Hallo rekan-rekan pegiat Renewable energi yang luar biasa

Pemanfaatan tenaga surya sudah bukan menjadi rahasia lagi semua yang berkaitan dengan listrik bisa dipasok dengan listrik tenaga surya. perlu kita ketahui bahwa Sel surya adalah semikonduktor yang mengubah energi cahaya ke enegi listrik melalui proses fotoelektrik. Gabungan dari beberapa sel surya pada satu panel dikenal sebagai Panel Surya, Saat ini, sel surya yang paling dikenal luas adalah sel yang berasal dari Kristal silicon dan biaya produksinya semakin lama semakin turun dengan tingkat keandalan yang meningkat. Sel surya ini sendiri umur pakainya melebihi 25 tahun bahkan bisa sampai 50tahun jika kita bisa merawat dan menjaga panel tidak pernah overheat temperaturenya. Semakin murni molekul silikon, semakin baik sel surya akan mengubah energi matahari (sinar matahari) menjadi listrik (efek fotolistrik).  selain dari efisiensi perfoma, efisiensi biaya dan ruang adalah faktor penentu bagi kebanyakan orang. nah untuk pembahasan kali ini kita akan sedikit membahas tentang menentukan panel Surya Grade A dibandingkan dengan panel surya tier 1, apakah panel surya grade A tidak bisa bersaing dengan penel surya tier 1 ? bagaimana nasib industri panel surya di indonesia? berapa efisiensi panel grade A ?

mari kita bahas disini :

Ada berapa Grade pada panel surya ?

Solar panel yang merupakan gabungan rangkaian sel surya, kapasitas dan kualitasnya tergantung pada jenis sel surya yang digunakan. Untuk kualitas, sel surya dapat dibagi atas 4 tingkat (grade)

  1. Grade A – Kualitas sel paling tinggi, yang mana tidak ditemukannya ada kekurangan/cacat pada sel tersebut termasuk bagian terkecilnya. Efisiensinya berkisar antara 16-19% dan dalam konfigurasi pemasangan di panel akan dipisahkan berdasarkan warna dan kapasitasnya
  2. Grade B – Memiliki kekurangan pada warna atau adanya bitnik dan noda pad akristal. Efisiensinya hamper sama dengan Grade A akan tetapi kapasitasnya dibawah Grade A.
  3. Grade C dan D – sel mungkin memiliki patah, retakan mikro serta cacat lainnya akan tetapi tidak didaur ulang setelah penyortiran. Sel tersebut dipotong menjadi bagian kecil dan digabungkan dengan sel lainnya sehingga harganya lebih murah. Selain dari efisiensinya di bawah 10-14%, panel semacam itu dapat meningkatkan resiko bagi keseluruhan sistem karena panel-panel ini memerlukan banyak penyolderan karena sejumlah besar fragmen. Penyolderan yang salah dapat menyebabkan sirkuit pendek lokal dan perbedaan yang signifikan dalam kapasitas masing-masing modul yang terpisah dapat menyebabkan overheating atau efek Hot Spot yang kemaren kita bahas baca disini. Suhu sistem tegangan tinggi bisa mencapai 300C, yang berbahaya untuk seluruh modul surya dan mungkin menempatkan Anda pada risiko kebakaran. Sehingga Grade C dan D ini hanya cocok untuk ukuran kecil saja dan tidak untuk ukuran besar

Bagaimana cara mengidentifikasi modul yang terbuat dari elemen Grade C dan D?

Setidaknya Ada tiga hal unsur utama:

  • Semua modul berkualitas tinggi terbuat dari sel persegi dengan ukuran standar 125х125mm atau 156х156mm. Jika sel panel memiliki ukuran lain atau tidak seragam lihat kapasitasnya maka itulah bisa dipastikan menggunakan modul Sel kualitas rendah
  • Perhatikan dimensi modul terhadap kapasitas. Kapasitas pengenal panel surya adalah sekitar 145-155W per 1 meter persegi area modul. jika ada modul ukuran kecil kok memberikan klaim dengan kapasitas sekian, maka perlu kita curigai modul yang dipakai, atau hanya nameplate bodong yang tak sesuai speksifikasi.
  • Jaminan Garansi Product dari produsen harus setidaknya  minim 10 tahun, bahkan ada yang berani memberikan garasni produknya 10 tahun, seperti ICA Solar. jika terdapat product dari solar panel meski ternama sekalipun tidak mau memberikan garansi product minim 10tahun ya mungkin perlu kita tinjau ulang membelinya, karena bisa jadi bahan panel suryanya modul sel terbuat dari grade C & D. daripada nanti sering bermsalah lalu komplain gak bisa kan repot.

