hallo teman-teman pegiat renewable energy yang luar biasa. system ini pernah kita bahas terpisah pada postingan sebelumnya, yaitu dulu menggunakan inverter gti with limiter dikombinasikan dengan inverter offgrid system yang bisa digunakan untuk kebutuhan 24jam.

kali ini sedikit berbeda karena kita hanya menggunakan satu inverter ongrid untuk melayani kebutuhan listrik kita. bagaimana bisa? bisa langkah-langkah berikut bisa kita coba pada system kita. Sebenarnya kalau kita telusuri lebih dalam System ongrid sangat mungkin di Aplikasikan tanpa ribet ngurusin harus ngurusin exim, bagaiamana bisa ??
sangat bisa !! Yaitu untuk kwh dengan rincian sebagai berikut ini :

  1. KWh Piring terbang model lama
  2. Kwh token dengan syarat pembatasan pasang panel.

dengan memilih salah satu opsi diatas Sudah otomatis akan terjadi penghematan biaya tagihan listrik yang signifikan. oh ya, apa benar ?!! maka bisa dibuktikan saja, tapi rangkaian itu saja terlalu umum sederhana untuk user indonesia yang biasanya menginginkan expetasi tinggi, karena ongrid mempunyai kelemahan yaitu tak bisa digunakan pada malam hari jadi memasang ongrid saja belum dirasa memiliki nilai kepuasan yang berarti, maka berikut terdapat skema hybrid sederhana yang bisa coba diaplikasikan. menarik untuk dicoba dalam instalasi panel surya kita. tentu segala system mempunyai nilai plus minus yang harus kita perhatikan lebih lanjut, namun pada intinya terjadi penghematan pada sisi biaya PLN serta bisa dinikmati pada malam hari itu inti pointnya berikut ini skemanya.

Peralatan terdiri dari panel-scc-battery-ongrid gti-instalasi rumah

Skema disamping bisa jadi skema murah meriah yang bisa diaplikasikan pada end user dengan budget pas-pasan, misal kita berikan contoh peralatan yang diperlukan sebagai berikut :

1. Panel surya 300wp
2. Scc sejuta ummat 30A
3. Gti 500watt
4. Battery 2x 100Ah

5. kabel VW-1 6mm 10M
6. MCB DC, Fuse dan arester

Skema ini kelihatan nya menarik, kenapa menarik. Karena ongrid bisa disuplay oleh Offgrid system, jika kita tambah charger external untuk batterynya system diatas pantas kok disebut HYBRID SYSTEM. dengan nilai investasi yang tidak besar kita bisa mencoba pada instalasi rumah kita dengan pertimbangan yang ada. untuk wind turbin pada gambar kita kesampingkan terlebih dahulu, mengingat potensi angin di sekitrar kita yang kurang begitu bagus dan juga mahal nya harga kincir angin low rpm untuk mendukung putaran turbin. jadi gantinya wind turbin ya charger external untuk mencharge battery jadilah system hybrid yang bisa digunakana 24jam asal battery kuat digunakan saja.

Nilai Investasi Awalnya sekitar segini :
1. Panel surya 300wp => 2jutaan
2. Scc sejuta ummat 30A > 100rbuan
3. Gti 500watt >1.5jutaan
4. Battery 2x 100Ah >2.2jutaan

5. kabel VW-1 6mm 10M > 250rbuan
6. MCB DC, Fuse dan arester >400rbuan

dengan dana kurang dari <10 juta kita sudah memiliki hybrid system yang bisa digunakan siang malam, gimana menarik bukan? tentu skema diatas memiliki beberapa kelemahan-kelemahan maka tugas kita meminimalisir kelemahan itu untuk mensupport kebutuhan listrik dirumah kita.

kelemahan system diatas adalah sebagai berikut :

1. Dengan memakai inverter gti (ongrid) saat malam hari PLN mati tiba-tiba misalnya maka inverter pun ikut mati karena trigger inverter gti akan bekerja jika ada input listrik dari PLN meskipun ada battery sebagai pengganti source sumber energi pengganti panel surya. solusinya biar tidak gelap ya battery digunakan untuk mensupport lampu-lampu dc sehingga rumah kita tetap terang

2. Dengan memakai Battery sebagai sumber source pengganti panel surya, potensi inverter bekerja maximal sangat dimungkinkan, karena inverter gti selalu bekerja dengan tegangan sedikit lebih tinggi dibandingakan pln, semua daya yang dibutuhkan rumah kita akan dibackup otomatis gti jadi otomatis asupan battery harus lebih besar dengan adanya power keluaran yang kontinyu demikian.

3. Inverter Gti akan cepat panas, salah satu kelemahan inverter model ini adalah cepat panas disebabkan karena biasanya sensor suhu terlambat mengaktifkan fan pendingin yang ada pada inverter GTi, misal fan baru bekerja pada suhu > 40 derajat maka selama belum menyentuh angka itu kipas pendingin belum bekerja, karena panas berlebih dikarenakan penarikan daya maximum untuk beban rumah bisa dimungkinkan inverter cepat rusak, so untuk pencegahanya harus ditambah kipas external agar tetap mendinginkan inverter gti selalu dalam kondisi prima.

4. Untuk KWh token, jika memakai system diatas maka perlu diperhatikan berapa daya maximum yang bisa dihasilkan battery untuk load seiisi rumah, jika battery mampu mengelurakan daya besar sedangkan pemakaian rumah hanya sedikit maka dikhawatirkan gti melakukan export ke Pln, akibatnya ya Kwh tokenmu menjadi error dan harus panggil PLN untuk mereset kembali.

5. untuk yang memakai KWH piring, memakai system ini tidak ada kendala anda bebas mengaplikasikan ini, cuma jika inverter gti sempat melakukan export ya akan terbaca beban pada KWh mu, tapi tidak begitu masalah kita yang pake 115wp neng ica x 4 digunakan pada kwh piring terbang 1300watt, kwh sering muter balik kelebihan produksi. kabar baiknya tiap bulan kami hanya membayar biaya abodenem meteran sebesar 83rb saja dari yang awalnya 250-350ribu rupiah sebulan.

mungkin ini saja yang bisa kita berikan mengenai skema diatas, update mengenai dampak-dampak karena penerapan system diatas akan kita update terus. pantau selalu blog ini untuk informasi terbaru


Ingin punya Alat-alat diatas, cukup wa.me/6285711256257 Peralatan solar panel https://www.bukalapak.com/u/temonsujadi
————————–

sekian pembahasan kali ini.
semoga bermanfaat.

salam Renewable Energy.