BLOCKING DIODE DAN DIODA BYPASS PASS PERLUKAH DIPASANG ??

Hello teman-teman pegiat Renewable energi

tahukah kamu tentang diode yang terpasang pada junction box pvmu keguanaanya apa ?

jika belum. Pembahasan teknical soal diode yg dipasang pada PV akan sangat menarik untuk dibahas lagi, meskipun dalam pembahasan sebelumnya sudah pernah singgung sedikit mengenai ini.

Apa itu diode blocking ?
Apa itu diode bypass?
Seberapa penting kah harus dipasang!!!

Kita pantau bersama disini, selamat membaca…jossssss

——–
Blocking diode
——-

Pada awal sejarahnya PV System pastilah belum mengenal yang namanya Solar Charge Controller/BCR pemanfaatan energi matahari cenderung langsung dari PV Module menuju baterai penyimpanan. Untuk mendapatkan arus yang lebih besar dalam mengisi baterai digunakanlah konfigurasi paralel pada PV Modulenya dengan perhitungan Arus total = IA + IB. Pada siang hari pada saat matahari terik ada beda potensial yang tinggi pada keluaran PV Module ini yang akan mengaliri arus charging kedalam baterai yg memiliki beda potensial rendah sampai penuh. Nah disaat malam hari karena tidak ada sinar matahari maka beda potensialnya menjadi terbalik dimana PV module rendah potensialnya dan baterai malah tinggi potensialnya karena sudah terisi penuh disiang harinya. Karena ada beda potential tinggi pada baterai yang akan kembali mengalir ke PV module yg memiliki potensial rendah, maka harus/wajib dipasang “Blocking Diode” agar arus tidak bisa mengalir balik ke PV Module yang bisa membuat habis isi baterai. Metode ini berlaku untuk PV System yg konvensional tanpa menggunakan SCC/BCR, namun jika sudah menggunakan SCC/BCR fungsi “blocking diode” ini sudah tidak efektif lagi karena sudah ada didalam SCC/BCR. Fungsi Blocking Diode akan lebih efektif jika digunakan utk penambahan sistem charging baterai external.


Pendapat dg analisa lain :

Blocking dioda sangat penting dipasang pada sistem baik seri atau paralel, tentunya bukan sembarang dioda. Untuk lebih efektif sebisa mungkin memakai type fast recovery dioda dengan kemampuan arus sama dengan arus yg dilewatinya. Dioda dengan karakter arus jauh lebih besar dari yg dilewati hanya akan menjadi penghambat alias menambah nilai resistansi. Kebalikannya jika tidak putus akan menimbulkan panas dan membuat jenuh konduktor disekitarnya (menghitam). Untuk pv dengan cel -cel kecil apalagi yg dirakit asal asalan oleh pabriknya, sistem array sangat perlu dipasang, menjaga jika sebelah cel nya hangus yg sebelahnya dioda nya saja yg hangus. Surge arrester sebaiknya dipasang ditiap tiap pv setelah mcb sebelum melewati dioda. Tapi ini optional tidak harus begitu.

———-
Diode Bypass
———–
Secara garis besar memasang dioda bypass secara paralel terbalik dengan sel atau sekelompok sel. Selama operasi normal, ketika semua sel mendapat paparan sinar, sel-sel tersebut menghasilkan listrik. Dioda bypass mulai beroperasi ketika satu atau beberapa sel tertutup bayangan. Artinya dioda bypass akan bekerja saat ada beberapa cell terkena shading, maka pv diatas 100wp sudah kebanyakan dipasangi diode bypass pada junction box nya oleh pabrikan PV itu sendiri.

Dalam arti luasnya diode bypass akan membantu saat salah satu panel surya pada rangkaian sistem panel surya terkena bayangan atau tidak berfungsi optimal. Ketika salah satu panel terkena bayangan, maka akan mengurangi produksi daya sistem secara keseluruhan dan lebih jauh dapat menghasilkan resistensi yang cukup besar. Ketika menggunakan bypass dioda, arus yang dihasilkan oleh panel surya yang tidak terkena bayangan akan mengalir melalui dioda untuk menghidari resistensi dari panel surya yang tidak berfungsi optimal. Sehingga akan memaksimalkan daya keluaran. Bypass dioda tidak dapat bekerja, kecuali pada koneksi seri yang menghasilkan tegangan (Voltase) cukup tinggi. Sistem ini dapat maksimal bekerja pada Solar charger controller tipe MPPT atau string inverter yang menggunakan rangkaian seri panel surya.

Contoh Gambar diatas mengilustrasikan modul fotovoltaik dengan 72 sel yang dihubungkan secara seri dan dilindungi oleh tiga dioda bypass
selama operasi normal. Jumlah maksimum sel yang akan dilindungi oleh satu dioda terutama dihitung berdasarkan tegangan jatuh (breakdown voltage) dari sel dan tegangan maju (VF – forward voltage) dari dioda. Biasanya, tegangan jatuh dari sel adalah 30 V untuk jenis monocrystalline dan 12 sampai 24 V untuk jenis polycrystalline. Dioda Schottky sering digunakan untuk tujuan ini karena memiliki nilai VF yang rendah di kisaran 0,15 sampai 0,5 V. Dioda Schottky dapat melindungi hingga 24 sel dengan mengasumsikan bahwa tegangan rangkaian terbuka dari sel berbasis silikon adalah 0,5 V5. Oleh karena itu, tiga dioda digunakan untuk melindungi panel dengan 72 sel.Selain itu, dioda harus memiliki nilai puncak tegangan lebih yang terjadi secara periodik (VRRM – maximum repetitive reverse voltage) yang mencukupi. Hal ini diperlukan karena pada suhu terendah tegangan
mungkin sama dengan nilai maksimum tegangan rangkaian terbuka dari modul fotovoltaik dibagi dengan jumlah dioda. Mengingat tegangan rangkaian terbuka modul fotovoltaik adalah sebesar 40 V dan maksimum 48 V karena suhu modul fotovoltaik menurun, VRRM dari masing-masing dioda harus lebih tinggi dari 16 V.

Gimana sudah sedikit paham

Intinya diode itu dapat digunakan dalam grup-grup rangkaian, sehingga akan membantu produksi daya yang lebih stabil. Tinggal tergantung kita sebagai engineer serta desainernya mengaturnya, sehingga mampu menempatkan diode sesuai fungsi dan Performancenya….

Salam josssssss

Colek George Frans Slamet Sutrisna Djoe Amura Mdjms Suyitno Ledeng Chandra Hermawan