Panel Surya Tier 1 itu seperti apakah ?

Tier 1 adalah sebuah peringkat yang digunakan untuk menunjukkan level sebuah perusahaan produsen panel surya. Bloomberg menjelaskan yang dimaksud tier 1 adalah perusahaan produsen panel surya yang dapat menyediakan produk dengan merek sendiri dan telah memproduksi panel surya tersebut untuk kebutuhan 6 proyek berbeda, yang dibiayai oleh 6 Bank mapan dalam jangka waktu 2 tahun.

Definisi tier 1 oleh Bloomberg ini, juga telah banyak mengalami perkembangan. Terdapat perbedaan dalam penentuan peringkat ini setiap tahunnya. seperti contoh beberapa perusahaan yang sudah terkenal dengan Tier 1.

Manufacturer – Annual Capacity

Jinko Solar – 10,000.
Canadian Solar – 8,700.
Risen Energy – 8,600.
JA Solar – 8,500.
Hanwha QCells – 8,000.
Trina Solar -8,000.
Longi – 7,500.
GCL Systems – 5,400.
Talesun – 4,800.
Seraphim – 4,000.
Suntech – 3,900.
Renesola – 3,500.
Znshine Solar – 3,200.
First Solar – 2,900.
Chint/Astronergy – 2,500.
LG Electronics – 2,500.
BYD – 2,400.
Eging – 2,100.

Apa yg menjadi  kategory Panel surya masuk dalam kategori Tier 1 ?

Secara umum, produsen PV dapat digolongkan ke dalam Tiers 1 menurut pengukuran dan pembobotan pada metrik berikut:

1. Experience
2. Financial position
3. Strategic and tactical position
4. Manufacturing scale
5. Deployment scale
6. Durability & quality
7. Technical Performance
8. Brand bankability
9. Geographic coverage
10. Vertical integration
11. Insurance and backing
12. Sustainability
13. Service and support
14. Price competitiveness
15. Innovation and R&D

Perbedaaan tier 1, tier 2 dan tier 3 panel surya itu apa ?

Secara umum produsen panel surya Tier 1 didefinisikan sebagai berikut ;

1. Telah memproduksi panel surya selama 5 tahun atau lebih
2. Terdaftar secara publik di bursa efek atau memiliki neraca yang kuat dan stabil;
3. Produksi sepenuhnya otomatis dengan tingkat interagasi interface yg tinggi
4. Menginvestasikan secara signifikan dalam pemasaran merek serta produk mereka
5. Memiliki jaminan asuransi produk penuh serta After sales yg baik.

Produsen Tier 2 dan Tier 3 adalah mereka yang tidak memenuhi satu atau lebih daru kriteria diatas ini.

=> Biasanya panel surya tier 1 harganya yaitu 10-30% lebih mahal daripada panel surya tier 2 dan tier 3.
=> tier 1 Harga cenderung stabil dari tahun ketahun bahkan cenderung turun
=> Tier 2 &3, bisa Terdeteksi kemungkinan lebih besar terdampak cacat (Defect)

Apakah Tier 1 terjamin tidak terkena Defect ?

 

Tidak bisa menjamin,dan bukan jaminan, kita juga tahu banyak product tier 1 yang direview terdampat defect serius sangat banyak dan itu bisa menjadi perhatian kita, meskipun begitu asuransi dan aftersalesnya dapat diandalkan dibandingkan yg lain. panel Grade A yang baguspun memberikan garansi after Sales juga yang bagus mengenai ini. jadi Pilih grade A pu tidak akan menjadi masalah asal aftersalesnya bagus.

