/temonsujadi
————————–

sekian pembahasan kali ini. kita kan bahas hal-hal lainnya mengenai renewable energi

salam luar biasa
semoga sehat selalu

 

temonsoejadi
Pegiat Renewable Energy.