Hallo rekan- rekan pegiat Renewable energy yang luar biasa.

Pernah mengalami battery turun secara cepat saat proses pengisian berlangsung? Saat matahari sedang bagus-bagusnya, Jangan panik, tenang battery sedang berada pada 3 step charge yang diatur oleh microprosesor dalam Solar charge Controlermu.

Hal ini dilakukan untuk menjaga serta menjadikan battery dalam kondisi baik-baik saja dalam jangka waktu tertentu, sehingga pemanfaatan battery dapat dilakukan selama mungkin asal battery mampu memberikan itu.

Apa saja 3 step battery itu, apa ciri-cirinya, berapa voltase saat berada pada step itu ?

mari kita ulas bersama disini….

Teknologi pengisian baterai saat ini bergantung pada mikroprosesor (chip komputer) untuk proses mengisi ulangnya, biasanya menggunakan pengisian yang diatur dalam 3 tahap (ada juga 2 atau 4 tahap). Ini Merupakan Smart charger Tiga tahap dalam pengisian baterai lead acid adalah bulk, absorption dan float. untuk 2 tahap akan memiliki tahap bulk dan float saja. Penting juga untuk menggunakan rekomendasi pabrik baterai tentang prosedur pengisian terkait voltase battery dengan pengisian daya yang dikontrol mikroprosesor berkualitas untuk dapat mempertahankan kapasitas baterai serta lifetimenya lebih lama lagi.

“Smart Charger” bisa disebut juga dengan pengisian komteporer karena bisa mengambil informasi dari battery sehingga dapat memberikan manfaat maximum dengan biaya minimum mungkin. Beberapa sel gel dari baterai AGM mungkin memerlukan pengaturan dengan pengisian daya khusus. Baterai gel umumnya memerlukan profil pengisian daya khusus, Tegangan pengisian puncak untuk baterai Gel adalah 14,114,4 volt, ini lebih rendah dari kebutuhan baterai jenis AGM basah saat pengisian penuh. Jika pengisisan Melebihi tegangan itu maka dalam baterai Gel dapat menyebabkan gelembung dalam gel elektrolit, akibat parahnya kerusakan permanen untuk battery itu sendiri. Paham ya.

Sebagian besar produsen baterai menganjurkan ukuran max pengisian daya battery adalah sekitar 25% dari kapasitas baterai (ah = amper hours). Dengan demikian baterai 100 ah akan membutuhkan pengisi daya 25 amp (atau kurang) lebih bagus. Mengisi dengan Amper besar dapat digunakan untuk mengurangi waktu pengisian, tetapi hal itu dapat mengurangi usia baterai itu sendiri, terjadi overheat saat charge, gas terdorong keluar, lifetime pendek, harus paham disini ya, jika ingin batterymu awet ya gunakan Amper pengechargeran max 25% dari Ah battery atau dibawah itu untuk amannya.

Mengisi battery dengan Amper yang lebih kecil akan sangat baik untuk float yang lebih lama misal menggunakan “smart charger” dengan 1 atau 2 amp dapat digunakan untuk pemeliharaan baterai di antara penggunaan siklus amp yang tinggi. Beberapa baterai menetapkan 10% dari kapasitas atau disebut (1 X C) sebagai tingkat Charge-Rate, sementara ini dengan adanya C-rate itu tidak merugikan apa pun, battery bisa digunakan lebih lama pemakaianya dan kita telah membuktikan nya juga dilapangan.

BULK

Tujuan utama charge baterai adalah untuk mengisi ulang baterai. Tahap pertama ini biasanya tegangan serta arus listrik tertinggi yang bisa digunakan. Tingkat pengisian daya yang dapat diterapkan tanpa mengakibatkan baterai terlalu panas dikenal sebagai BULK. Untuk baterai AGM 12 volt tipikalnya, voltase pengisian yang masuk ke baterai akan mencapai 14,6-14,8 volt, sementara baterai yang terendam (kuah) bisa lebih tinggi. Untuk baterai gel, tegangan tidak boleh lebih dari 14.2-14.3 volt. tidak ada risiko pengisian berlebih pada tahap ini karena baterai bahkan belum mencapai kapasitas penuh. Pada Tahap BULK hanya mengisi sekitar 80% dari pengisian dayanya, di mana arus pengisian daya dijaga konstan dengan arus constan juga, sehingga tegangan battery meningkat. Pengisian daya dengan ukuran yang tepat akan menjadikan battery semakin baik karena akan mampu menerima hingga kapasitas pengisian daya sampai 25% dari Ah battery, karenanya tidak menyebabkan kenaikan temperature pada baterai basah lebih dari 125 ° F,dan temperature AGM atau GEL tidak lebih dari 100 ° F.