 

Apakah produk Grade A perusahaan indonesia tidak bisa bersaing dengan produk tier 1 ?

 

belum Tentu,  hal ini bisa menjadi pertanyaan bersama, karena Indonesia telah memiliki beberapa produsen panel surya. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI). kita patut mengetahui piramida peringkat Tier 1 di Industri panel surya. Dalam konteks global, hanya ada 2% perusahaan di dunia yang berada di peringkat Tier 1, 8% di peringkat Tier 2 dan 90% di peringkat Tier 3. jadi hanya soal waktu saja level perusahaan apamsi akan naik ke Tier 1 ditingkat global, tentu dengan selalu memperhatikan qualitas tentunya.

kenapa produsen panel surya di indonesia sulit berkembang menyamai tier 1 ?

Di Indonesia, untuk dapat dikatakan produsen. Maka ada beberapa syarat yang harus dimiliki, beberapa diantaranya adalah surat ijin usaha industri (IUI) dan surat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Ada banyak syarat lainnya, namun dua syarat utama ini dapat menjadi filter awal untuk menentukan produsen panel surya di Indonesia.

jadi secara kesimpulan sederhana produk GRADE A belum tentu Tier 1, produk TIER 1 memang sudah pasti harus Grade A sehingga sangat dimungkinkan perusahaan indonesia bisa bersaing dengan perusahaan tier 1, karena dari segi kualitas kita sudah mengarah kesana dan akan sampai menyamai mereka meski harus perlu beberapa tahun kedepan.

Beberapa perusahaan industri panel surya di Indonesia, yaitu : Produsen Panel surya GRADE A .

  1. PT. LEN Industri ( PERSERO)
  2. PT. Wika Intrade Energi
  3. PT Indodaya Surya Lestari – ICA Solar
  4. PT. Surya Utama Putra
  5. PT Sky Energi – Jsky Solar
  6. PT. Swadaya Prima Utama
  7. PT. Adyawinsa Electrical & Power – Adya Solar
  8. PT. Azet Surya Lestari
  9. PT. JEMBO Energindo
  10. PT. SANKEINDO

berapa Efisiensi panel surya Grade A yang baik ?

Panel Surya merupakan kumpulan kumpulan sel surya yang berfungsi mengubah energi cahaya ke energi listrik. Karena setiap sel memiliki kapasitas kecil (3-5W), mereka digabungkan menjadi panel surya dengan kapasitas total dari 20W hingga sampai 350W. Untuk pembangkit listrik tenaga surya biasanya menggunakan panel 250-300W karena kemudahan penanganan dan biaya produksi.

Efisiensi sel surya merupakan parameter penting dari panel. Selama 40 tahun terakhir, para peneliti telah berusaha memaksimalkan efisiensi konversi energi matahari. Telah ada sel dengan efisiensi sebesar 44%  akan tetapi itu hanyalah prototype dalam skala laboratorium dan biayanya terlalu tinggi untuk penggunaan umum.

Saat ini efisiensi standar untuk panel surya dipasaran adalah adalah 12-18% tergantung pada jenis sel surya pada panel. Jenis panel berikut sebagian besar ditawarkan di pasar:

  • Panel surya monokristal dengan efisiensi 16-19%;
  • Panel surya polikristal dengan efisiensi 13-17%;
  • Sel surya film tipis (Thin film) dengan efisiensi 6-9%.

Secara umum, panel surya dengan sel monokristal dan polikristal sangat mirip dalam hal teknologi, namun biaya produksi panel polikristal adalah sekitar 10-15% lebih rendah, yang  membuatnya lebih menguntungkan untuk produsen dan PLTS skala besar, di mana biaya pembuatan menjadi perbedaan menentukan.