ABSORPTION

Smart charge akan mendeteksi tegangan dan resistansi dari baterai sebelum diisi. Setelah membaca baterai, pengisi daya menentukan tahap pengisian daya yang benar. Setelah daya baterai mencapai 80% , pengisi daya akan memasuki tahap penyerapan (Absorb). Pada titik ini sebagian besar pengisi daya akan mempertahankan tegangan tetap, sementara arus listrik menurun. Arus yang lebih rendah masuk ke baterai akan memenuhi muatan pada baterai tanpa kepanasan. Tahap ABSORPTION dengan sisa 20% dari pengisian daya yang mampu menahan tegangan pada tegangan serap antara 14.1 VDC dan 14.8 VDC, dengan cara mengurangi arus hingga baterai terisi penuh.

Beberapa produsen pengisi daya menyebut tahap penyerapan ini sebagai tahap pemerataan. Kami tidak setuju dengan penggunaan istilah ini. Jika baterai tidak dapat menahan muatan, atau arus tidak turun setelah waktu pengisian yang diharapkan, baterai mungkin mengalami sulfasi permanen, nah itu bisa buruk sekali. Pada Tahap ini membutuhkan lebih banyak waktu. Sebagai contoh, sisa 20% baterai membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan 20% pertama selama tahap BULK. Arus terus menurun hingga baterai hampir mencapai kapasitas penuh.

FLOAT

Beberapa pengisi daya masuk ke mode apung (FLOAT) pada kapasitas 85%, tetapi yang lain ada yang mulai mendekati 95%.Pada Float membawa baterai sepenuhnya dan mempertahankan status pengisian 100%. Tegangan akan meruncing ke bawah lalu mempertahankan pada tegangan 13.2-13.4 volt yang stabil, yang merupakan tegangan maksimum yang dapat ditahan oleh baterai 12 volt. Arus juga akan berkurang ke titik lebih rendah yang bisa dianggap seperti tetesan air. Dari situlah istilah “trickle charger” berasal. Ini pada dasarnya adalah tahap Float di mana ada muatan yang masuk ke baterai setiap saat, tetapi hanya pada tingkat yang aman untuk memastikan kondisi pengisian penuh serta tidak boleh lebih dari itu.

Tahap FLOAT diindikasikan dengan tegangan muatan dikurangi menjadi 13,0 VDC dan 13,8 VDC dan dijaga konstan, sedangkan arus dikurangi hingga kurang dari 1% dari kapasitas baterai. Mode ini dapat digunakan untuk mempertahankan baterai tetap terisi penuh tanpa batas.

Waktu charger dapat diperkirakan dengan membagi Ah dengan 90% dari nilai keluaran pengisian daya. Sebagai contoh, baterai 100 Ah dengan debit 10% perlu 10Ah di-charge. Menggunakan charger 5 amp, maka 10 Ah dibagi dengan 90% dari 5 amp (0,9×5) amp = 2,22 jam perkiraan waktu charge. Untuk Baterai yang sangat kosong dari skema ini tentu akan butuh waktu lebih banyak lagi.

Gimana sudah paham dengan 3 step charger diatas, maka jangan panik saat batterymu tiba-tiba turun tegangan saat proses charging berlangsung, karena ya solar controlermu sedang melakukan 3 step charging yang kita sebutkan diatas.

Desamu berpotensi berpenghasilan 100juta rupiah dari panel surya begini caranya baca disini

Ingin memulai listrik tenaga surya 100Owatt dengan modal 5jutaan untuk menghemat biaya bulanan PLN bisa baca disini artikelnya.

membuat system hidroponik  tenaga surya dengan penghasilan jutaan perbulan bisa baca disini

membuat alat perangkap hama dengan tenaga surya bisa baca disini

ingin memulai listrik tenaga surya, apa yang perlu disiapkan, dana dan perlengkapnya bisa baca disini


ingin punya Peralatan solar panel https://www.bukalapak.com/u/temonsujadi

Sekian pembahasan kali ini, kita akan bahas hal-hal menarik lainnya mengenai renewable energy
semoga bermanfaat semoga sehat selalu.

temonsoejadi
Pegiat Renewable energy