Perlu dicatat bahwa monokristal menunjukkan kinerja yang lebih baik ketika terkena cahaya langsung. Oleh karena itu terbukti efisien dalam iklim kering dan panas di daerah-daerah seperti Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara seperti Meksiko, Australia, dll. Sebaliknya, polikristal lebih baik dalam pencahayaan yang terdifusi dan lebih disukai untuk negara-negara dengan iklim sedang, dimana langit sering mendung seperti Indonesia barat, dan akan mengalami penurunan efisiensi jika modul poly mengalami efect overheat. meskipun demikian penggunaan mono-poly dalam instalasi akan mewarnai kekurangan dan kelebihan dari modul surya itu sendiri sehingga akan saling melengkapi dalam mencukupi produksi harian sehari-hari.

Adapun sel surya film tipis, efisiensinya rendah dan dengan biaya produksi rendah, Efisiensinya yang berkisar antara 6% -8% dan dapat mengalami penurunan 20% -40% dari kapasitas mereka dalam 2 tahun pertama operasi. Ini menghasilkan sistem yang rumit dan tidak efisien. Total biaya pembangkitan listrik ternyata jauh lebih tinggi dari yang diharapkan dan proyek menjadi investasi yang buruk.

Secara umum, panel surya yang berkulitas baik GRADE A akan tahan lama, andal dan mudah dipasang. Mereka dapat digunakan dalam iklim apa pun – di hujan atau salju, pada rentang temperatur + 50C dan -80C, mereka akan melayani Anda dengan baik setidaknya selama 25 tahun dengan penurunan efisiensi yang kecil (<1%) setiap tahunnya jika dipasang dan dipelihara dengan saksama.

Jadi, mana penyedia listrik tenaga surya Anda pilih Grade A atau Tier 1?

keseluruhan Analisis sudah kita paparkan. Namun, jika Anda masih ragu menemukan yang sesuai dengan kebutuhan, Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

  1. Pilih penyedia yang dapat kita jangkau, sehingga jika ada pertanyaan ataupun kendala, penyedia tersebut akan cepat memberikan respon. semisal kita pilih Tier 1 ditengah perjalanan ada kendala dan harus ke luar negeri komplainnya kan repot juga, ini akan menjadi masalah tersendiri
  2. Pastikan medapatkan penawaran dan penjelasan yang detail dari para penyedia. Jika mereka tidak memberikan respon yang cukup baik sekarang, bagaimana dengan pelayanan mereka hingga 25 tahun mendatang? panel surya bisa sampe 30tahun kedepan lho masa pakainya.
  3. Pilih yang memberikan garansi product minim 10 tahun  dan mudah mengurus klaimnya. ada beberapa perusahaan yang susah mengurus klaim garansi, jika sperti itu mungkin bisa anda tinjau dulu mau dipilih atau tidak.
  4. Karena sistem listrik surya ini bukan barang murah dan tidak habis pakai dalam waktu singkat, Anda harus memastikan solusi yang dapat kita terima sesuai kebutuhan listrik tenaga surya yang anda pilih.

 

Bagaimana sudah paham belum, tentang kualitas grade A dibandingkan dengan tier 1, secara umum panel GRADE 1 sudah cukup baik, asalkan aftersalesnya juga baik, sehingga akan meningkatkan kepercayaan disisi konsumen. Perusahaan Indonesia berkembang, harga panel surya turun. pemerataan energi akan bisa lebih banyak dirasakan masyarakat Indonesia.

Desamu berpotensi berpenghasilan 100juta rupiah dari panel surya begini caranya baca disini

Ingin memulai listrik tenaga surya 100Owatt dengan modal 5jutaan untuk menghemat biaya bulanan PLN bisa baca disini artikelnya.

membuat system hidroponik  tenaga surya dengan penghasilan jutaan perbulan bisa baca disini

membuat alat perangkap hama dengan tenaga surya bisa baca disini

ingin memulai listrik tenaga surya, apa yang perlu disiapkan, dana dan perlengkapnya bisa baca disini


ingin punya Peralatan solar panel https://www.bukalapak.com/u/temonsujadi

Sekian pembahasan kali ini, kita akan bahas hal-hal menarik lainnya mengenai renewable energy
semoga bermanfaat semoga sehat selalu.

temonsoejadi
Pegiat Renewable energy